Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 6:7-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 55:10-11; Mazmur: 34:4-5.6-7. 16-17. 18-19; R:18b; PEKAN PRAPASKAH I (U); St.Nemesius; St.Eleuterius;

BACAAN I

Yes 55:10
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

Yes 55:11
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024

Mzm 34:4
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Mzm 34:5
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Mzm 34:6
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Mzm 34:7
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Mzm 34:16
(34-17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

Mzm 34:17
(34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Mzm 34:18
(34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Mzm 34:19
(34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Lagi pula, ketika kamu berdoa, janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu, kamu harus berdoalah begini: Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.

Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. [Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Namun, jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024, Bacaan Injil

Doa Bapa kami adalah doa Tuhan, sebab Yesus sendiri yang mengajarkan doa itu kepada para murid-Nya. Para murid selalu menyaksikan Yesus berdoa di atas bukit dan kadang-kadang la berdoa pagi-pagi buta atau berdoa semalam-malaman. Karena itu, mereka tertarik dan memohon supaya la mengajari mereka berdoa. Doa Bapa kami adalah doa yang sempurna. Doa Bapa Kami dimulai dengan menyapa Allah sebagai Bapa kami yang di surga, dilanjutkan dengan menyampaikan tiga pujian kepada Bapa:

“Dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu; jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” (Mat. 6:9-10). Selanjutnya, ada empat permohonan untuk keperluan manusia: “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya; ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, dan lepaskanlah kami dari yang jahat” (Mat. 6:11-13).

 

Doa Bapa kami keluar dari mulut Yesus sendiri. Maka, harapannya adalah sebagaimana dikatakan Nabi Yesaya, “Sebab, seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, membuatnya subur dan menumbuhkan tanaman, memberikan benih kepada penabur dan makanan kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:10-11).

Masa Prapaskah ini menjadi kesempatan bagi kita untuk lebih banyak berdoa. Santa Theresia dari Lisieux pernah berkata, “Kadang-kadang ketika saya berada dalam kondisi kekeringan rohani, sehingga tidak ada satu pun pikiran baik yang terlintas dalam benak saya, saya mengucapkan doa “Bapa Kami” atau doa “Salam Maria”, dengan sangat pelan, dan doa-doa ini sudah cukup untuk mengeluarkan saya dari diri saya sendiri, dan secara luar biasa menyegarkan saya.” Bagaimana dengan kita?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024

.

.

Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa dengan sungguh pada masa Prapaskah ini. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Panduan APP 2024 Keuskupan Agung Semarang (KAS)

GAGASAN DASAR APP 2024 – Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah dalam Kesaksian.

Latar Belakang

Fokus pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) tahun 2024 kali ini adalah “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah: Berjalan Bersama untuk Formasio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan.” Fokus pastoral kali ini berlatarbelakang antara lain karena perlunya menyikapi pelemahan iman pasca pandemi covid-19, tantangan menyemai dan membatinkan nilai-nilai iman pada generasi muda dan anak-anak jaman sekarang, perlunya ajaran-ajaran apologetik (pembelaan) untuk melawan penyesatan atau pembelokan ajaran Gereja, dan seruan paus Fransiskus tentang pentingnya pengajaran iman yang intensif. Bapa Uskup kita, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menjadikan tahun 2024 sekaligus sebagai tahun Katekese bagi Keuskupan Agung Semarang. Kita semua diajak untuk dengan lebih sungguh memberi perhatian pada Formatio
Iman dalam kehidupan umat KAS yang semestinya dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan.

Istilah Formatio Iman bukanlah istilah baru di KAS. Istilah Formatio Iman ada sejak tahun 2014, bermula saat KAS menanggapi Tahun Iman yang dicanangkan oleh Paus Benediktus XVI (tahun 2012-2013). Tahun iman sendiri dicanangkan oleh Paus, pada waktu itu untuk memperingati 50 tahun Konsili Vatikan II. Menyadari bahwa hidup beriman umat bersifat dinamis dan tidak sekali jadi maka pembinaan iman perlu dilaksanakan secara terus menerus sesuai jenjang usia. Dari situlah memunculkan istilah Formatio Iman Berjenjang. Selanjutnya untuk memastikan adanya kesinambungan dalam setiap jenjangnya, maka kini istilahnya menjadi Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan.

Dalam buku Formatio Iman Berjenjang (Kanisius 2014), Dewan Karya Pastoral KAS menegaskan bahwa formatio iman berkaitan dengan pelayanan iman mulai dari kegiatan liturgi, pewartaan, pelayanan dan paguyuban yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah dibaptis. Dalam formation iman terdapat unsur pewartaan, pengajaran, pendidikan, pendalaman, pembinaan, pengukuhan serta pendewasaan iman. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa formation iman merupakan sebuah proses menjadikan orang-orang katolik semakin memahami imannya dan menghayati jati dirinya sebagai murid-murid Yesus Kristus yang diutus di tengah-tengah umat dan masyarakat agar mereka semakin relevan dan signifikan.

Formatio iman menjadi tempat istimewa sewaktu sabda Allah senantiasa bergema dalam sejarah manusia dalam bentuk pengajaran, ajakan, pewartaan, doa dan kesaksian hidup. Dari uraian singkat seperti di atas maka jelas bahwa formatio imam mempunyai peran
yang sangat penting dalam kehidupan setiap umat beriman dan juga bagi Gereja. Ada empat penting dalam formatio iman, yaitu peran kerigmatis, peran edukatif, peran kuratif dan peran transformatif. Mengingat empat peran penting dalam formatio iman tersebut, maka kita maumenempatkan pendalaman APP 2024 dalam kerangka formatio iman.

Gerakan APP sebagai Formatio Iman

Kita semua yang telah dibaptis, dipanggil untuk menjadi serupa dengan pribadi Yesus Kristus. Iman merupakan tanggapan kita atas panggilan Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa hidup beriman kita tidak sekali jadi, namun melalui proses panjang seiring usia kita. Hidup
beriman kita juga tidak statis, namun juga dinamis, mengalami pasang surut. Untuk itulah iman kita perlu senantiasa dipelihara dan disegarkan, agar dapat terus bertumbuh dan berbuah. Melalui formatio iman, kita diajak untuk semakin menyerupai Yesus Kristus. Dengan
kata lain melalui formatio iman kita ingin mentransformasi diri.

Melalui formatio iman, kita berproses agar semakin memiliki relasi yang mendalam kepada pribadi Yesus Kristus, semakin mengenal dan memahami yang diajarkan-Nya, sehingga kita bisa menghidupi dan memperjuangkan yang diyakini-Nya, serta berani mewartakan kabar gembira keselamatan dan menjadi saksi-Nya. Iman tidak hanya berhenti pada ajaran, pengakuan dan keyakinan namun menjadi landasan dalam setiap tanggungjawab, keputusan-keputusan moral dan misi, serta tindakan hidup kita. Semakin kita mengenal Yesus Kristus dan ajaran-Nya, kita diharapkan semakin beriman kepada-Nya dan membawa perubahan hidup kita.

Gerakan APP yang akan kita jalani ini diharapkan dapat membawa perubahan hidup yang dilandasi iman dan semangat pertobatan. Agar transformasi itu terjadi, tidak cukup hanya dengan penyesalan dan ungkapan pertobatan saja, namun diperlukan juga sebuah tindakan
(“laku” jawa), yaitu dengan pantang, puasa dan matiraga. Melalui gerakan APP diharapkan ada perubahan dalam bersikap, berperilaku dan bertindak dalam diri umat beriman sehingga kehadiran mereka di tengah umat dan masyarakat semakin bermakna dan berdaya. Formatio iman umat tidak berhenti pada pengungkapan untuk membangun kesalehan pribadi semata akan tetapi harus sampai pada perwujudan dalam hidup sehari-hari.

Gerakan APP merupakan gerakan iman karena gerakan APP tidak hanya berhenti pada pengungkapan dan sarasehan di lingkungan. Gerakan APP diharapkan semakin membuat iman menjadi semakin hidup dan terwujud dalam solidaritas kepada mereka yang menderita dan berkesusahan. Wujud konkrit dari solidaritas kita sebagai umat beriman dalam perwujudan iman adalah terkumpulnya dana APP. Tentu saja, gerakan APP bukan hanya sekedar mengumpulkan uang namun menjadi gerakan pertobatan yang disertai dengan pantang, puasa dan matiraga kita. Dana yang terkumpul tersebut merupakan buah dari pertobatan demi solidaritas kemanusiaan. Melalui gerakan APP kita diajak untuk semakin dapat memuliakan Allah dengan menghargai manusia sebagai citra Allah agar manusia semakin sejahtera dan bermartabat. Melalui gerakan APP kita ingin agar iman kita semakin hidup dan berarti serta tindakan serta perbuatan kita semakin
manusiawi. Iman tidak hanya untuk membangun kesalehan hidup pribadi semata namun juga membawa kebaikan bersama (bonum commune) semakin terwujud dan dirasakan oleh banyak orang.

Kita dipanggil sebagai murid-Nya, untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya, bukan hanya untuk menjadi penggembira. Menjadi murid berarti harus tinggal bersama Sang Guru, melalui sabda, Ekaristi, dan keterlibatan kita dalam hidup menggereja dan bermasyarakat.
Beriman harus berani keluar dari dirinya sendiri dan komunitasnya. Iman bersifat missioner, menggerakkan orang untuk bertindak dan terlibat dalam kehidupan. Iman menjadi semakin hidup dalam bentuk kesaksian (martyria) dalam setiap dinamika kehidupan kita. Kita bukan hanya penikmat dan pengamat hidup beriman dan menggereja. Kita diutus untuk menjadi pewarta dan saksi-Nya secara penuh (full timer) melalui hidup dan karya kita. Kita bukan menjadi penikmat keselamatan, melainkan kita adalah pewarta keselamatan.

Masa prapaskah yang diisi dengan gerakan APP menjadi kesempatan untuk introspeksi diri. selama masa prapaskah ini, kita memformat kembali iman kita agar terjadi transformasi atau pembaharuan dalam hidup beriman kita. Melalui kegiatan sarasehan dan pendalaman iman, kita diajak untuk melihat kembali hidup beriman kita sehingga iman kita semakin bertumbuh dan kita pun siap sedia menjadi pewarta dan saksi-Nya dalam hidup, karya dan panggilan kita. Oleh karena itu pada tahun 2024 ini, kita mengambil tema APP: Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah dalam Kesaksian.

Pertemuan APP kali ini akan dilaksanakan dalam bentuk sarasehan. Dalam sarasehan ini, kita akan diajak mensyukuri iman kita yang membawa kita pada pertobatan dan pembaharuan atau transformasi hidup, merawat iman agar iman kita bertumbuh dan mengakar.
Sebagai bentuk kesaksian, diungkapkan dan dirayakan, iman perlu diwartakan dan diwariskan, dan akhirnya iman mesti diwujudkan dalam hidup sehari-hari. Panduan ini diharapkan bisa membantu umat dalam merenungkan tema kita. Tentu saja diberikan kemungkinan bagi
pemandu untuk mengolah materi yang ada ini secara kreatif dan menarik. Susunan pertemuan, lagu-lagu, doa dan ilustrasi pemantik sarasehan dimungkinkan untuk diganti sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.

Akhirnya, selamat memasuki masa Prapaskah. Semoga melalui permenungan APP ini, umat dapat terbantu dalam membina pertobatan agar semakin erat bersatu dengan Kristus, bertumbuh dalam iman dan akhirnya kita pun siap sedia diutus menjadi saksi-Nya. Berkah
Dalem. Tuhan memberkati.

Catatan bagi Pemandu APP KAS 2024 :

  1. Pertemuan-pertemuan untuk mendalami Tema APP tahun 2024 dengan tema “Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah dalam Kesaksian” akan dilaksanakan sebanyak 5 (lima) kali.
  2. Pertemuan-pertemuan pendalaman tema APP 2024 dilaksanakan di lingkungan dan dihadiri oleh seluruh komponen umat : orang tua, kaum muda, remaja, anak-anak.
  3. Para Pemandu APP Paroki bersama dengan panitia APP Paroki bisa menyesuaikan kembali buku panduan ini jika dirasa kurang relevan dengan situasi setempat. Susunan pertemuan, lagu-lagu, doa dan ilustrasi pemantik sarasehan dimungkinkan untuk diganti sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
  4. Para Pemandu APP paroki diharapkan mempersiapkan sungguh-sungguh bersama dengan Pemandu lain (di tingkat wilayah/stasi, maupun paroki).

Download Buku Panduan APP 2024 (KLIK)

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 25:31-46 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Im. 19:1-2. 11-18; Mazmur: 19:8.9.10.15; R: Yoh 6:64b; PEKAN PRAPASKAH I (U); St.Marselus; St.Konradus dr Piacenza;

BACAAN I

Im 19:1
TUHAN berfirman kepada Musa:

Im 19:2
“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

Im 19:11
Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.

Im 19:12
Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Im 19:13
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.

Im 19:14
Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.


Im 19:15
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.


Im 19:16
Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

Im 19:17
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Im 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024

Mzm 19:8
(19-9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.

Mzm 19:9
(19-10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,

Mzm 19:10
(19-11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama Dia, la akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan la akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. la akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang,

kamu memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Lalu orang-orang benar itu akan menjawab Dia: Tuhan, kapan kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Kapan kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Kapan kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Raja itu akan menjawab mereka: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab…)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2024, Bacaan Injil

Pada hari ini Yesus menyapa sekaligus mengingatkan kita bahwa pada akhir zaman kita semua akan diadili berdasarkan perbuatan kita kepada sesama. Sebab segala sesuatu yang kita lakukan kepada orang kecil, kita lakukan bagi Sang Raja sendiri. Filosofi perbuatan kasih kepada orang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel merupakan perbuatan yang kita lakukan untuk Yesus, Sang Raja Segala Raja.

Dengan kata lain, pada wajah orang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel kita melihat wajah Yesus sendiri. Dalam Gereja kita mengenal tujuh karya belas kasih jasmani, yakni memberi makan orang yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, memberi tumpangan kepada orang asing, menyembuhkan/merawat orang sakit, melawat orang yang ada dalam penjara, dan menguburkan orang yang meninggal.

Perbuatan kasih yang diajarkan Yesus ini membawa kita kepada kekudusan. Melalui Musa Tuhan berkata, “Hendaklah kamu kudus, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Im. 19:2), Kita dapat mencapai kekudusan itu dengan melakukan perbuatan kasih yang nyata kepada sesama yang ada di sekitar kita. Tentu saja dengan melakukan perintah Tuhan, kita melakukan kasih kepada sesama dan inilah jalan bagi kita untuk mencapai kekudusan. Marilah kita berusaha untuk menakar kualitas kasih kita kepada sesama dalam masa Prapaskah ini.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024

.

.

Ya Tuhan, ampunilah kami yang terkadang tidak berempati kepada sesama. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024, Bacaan Injil Markus 1:12-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 9:8-15; Mazmur: 25:4b-5ab. 6-7bc. 8-9; R:10a; Bacaan II: 1Ptr. 3:18-22; PEKAN PRAPASKAH I (U); St.Flaviarus; B.Fransiskus Regis Clet; St.Regis;

BACAAN I

Kej 9:8
Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:

Kej 9:9
“Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,

Kej 9:10
dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.

Kej 9:11
Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”

Kej 9:12
Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:

Kej 9:13
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Kej 9:14
Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,

Kej 9:15
maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024

Mzm 25:4
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.

Mzm 25:5
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Mzm 25:6
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Mzm 25:7
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Mzm 25:8
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Mzm 25:9
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024

Sekali peristiwa Roh mendesak Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu selama empat puluh hari Yesus dicobai oleh Iblis. la tinggal bersama dengan binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes ditahan datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2024, Bacaan Injil

Kita memasuki hari Minggu Prapaskah Pertama. Biasanya, orang mengenal hari Minggu Prapaskah Pertama ini sebagai hari “Minggu Pencobaan” karena kita mendengar kisah Yesus yang mengalami tiga pencobaan dari iblis di padang gurun, dan Dia menang atas pencobaan-pencobaan itu. Pada Malam Paskah nanti kita akan membarui janji baptis kita dengan mengatakan secara lantang bahwa kita menolak godaan-godaan setan dalam bentuk takhayul, perjudian, dan hiburan yang tidak sehat.

Injil hari ini mengisahkan secara singkat Yesus dipimpin oleh Roh ke padang gurun. Yesus tinggal di padang gurun selama empat puluh hari dan empat puluh malam, serta dicobai iblis. Digambarkan bahwa di sana Yesus berada di antara binatang liar, dan malaikat-malaikat datang untuk melayani-Nya. Pencobaan ini dialami Yesus sebelum ia mewartakan Injil. Pengalaman Yesus mirip dengan pengalaman Musa dan Elia yang mendapat perlindungan Tuhan dari bahaya binatang buas. Yesus adalah Musa baru, Elia baru yang menguasai padang gurun dan menjadi pemenang. Yesus mengalami pencobaan sebelum mewartakan Injil dan menyerukan pertobatan.

 

Tuhan Yesus senantiasa menyerukan pertobatan bagi kita semua. Dalam dunia Perjanjian Lama, manusia jatuh ke dalam dosa. Mereka tidak tahan terhadap godaan-godaan dalam hidup mereka. Karena itu, mereka berkali-kali jatuh ke dalam dosa. Peristiwa air bah membarui generasi manusia lama ke generasi manusia baru. Tuhan pun mengikat perjanjian dengan Nuh dan keturunannya. Tuhan menunjukkan kerahiman-Nya. Karena itu, la berjanji bahwa sejak saat itu tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi (Kej. 9:11). Tentu saja Tuhan menghendaki adanya pertobatan sungguh dari Nuh dan keturunannya.

Mari kita menata pertobatan kita karena Allah begitu berbelas kasih kepada kita. Air bah dan bahtera merupakan sarana untuk menyelamatkan keluarga Nuh. Air bah melambangkan pembaptisan yang menyelamatkan kita. Dalam Bacaan Kedua, Santo Petrus mengatakan bahwa dengan air pembaptisan kita sebagai umat beriman diselamatkan dengan pengantaraan Yesus Kristus. Santo Petrus menulis, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — melalui kebangkitan Yesus Kristus…” (1Ptr. 3:21-22). Mari kita menyadari diri sebagai orang yang dibaptis dan siap untuk menata pertobatan kita pada masa Prapaskah ini.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024

.

.

Tuhan, bantulah kami untuk sungguh bertobat dan percaya kepada Injil-Mu. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024, Bacaan Injil Lukas 5:27-32 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 58:9-14; Mazmur: 80:1-2. 3-4. 5-6, R:11a; HARI SABTU SESUDAH RABU ABU (U) St.Teodulus; St.Bonfilio; St.Silvinus; St.Nisephorus;

BACAAN I

Yes 58:9
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

Yes 58:10
apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

Yes 58:11
TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

Yes 58:12
Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

 

Yes 58:13
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

Yes 58:14
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024

Mzm 86:1
Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

Mzm 86:2
Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

Mzm 86:3
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

Mzm 86:4
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

Mzm 86:5
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

Mzm 86:6
Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus pergi ke luar, dan melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di tempat pemungutan cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Kemudian Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus katanya, “Mengapa kamu makan dan minum bersama pemungut cukai dan orang berdosa?” Jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2024, Bacaan Injil

Pertobatan itu indah ketika kita dengan sadar meninggalkan hidup yang lama dan menyambut hidup yang baru. Meninggalkan hidup yang lama memang bukanlah hal yang mudah karena kita sudah merasa nikmat berada dalam zona nyaman. Namun, ketika kita bisá meninggalkannya, kita akan menjadi manusia baru, pribadi yang bebas untuk membaktikan diri bagi Tuhan dan sesama. Masa Prapaskah ini haruslah menjadi masa penting untuk mengatakan, “Selamat tinggal hidupku yang lama; Selamat datang hidupku yang baru.”

Pada hari ini kita bertemu dengan sosok Lewi, sang pemungut cukai. Yesus menjumpainya saat dia sedang bekerja sebagai pemungut cukai. Yesus memanggil dia dengan berkata, “Ikutlah Aku.” Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia (Luk.5:28). Lewi meninggalkan hidup lama dan memulai hidup baru dengan rasa syukur. la menjamu Yesus bersama rekan-rekan pemungut cukai lain dan orang-orang yang lain. Mereka semua duduk dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.

 

Salah satu tujuannya adalah Lewi hendak mengajak rekan-rekannya sesama pemungut cukai untuk meninggalkan hidup lama dan bahagia dalam hidup baru bersama Kristus. Proses transformasi ini tidak dipandang positif oleh kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat yang tetap melihat Lewi dan rekan-rekannya sebagai pemungut cukai, bukan sebagai ciptaan baru dalam Kristus. Ini benar-benar menjadi warna pertobatan.

Warna pertobatan juga ada dalam pikiran Nabi Yesaya, yakni orang yang bertobat adalah mereka yang berubah dengan tidak lagi mengenalkan kuk kepada sesama dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, orang-orang lapar diperhatikan dan memuaskan hati orang yang tertindas. Pertobatan berarti berusaha untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Menurut Nabi Yesaya, buah pertobatan adalah “Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memenuhi kebutuhanmu di tanah yang gersang, serta membarui kekuatanmu. Engkau akan seperti kebun yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan” (Yes. 58:11). Mari kita mengisi Retret Agung masa Prapaskah ini dengan semangat untuk bertobat.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024

.

.

Tuhan, bantulah kami untuk membangun semangat pertobatan yang sungguh dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 9:14-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 58:1-9a; Mazmur: 51:3-4. 5-6a. 18-19; R:19a; HARI JUMAT SESUDAH RABU ABU (U); Onesimus; St.Porforius; B.Simon dr Cascia, Im;

BACAAN I

Yes 58:1
Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

Yes 58:2
Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:

Yes 58:3
“Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.

Yes 58:4
Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

Yes 58:5
Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?

 

Yes 58:6
Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

Yes 58:7
supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Yes 58:8
Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

Yes 58:9
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024

Mzm 51:3
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Mzm 51:4
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Mzm 51:5
(51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Mzm 51:6
(51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Mzm 51:18
(51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Mzm 51:19
(51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Namun, akan datang harinya mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2024, Bacaan Injil

Kita memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Namun, Allah sungguh luar biasa. la tidak melihat kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan manusiawi kita. Bagi-Nya, kita adalah ciptaan yang paling mulia. Karena itu, la sungguh mencintai kita. Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh. 15:13-14). Yesus adalah Anak Allah. la merelakan diri menjadi manusia dalam peristiwa inkarnasi dan menyapa kita sebagai sahabat-sahabat-Nya.

Pada hari ini kita mendengar kisah Yesus yang sangat menarik perhatian kita. Ketika itu para murid Yohanes datang dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid- murid-Mu tidak?” (Mat.9:14). Para murid Yohanes kelihatan taat hukum dan mau supaya murid Yesus serupa dengan mereka. Reaksi Yesus terhadap pertanyaan mereka sangat membanggakan kita, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Namun, akan datang harinya mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat. 9:15). Kita berbangga karena apa pun diri kita, kita tetaplah sahabat mempelai, sahabat Yesus.

 

Pertanyaan pada murid Yohanes juga menjadi sebuah pertanyaan dalam dunia Perjanjian Lama. Dalam Bacaan Pertama kita menemukan pertanyaan ini, “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya? …” (Yes. 58:3). Nabi Yesaya mengatakan bahwa pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena, mengadakan hari merendahkan diri.

Sebagai nabi, Yesaya menyampaikan puasa yang dikehendaki Tuhan, “Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yes. 58:6-7). Berpuasa berarti mengasihi.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024

.

.

Tuhan, bantulah kami untuk memahami dan melaksanakan puasa yang benar sehingga masa tobat ini benar-benar mengubah hidup kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024, Bacaan Injil Lukas 9:22-25 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I:Ul. 30:15-20; Mazmur: 1:1-2,3,4,6, R:40.5a; HARI KAMIS SESUDAH RABU ABU (U); St.Klaudius de la Colombiere; St. Sigfridus;

BACAAN I

Ul 30:15
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Ul 30:16
karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Ul 30:17
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

Ul 30:18
maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

Ul 30:19
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

Ul 30:20
dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024

Mzm 1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Mzm 1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mzm 1:3
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mzm 1:4
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Mzm 1:6
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Yesus berkata kepada mereka semua, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi, siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2024, Bacaan Injil

Penderitaan Kristus haruslah menjadi penderitaan kita. Berkaitan dengan ini, Santo Paulus berkata, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu Gereja” (Kol. 1:24).

Pada hari ini Yesus menyapa kita agar kita memahami makna penderitaan-Nya. la dengan terbuka dan berterus terang berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk. 9:22). Yesus mengetahui bahwa la akan menanggung banyak penderitaan, tetapi la tidak menyerah. la mengalami penolakan, tetapi la tidak membalasnya dengan menolak kita.

la bahkan dibunuh, serta mengalahkan maut dan kematian dengan bangkit pada hari ketiga. Konsekuensinya, kita yang mengikuti jejak-Nya harus berusaha untuk semakin serupa dengan Dia. Berkaitan dengan ini, Yesus berkata, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Aku” (Luk. 9:23). Menderita bersama Kristus, serupa dengan Dia, kehilangan nyawa karena Dia membawa konsekuensi pada keselamatan abadi bagi diri kita.

Dalam Bacaan Pertama, kita semua dihadapkan pada pilihan-pilihan tertentu, dari pilihan positif hingga pilihan negatif. Pilihan-pilihan hidup yang ekstrem positif dan negatif bermuara pada satu hal, yaitu mengasihi Allah serta melakukan perintah dan ketetapan-Nya. Dalam masa Prapaskah ini, hidup Kristiani kita bermakna jika kita sungguh-sungguh bertobat dan kembali kepada Tuhan. Semoga karya amal kasih, doa, dan puasa kita membuahkan hasil yang melimpah dalam kehidupan rohani kita.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024

.

.

Tuhan, bantulah kami untuk bertahan dalam penderitaan dan kemalangan yang kami hadapi setiap hari. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 6:1-6, 16-18 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yl. 2:12-18; Mazmur: 51:3-4, 5-6a. 12-13. 14. 17, R:3a; Bacaan II: 2Kor. 5:20-6:2; RABU ABU (U) – Puasa dan Pantang; Pw St.Syrilus dan Metodius, Usk; St. Maro; Valentine Day;

BACAAN I

Yl 2:12
“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.”

Yl 2:13
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Yl 2:14
Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu.

Yl 2:15
Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya;

Yl 2:16
kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya;

Yl 2:17
baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: “Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?”

Yl 2:18
TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024

Mzm 51:3
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Mzm 51:4
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Mzm 51:5
(51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Mzm 51:6
(51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Mzm 51:12
(51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Mzm 51:13
(51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Mzm 51:14
(51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Mzm 51:17
(51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “lngatlah, jangan kamu mengamalkan kesalehanmu di depan umum supaya dilihat orang, karena jika melakukan demikian, kamu tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau menggembar-gemborkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya.

Namun, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmnu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Namun, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Namun, apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2024, Bacaan Injil

Selamat memasuki Retret Agung 2024. Selama 40 hari ke depan, kita akan mengisi Retret Agung kita ini dengan berpuasa dan berpantang. Biasanya, hari-hari ini umat akan rajin bertanya kepada para pastor tentang puasa dan pantang, meskipun Bapa Uskup sendiri telah menulis Surat Gembala tentang peraturan pantang dan puasa bagi umat Katolik di keuskupannya masing-masing. Berkaitan dengan puasa yang benar, Santo Yohanes Krisostomus berkata,

“Janganlah hanya mulutmu yang berpuasa, tetapi juga mata, telinga, kaki, tangan, dan seluruh anggota tubuhmu. Hendaklah tangan berpuasa, dengan tidak melakukan ketamakan dan keserakahan. Juga kaki berpuasa, berhenti mengejar dosa. Mata berpuasa, mendisiplinkan diri untuk tidak memelototi apa yang berdosa. Telinga berpuasa, tidak mendengarkan pembicaraan jahat dan gosip. Mulut berpuasa dari kata-kata kotor dan kritik yang tidak adil (fitnah, celaan).”

Perkataan orang kudus ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Yoel dalam Bacaan Pertama, “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab la pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. la menyesal atas malapetaka yang hendak didatangkan-Nya” (Yl. 2:13). Kita berpuasa dan berpantang bukan sekadar urusan makan dan minum, tidak makan dan tidak minum. Puasa yang terpenting adalah soal hati, sebuah transformasi atau perubahan dalam hati kita.

 

Maka, apa yang harus kita lakukan dalam masa Retret Agung ini? Paling tidak, kita semua diajak untuk melakukan tiga hal. Pertama, kita diajak untuk melakukan karya amal kasih. Dalam melakukan karya amal kasih ini, perhatian kita terutama tercurah pada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Kedua, kita diajak untuk semakin bertumbuh dalam doa menjadi sebuah kebutuhan kita, bukan sekadar sebuah kewajiban. Ketiga, kita diajak untuk berpuasa sabagai tanda pertobatan kita kepada Tuhan.

Pada hari pertama Retret Agung ini, kita semua diajak untuk menyadarí kefanaan diri kita. Kita diingatkan, “Dari debu dan akan kembali menjadi debu.” Atau, seraya menengadah ke langit kita berseru kepada Tuhan, “Hanya debulah aku, di alas kaki-Mu Tuhan.” Itulah seruan tobat bagi kita di hadirat Tuhan. Marilah kita bertobat dan senantiasa membarui diri kita.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024

.

.

Tuhan, anugerahkanlah pertobatan di dalam hati kami supaya kami dapat beramal, berdoa, dan berpuasa dengan baik. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024, Bacaan Injil Markus 8:14-21 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yak. 1:12-18; Mazmur: 94:12-13a. 14-15. 18-19; R:12a; PEKAN BIASA VI (H); St.Yullanus dr Antiokhia; Sta.Kristina dr Spoleto; B.Yordanus dr Saksonia;

BACAAN I

Yak 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yak 1:13
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Yak 1:14
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Yak 1:15
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Yak 1:16
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Yak 1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Yak 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024

Mzm 94:12
Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu,

Mzm 94:13
untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik.

Mzm 94:14
Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;

Mzm 94:15
sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

Mzm 94:18
Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.

Mzm 94:19
Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024

Pada suatu hari murid-murid lupa membawa roti. Hanya ada satu roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Mereka pun memperdebatkan di antara mereka bahwa hal itu dikatakan-Nya karena mereka tidak mempunyai roti. Ketika Yesus mengetahui hal itu, la berkata, “Mengapa kamu memperdebatkan bahwa hal itu Kukatakan karena kamu tidak mempunyai roti? Belum jugakah kamu paham dan mengerti? Masih degilkah hatimu?

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” “Pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu kata-Nya kepada mereka, “Belum mengertikah kamu?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2024, Bacaan Injil

Pada hari ini Yesus mengingatkan para murid-Nya agar mawas diri supaya mereka tidak jatuh ke dalam dosa. la berkata, “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Kita perlu ketahui bahwa istilah ragi digunakan untuk melukiskan sesuatu yang kecil, tetapi berpengaruh besar. Sedikit ragi dapat membuat adonan menjadi besar. Santo Paulus menggunakan kata ragi untuk melukiskan kekuatan tersembunyi yang jahat, menyebar, dan merusak orang.

Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu bahwa sedikit ragi membuat seluruh adonan mengembang? Para penginjil menggunakan kata ragi kaum Farisi dan ragi Herodes untuk menunjukkan sifat kepura-puraan. Kaum Farisi secara berlebihan memerhatikan hal-hal lahiriah dalam hidup beragama, tetapi mengabaikan hal-hal rohani mendasar yang lebih penting. Ragi Herodes adalah semangat keduniawian, yang dikuasai oleh kesenangan dan ambisi politik dalam diri manusia. Dengan pemahaman seperti ini, wajarlah kalau Yesus mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap ragi Farisi dan ragi Herodes.

Kita sering tidak luput dari godaan-godaan dalam hidup kita. Kita sering kali tidak mawas diri terhadap berbagai hal yang ada di sekitar kita. Satu hal yang penting adalah kemampuan kita untuk bertahan dalam setiap pencobaan karena setiap orang bisa terpikat oleh keinginannya sendiri. Santo Yakobus berkata, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12).

Apakah kita pernah berpura-pura dalam beriman? Dewasa ini, ragi Farisi dan ragi Herodes itu masih ada. Maka, pandai-pandailah membaca tanda-tanda zaman dan waspadalah.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024

.

.

Ya Tuhan, bantulah kami agar mampu membangun kebersamaan secara tulus, tanpa berpura-pura. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024, Bacaan Injil Markus 8:11-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yak. 1:1-11; Mazmur: 119:67. 68,71,72. 75,76; Ref:77a; PEKAN BIASA VI (H); Sta.Marina, St.Benediktus dr Anlane; St.Gaudensius; B.Humbelina;

BACAAN I

Yak 1:1
Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.

Yak 1:2
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Yak 1:3
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Yak 1:4
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Yak 1:5
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, ?yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit?,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Yak 1:6
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Yak 1:7
Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Yak 1:8
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Yak 1:9
Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,

Yak 1:10
dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.

Yak 1:11
Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024

Mzm 119:67
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.

Mzm 119:68
Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Mzm 119:71
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

Mzm 119:72
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.

Mzm 119:75
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.

Mzm 119:76
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan mulai berdebat dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari Dia suatu tanda dari surga. Lalu mendesahlah la dalam hati-Nya dan berkata, “Mengapa orang-orang zaman ini meminta tanda? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kepada orang-orang ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” la meninggalkan mereka, lalu la naik lagi ke perahu dan bertolak ke seberang.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2024, Bacaan Injil

Kita dapat membayangkan ketenaran Yesus di Galilea pada masa itu. la begitu berkuasa menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka yang lumpuh bisa berjalan, yang tuli bisa mendengar, yang buta bisa melihat, yang gagap bisa berbicara dengan lancar, yang kerasukan roh jahat bisa sembuh, dan yang mati bisa dibangkitkan. Semua ini dilakukan-Nya di hadapan banyak orang dan mereka takjub kepada-Nya. Apakah semua perbuatan baik Yesus ini membuat mereka percaya kepada-Nya? Ternyata, tidak semuanya percaya. Ada di antara mereka yang malah meminta dari Dia sebuah tanda dari surga.

Mempertanyakan kuasa Tuhan masih merupakan kebiasaan manusia masa kini. Ada begitu banyak orang yang selalu menguji kuasa Tuhan dalam hidup mereka. Mungkin kita juga termasuk dalam kelompok ini. Mereka serupa dengan orang-orang Farisi yang datang untuk bersoal jawab dengan Yesus. Mereka malah nmencobai Dia dengan meminta dari-Nya suatu tanda dari surga. Yesus mengeluh dan kecewa karena segala sesuatu sudah dilakukan-Nya. Karena itu, la bertanya, “Mengapa orang-orang zaman ini meminta tanda? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kepada orang-orang ini sekali-kali tidak akan diberi tanda” (Mrk. 8:12).

 

Sering kali kita pun serupa dengan Yesus yang mengalami kekecewaan dalam hidup dan pelayanan kita. Kadang-kadang kita juga merasakan dan mengalami tidak adanya ungkapan terima kasih atau apresiasi apa pun dari orang-orang yang kita layani atau yang kita bantu. Yesus sudah mengalaminya dan kita tidak perlu harus bersungut-sungut atau menuntut. Semua ini adalah pencobaan dalam hidup kita. Santo Yakobus mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, serta tidak kekurangan apa pun (Yak. 1:2-4).” Kalau kita hanya tinggal dalam godaan dan pencobaan maka kita tidak akan maju, dalam hidup pribadi dan panggilan kita. Santo Yakobus mendorong kita untuk berani meminta kepada Tuhan dalam iman dan menjadi rendah hati. Tuhan pernah kecewa maka kita jangan menambah kekecewaan-Nya.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2024

.

.

Tuhan, tutur kata, perilaku, dan sikap kami sering kali mengecewakan-Mu. Kami juga sering kali mencobai-Mu dengan meminta tanda. Ampunilah kami Tuhan. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

You cannot copy content of this page