Menyongsong Kelahiran Kristus, Juru Selamat Dunia : Homili Misa Minggu Adven III (Minggu, 17 Desember 2023)

Minggu Adven Ketiga (III) dalam liturgi merupakan minggu bahagia karena umat diajak untuk menantikan kelahiran Sang Raja Damai dengan penuh suka cita. Melalui bacaan-bacaan sabda Tuhan kita diajak untuk merenungkan dan semakin meneguhkan dalam menyongsong kehadiran Tuhan kita Yesus Kristus.

Sebentar lagi kita akan merayakan hari raya Natal ditandai dengan sudah dinyalakannya lilin berwarna pink (merah muda) yang menjadi tanda sebagai minggu gembira, minggu di mana setelah kita melakukan pertobatan melalui penerimaan Sakramen Tobat kita di ajak untuk mulai memikirkan bagaimana menyongsong Dia yang datang ke dunia dengan lebih bergembira. Allah telah berkenan peduli kepada manusia yang hidup di dalam kesusahan, penderitaan, kesedihan, ketakutan, dan malu karena dosa. Allah bersedia untuk mengampuni segala kelemahan dan dosa-dosa kita. Dalam Injil hari ini (Yohanes 1:6-8.19-28) Yohanes membuka pintu untuk kehadiran Mesias dan menyiapkan jalan bagi orang-orang yang mau menyambut kedatangan Tuhan. Di era modern ini, kita semua dipanggil menjadi Yohanes-Yohanes baru untuk mempersiapkan diri dan sesama untuk mulai melakukan pertobatan dengan kerendahan hati di hadapan Allah dan Gereja. Pada bacaan pertama (Yesaya 61:1-2A.10-11) kita menyiapkan hati untuk Tuhan karena ada roh yang tinggal dan menetap dalam hati kita untuk mengurapi dan menyampaikan kabar baik bahwa ada belas kasih Allah yang membukakan pintu kerahiman-Nya untuk setiap orang yang datang dalam keadaan apa pun. Di mana ketika orang menantikan kehadiran Tuhan lalu dihidupi dengan roh Tuhan yang ada dalam diri kita masing-masing, maka buahnya adalah suka cita. Tetaplah berdoa dan mengucap syukur dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus jangan padamkan roh-roh baik ini. Kita juga diajak untuk hidup bijaksana dengan membiasakan diri berbuat baik dan menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan serta berwaspada karena hal kecil pun juga bisa menjadi awal mula kejahatan.

Semoga Allah dalam damai sejahtera menguduskan kita seluruhnya terlebih roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna serta tidak bercacat pada saat kedatangan Yesus Kristus. Mari kita sucikan dan pulihkan diri dengan menerima Sakramen Tobat. Semoga kita semakin setia untuk mencari kehendak Allah dan mengikuti jalan Allah yakni berbuat baik kepada semua orang tanpa terkecuali.

.

.

Sumber :

Misa Online 17 DESEMBER 2023, Pk 08.00 WIB | HARI MINGGU ADVEN III | MINGGU GAUDETE (https://www.youtube.com/watch?v=7s-lzwVCmuE&t=1279s)

Bahan Panduan Adven Lingkungan Bahasa Indonesia (https://kas.or.id/panduan-adven-2023-keuskupan-agung-semarang/)

.

.

Penulis : Katharina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

Antara Keselamatan dan Pertobatan : Homili Misa Minggu Adven II (Minggu, 10 Desember 2023)

Pada Minggu Adven Kedua (II) ini kita bersama-sama diajak membuka hati untuk mempersiapkan diri supaya lebih pantas menyambut kedatangan Tuhan yang telah menebus dosa-dosa kita sehingga dapat semakin setia dan mampu menghadirkan kasih dalam semangat pertobatan.

Dalam sabda Tuhan yang bisa kita renungkan pada minggu kedua Adven ini, merujuk pada pertanyaan : apakah panjenengan memilih untuk diselamatkan dulu baru bertobat atau bertobat dulu baru diselamatkan? Hal ini bisa direnungkan sendiri karena setiap orang memiliki makna pemikiran yang panjang. Namun kesadaran akan kasih karunia Tuhan itu menjadi dasar pijakan kita bersama bahwa Allah yang lebih dahulu memanggil kita untuk menerima keselamatan. Lalu untuk menerima atau tidaknya keselamatan itu menjadi sebuah keputusan yang membutuhkan satu sikap mau berupaya untuk menerima dengan sungguh-sungguh dengan ambil bagian untuk menanggapi ketika Allah mau datang ke dalam diri kita dengan wujud keseriusan pertobatan. Maka pada minggu-minggu ini, Gereja memberikan kesempatan kepada umat Sakramen Tobat agar bisa menjadi sarana pemulihan, melayakkan, dan memantaskan diri kita menyambut kedatangan Tuhan secara nyata. Keseriusan hati dan kesungguhan iman kita akan tampak apabila kita menggunakan hak dan kewajiban sebagai umat Allah dalam kehidupan.

Mari kita menggunakan masa-masa baik yang penuh rahmat ini untuk mempersiapkan hati datang kepada-Nya, seperti pada bacaan pertama (Yesaya 40:1-5.9-11) Allah datang memanggil kita untuk datang kepada-Nya dengan kekuatan dan kuasa yang sempurna menyelamatkan manusia. Seperti seorang gembala, Ia akan menggembalakan kawanan ternak dan menghimpunnya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya dan induk-induk domba dituntun dengan hati-hati. Semua ternak diperlakukan dengan baik, tidak ada kekerasan dalam merawatnya. Sebab Tuhan tau apabila ternak diperlakukan dengan keras maka ternak akan memberontak. Gambaran ini juga terjadi dalam diri kita, setiap kali kita melakukan sesuatu dengan paksaan maka kita akan menolak atau berimbas pada hasilnya yang kurang baik. Tapi ketika dengan kesadaran sendiri karena merasa membutuhkan bahkan dengan biaya yang besar pun berangkat dengan sukacita. Ketika seseorang telah berani untuk bertobat dan memperbarui diri sendiri dari dalam hati, disanalah peranan Roh Kudus. Namun kita sebagai manusia juga memiliki peranan untuk saling mengingatkan dan mengajak mereka yang menjauh dari Tuhan serta menemukan mereka yang “hilang” untuk kembali bersama-sama ke jalan keselamatan Tuhan. Tapi jika tugas ini terlalu berat, kita bisa mulai dari diri sendiri : adakah sesuatu yang hilang dalam diri kita yang harus kita temukan? Apa mungkin hilang relasi kita dengan Tuhan sehingga kita sendiri pun semakin menjauh?

Ketika melihat orang-orang yang pergi meninggalkan Tuhan Yesus, rasa-rasanya banyak yang belum memahami betul siapakah Tuhan Yesus itu. Maka dalam masa persiapan ini kita diajak untuk menemukan Tuhan. Kita juga menantikan langit dan bumi yang baru yang diberkati oleh Tuhan dengan keselamatan-Nya. Bacaan Injil (Markus 1:1-8) juga mengajak kita untuk menyiapkan semuanya itu dengan sungguh-sungguh. Semoga kita yang mencari dapat menemukan, yang mengetuk akan dibukakan pintu, dan akhirnya rahmat Tuhan itu dicurahkan. Semoga dua minggu ke depan kita semakin menyadari Tuhan semakin dekat untuk kita.

.

.

Sumber :

Misa Online 10 DESEMBER 2023, Pk 08.00 WIB | HARI MINGGU ADVEN II (https://www.youtube.com/watch?v=m8-10Kt7RbA&t=135s)

Bahan Panduan Adven Lingkungan Bahasa Indonesia (https://kas.or.id/panduan-adven-2023-keuskupan-agung-semarang/)

.

.

Penulis : Katharina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

Berjaga-jagalah untuk Kedatangan Tuhan : Homili Misa Minggu Adven I (Minggu, 3 Desember 2023)

Memasuki masa Adven, masa di mana kita mempersiapkan jiwa dan merefleksi diri untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat di tengah-tengah situasi kehidupan. Terlebih pada Minggu Adven Pertama (I) ini kita bersama-sama diajak untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus untuk merayakan kelahiran-Nya yang menjadi cahaya untuk menuntun kita dalam kehidupan sehari-hari. Serta kita juga diajak untuk selalu berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan dalam hidup ini tidak pernah kita ketahui saat dan waktunya, hanya dengan bersiap-siaga kita mampu menyambut kedatangan Tuhan untuk menerima rahmat karunia keselamatan bagi kita semua.

Dalam Injil yang kita renungkan hari ini (Markus 13:33-37), berkali-kali kita diingatkan untuk berjaga-jaga, bersiap-siaga, dan bersiap-sedia ketika Tuhan hadir di tengah-tengah kita untuk memberikan rahmat kehidupan yang paling agung, yaitu kehidupan bersama dengan Tuhan. Namun hal ini dapat dikatakan juga bahwa Tuhan menyampaikan kepada kita untuk senantiasa berjaga, kalau sewaktu-waktu kita dipanggil Tuhan untuk dibawa kepada kesatuan dengan para kudus-Nya di surga, sehingga kembali kepada asal mula umat manusia diciptakan dan ambil bagian dalam kebahagiaan abadi bersama Tuhan.

Dalam berjaga-jaga ini kita dituntun dalam cahaya Kristus yang disimbolkan dengan upacara pemberian lilin bernyala dengan kata-kata “Terimalah cahaya Kristus dan jagalah cahaya Kristus itu sampai nanti masuk ke dalam kehidupan yang kekal.” pada saat ibadat Baptis. Yang berarti kita menjaga cahaya Kristus yang ada di dalam diri kita yang telah menerangi dan menuntun dalam kehidupan dengan melaksanakan dan meneladani kebaikan-kebaikan yang diajarkan oleh Yesus. Kebaikan ini dapat tertanam dalam diri untuk menjaga perilaku dan tutur kata supaya tidak mudah menyakiti orang lain. Menjaga perasaan hati kita supaya tidak mudah baper (bawa perasaan) dan tersinggung karena apa-apa dirasakan menyakiti. Selain itu kita juga harus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam keluarga dengan saling menjaga kerukunan dan kebersamaan antar anggota keluarga.

Semoga dengan berjaga-jaga dan dengan dituntun cahaya Kristus, kita dapat senantiasa meneladani kebaikan Tuhan Yesus sampai kepada keselamatan yang sediakan oleh Tuhan sendiri pada saatnya nanti ketika Tuhan telah hadir dalam kehidupan kita masing-masing.

.

.

Sumber :

Misa Online 3 DESEMBER 2023, Pk 08.00 WIB | HARI MINGGU ADVEN I (https://www.youtube.com/watch?v=QTJNaclgGXw&t=422s)

Bahan Panduan Adven Lingkungan Bahasa Indonesia (https://kas.or.id/panduan-adven-2023-keuskupan-agung-semarang/)

.

.

Penulis : Katharina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

Panduan Adven 2023 Minggu Ke-1 : BERJAGA MENYONGSONG RAJA DAMAI

panduan adven 2023

Pengantar
Pertemuan pertama – Minggu Harapan – dengan tema BERJAGA UNTUK HADIRNYA SANG RAJA DAMAI. Pada pertemuan ini, umat diajak untuk berjaga – jaga menantikan kedatangan Sang Raja Damai. Dinamika pertemuan pertama ini akan dilakukan dengan merenungkan bacaan dari Injil Markus (Mrk 13:13-37) dan memetik inspirasi dari tokoh IJ Kasimo. Gagasan utama pertemuan ini adalah umat senantiasa berhadap, berjaga, dan bersiap melalui semakin terlibat untuk membawa damai di masyarakat. Gagasan utama ini dilengkapi dengan petikan inspirasi dari tokoh nasional yang menjunjung nilai – nilai kebangsaan dan Kekatolikan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tujuan
1. Umat mampu membangun kesadaran bahwa kelahiran Yesus Kristus sungguh membawa damai untuk semua manusia.
2. Umat diharapkan mampu mengambil inspirasi dari tokoh IJ.Kasimo sebagai teladan keterlibatan dalam hidup berbangsa dan bernegara, khususnya dalam konteks menjelang pesta demokrasi di tahun 2024 mendatang.

Proses Pertemuan
A. Pembuka
1. Nyanyian Pembuka
Pertemuan dapat dibuka dengan lagu-lagu yang memberikan nuansa berjaga-jaga. (Misalnya PS 442: O datanglah Imanuel atau MB 324: O Tuhan Datanglah); atau memilih sendiri lagu yang sesuai dengan tema Adven Pertama

2. Pengantar Singkat Pertemuan
Dalam pertemuan Adven pertama ini, kita diajak menyongsong kedatangan Sang Raja Damai, yaitu Kristus dalam konteks mempersiapkan perhelatan besar bangsa kita dalam menghadapi Pemilu mendatang di tahun 2024. Dalam pertemuan pertama ini kita diajak senantiasa berjaga dan bersiap agar semakin terlibat untuk membawa damai di masyarakat terutama di tengah hiruk pikuk perpolitikan bangsa kita ini. Melalui Adven ini, kita juga akan diperkaya dengan petikan inspirasi dari tokoh nasional yang menjunjung nilai – nilai kebangsaan dan Kekatolikan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, yaitu IJ. Kasimo.

3. Doa Pembuka
Pertemuan pertama dapat dibuka dengan doa oleh pemandu atau umat yang dipilih
Allah Bapa yang Mahabaik, kami umat-Mu berkumpul di sini untuk bersama-sama mendalami pertemuan Adven yang ke I dengan tema Berjaga Menyongsong Raja Damai. Kami mohon hadirlah di tengah-tengah kami dan bantulah kami untuk mampu membangun kesadaran bahwa kelahiran Yesus Kristus sungguh membawa damai untuk semua manusia. Begitu juga kami mampu berjaga dalam konteks kami saat ini. Di masa kini, kami pun harus berjaga-jaga untuk melakukan sesuatu yang terbaik demi Indonesia Damai khususnya di masa persiapan menghadapi Pemilu ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara Kami. Amin.

B. Pengalaman dan Inspirasi Iman
1. Menimba Inspirasi dari Kisah IJ Kasimo.
Kasimo adalah salah satu pendiri partai politik “Katholiek Djawi” yang lalu diubah namanya menjadi “Perkoempoelan Politiek Katholiek di Djawa” dan lalu menjadi “Partai Politik Katolik Indonesia (PPKI)”, yang kelak pada tahun 1949 Kasimo akan menjadi ketua umumnya. Kasimo yang dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 10 April 1900 juga dikenal sebagai salah satu peletak dasar dari rencana-rencana pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Karena perjuangannya, Kasimo mendapat anugerah Bintang Ordo Gregorius Agung dari Paus Yohanes Paulus II dan diangkat menjadi Kesatria Komandator Golongan Sipil dari Ordo Gregorius Agung. Sementara oleh Pemerintah Indonesia, ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Sebelumnya, ketika Kasimo menempuh pendidikan di sekolah keguruan di Muntilan, ia bertemu Romo Fransiscus Georgius Josephus Van Lith, SJ yang mengenalkan pada nilai caritas, yaitu cinta kasih yang tidak dipahami sebagai sikap manis, tetapi kasih yang terwujud dalam sikap berani berpihak pada mereka yang tertindas. Kasih yang membela keadilan. Kasih yang membela keadilan itu juga terangkum pada permenungan Monseigneur Albertus Soegijapranata untuk menjadi “100% Katolik-100% Indonesia” yang juga menjadi inspirasinya.*

2. Pendalaman dan Berbagi Pengalaman
Pemandu mengajak umat untuk mendalami kisah IJ Kasimo dan berbagi pengalaman hidup atas inspirasi itu.
a. Apa yang paling menarik dari kisah singkat hidup IJ Kasimo tersebut?
b. Menurut Anda apa yang diperjuangkan oleh IJ Kasimo dan apa tantangan yang dihadapinya pada zaman itu?
c. Inspirasi apa atau nilai-nilai hidup apa yang masih relevan atau pantas diperjuangkan pada zaman kita sekarang demi Indonesia Damai.

C. Renungan Kitab Suci dan Peneguhan
1. Bacaan Kitab Suci Markus 13 : 33 – 37
“Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!”

2. Peneguhan
a. Gagasan dari Bacaan Injil yang kita baca hari ini adalah pentingnya berjaga-jaga (bahkan dikatakan sampai empat kali). Kita diharapkan untuk menyadari pentingnya bersiap sedia dan berjaga-jaga. Artinya, kesiapan kita dalam menantikan kedatangan karya keselamatan dari Sang Mesias tidak pandang bulu, kapan dan seperti apa kedatangannya. Ada segi tanggung jawab yang diberikan dan dipercayakan dalam nuansa berjaga-jaga ini, agar tugas yang diberikan dapat ditunaikan saat waktunya tiba. Berjaga adalah menunggu kedatangan akhir zaman yang tidak seorangpun tahu kapan saatnya.

b. Begitu pun dengan berjaga dalam situasi kita saat ini. Di masa kini, kita pun harus berjaga-jaga untuk melakukan sesuatu yang terbaik demi Indonesia Damai khususnya di masa persiapan menghadapi Pemilu ini. Kita hidup di masyarakat Indonesia yang plural, pandangan politik yang berbeda-beda, dan kita telah dihadapkan pada pengalaman hidup yang mengancam kesatuan bangsa (tantangan disintegrasi bangsa: Politik Identitas, Terorisme dan lain-lain). Oleh karena itu hendaknya kita sebagai umat Katolik diharapkan untuk tetap memiliki tanggung jawab dalam menjaga perdamaian di tengah masyarakat.

c. Dalam semangat Adven pertama ini, hendaknya kita tetap memiliki prinsip untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan perdamaian yang hakiki. Selaras dengan pandangan IJ Kasimo, berpolitik itu haruslah berprinsip dan dijalankan dengan etika. Sosok IJ.Kasimo menjadi pribadi yang berani dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di zaman itu, meskipun begitu IJ Kasimo juga melihat perbedaan-perbedaan dalam pemikiran bukanlah menjadi alasan untuk memulai konflik. Hal itulah yang juga membuat pribadi IJ.Kasimo menjadi sosok yang dapat diterima oleh semua pihak. Begitu juga, tanpa merisaukan keberadaannya sebagai orang Katolik yang cenderung dianggap minoritas, Kasimo secara konsisten bersuara dan bersikap untuk kepentingan segenap bangsa dan kesejahteraan bersama. Dalam berpolitik pun Kasimo terbilang dan dikenal teguh dalam memegang prinsip serta tidak mudah menyerah pada kepentingan tertentu.

d. Dalam Ensiklik Fratelli Tutti artikel no 30, Paus Fransiskus mengajak agar dalam ruang bersama di masyarakat, kita senantiasa terbuka dan menjaga budaya perjumpaan dan kedamaian. “Pengasingan dan ketertutupan diri ke dalam kepentingannya sendiri tidak pernah menjadi jalan untuk memulihkan harapan dan membawa pembaruan. Sebaliknya, itu dibawa oleh kedekatan, oleh budaya perjumpaan. Pengasingan, tidak; kedekatan, ya! Budaya konfrontasi, tidak; budaya perjumpaan, ya!”

D. Penutup
1. Doa Umat ( Pokok pokok dapat dikembangkan dari konteks situasi setempat )
Silahkan melakukan pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 3-5 menit.
2. Bapa Kami
3. Doa Penutup
Pertemuan dapat ditutup dengan doa oleh pemandu atau umat yang dipilih
Allah Bapa Sumber Kedamaian Sejati, kami umat-Mu bersyukur telah mendalami pertemuan Adven yang ke I dengan tema Berjaga Menyongsong Raja Damai. Kami mohon sertailah kami dan bantulah kami untuk mampu berjaga melakukan sesuatu yang terbaik demi Indonesia Damai khususnya di masa persipan menghadapi Pemilu ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara Kami. Amin.
4. Lagu Penutup
Pendalaman dapat ditutup dengan lagu-lagu kebangsaan yang memberikan semangat senantiasa terlibat dalam masyarakat.

You cannot copy content of this page