Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2024, Bacaan Injil Matius 21:33-43. 45-46 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 37:3-4. 12-13a. 17b-28; Mazmur: 105:16-17. 18-19. 20-21: R:5a; PEKAN PRAPASKAH II (U); Sta.Magdalena dr Kanossa;

BACAAN I

Kej 37:3
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Kej 37:4
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Kej 37:12
Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.

Kej 37:13
Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: “Ya bapa.”

Kej 37:17
Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

Kej 37:18
Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.

Kej 37:19
Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!

Kej 37:20
Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”

 

Kej 37:21
Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “Janganlah kita bunuh dia!”

Kej 37:22
Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia” ?maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.

Kej 37:23
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.

Kej 37:24
Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

Kej 37:25
Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

Kej 37:26
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?

Kej 37:27
Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

Kej 37:28
Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2024

Mzm 105:16
Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,

Mzm 105:17
diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.

Mzm 105:18
Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi,

Mzm 105:19
sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.

Mzm 105:20
Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya.

Mzm 105:21
Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2024

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi, “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Ada seorang tuan tanah yang membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. la menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada petani-petani lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia mengutus hamba-hambanya kepada petani-petani itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

Namun, petani-petani itu menangkap hamba-hambanya itu. Mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain, dan melempari yang lain lagi dengan batu. Kemudian tuan itu mengutus pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya ia mengutus anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Ketika petani-petani itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Inilah ahli warisnya, mari kita bunuh dia, dan kita miliki warisannya. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.

Apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya terhadap petani-petani itu?” Kata mereka kepada-Nya, “la akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada petani-petani lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab…)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2024, Bacaan Injil

Yesus menegur dengan perumpamaan mengenai para pekerja yang menggarap kebun anggur yang dibuka seorang tuan. Namun, para pekerja itu justru merampas apa yang menjadi milik tuan mereka, bahkan sampai menyiksa dan membunuh utusan tuan itu.

Perumpamaan ini sungguh menampar para imam kepala dan tua-tua Yahudi. Karena sebagian besar dari mereka adalah pemimpin agama, namun justru mengambil keuntungan untuk pribadi mereka.

Peringatan dan teguran Yesus ini juga menjadi refleksi bagi yang mempersembahkan diri dalam tugas-tugas pelayanan, baik di Gereja maupun di tengah masyarakat. Melayani di mana pun sungguh sangat baik. Namun, pelayanan ini harus didasari dengan kerendahan hati dan pengorbanan.

Tanda-tanda pelayanan seperti para penggarap kebun anggur adalah mudah tersinggung kalau tidak didengarkan; marah kalau namanya tidak disebut; jengkel kalau ada yang melangkahi; sakit hati kalau tidak ada yang memuji. Akhirnya, tidak ada sukacita dalam pelayanan.

Marilah menjadi pelayan yang penuh sukacita. Hanya Tuhan yang harus dimuliakan. Jangan merampas kemuliaan Allah. Pada Jumat Pertama ini, marilah kita memohon kepada Tuhan Yesus agar menjadikan hati kita seperti hati-Nya Yang Maha Kudus; hati yang lemah-lembut, penuh kasih, dan sukacita.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024

.

.

Ya Bapa, kami bersyukur atas pelayanan yang Engkau anugerahkan kepada kami. Tuntunlah kami dengan terang Roh-Mu sehingga kami dapat melayani dengan rendah hati dan sukacita. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024, Bacaan Injil Lukas 16:19-31 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 17:5-10; Mazmur: 1:1-2, 3, 4, 6 R: 40:5a; PEKAN PRAPASKAH II (U);

BACAAN I

Yer 17:5
Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Yer 17:6
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Yer 17:7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Yer 17:8
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Yer 17:9
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Yer 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024

Mzm 1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Mzm 1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mzm 1:3
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mzm 1:4
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Mzm 1:6
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang yang kaya, yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Ada pula seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu.

Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lalu ia berseru: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat menderita dalam nyala api ini. Namun, Abraham berkata: Anakku, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk.

Sekarang di sini ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain itu, di antara kami dan kamu terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Februari 2024, Bacaan Injil

Masa Prapaskah merupakan sebuah Retret Agung untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan dan senantiasa berharap kepada-Nya. Berharap kepada Tuhan berarti kita mengandalkan kasih dan kuasa-Nya, bukan mengandalkan diri kita sendiri.

Orang yang memiliki harapan besar pada Tuhan akan mengandalkan dan menaruh seluruh harapannya kepada Dia. Tentang orang yang berharap pada Tuhan ini, Nabi Yeremia berkata, “la akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai, dan tidak takut akan datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kekeringan, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (Yer. 17:8).

Orang yang mengandalkan dirinya sendiri akan merendahkan Tuhan. Sebab itu, “la akan seperti semak gundul di padang belantara, ia tidak akan melihat datangnya keadaan baik: ia akan tinggal di tanah tandus di padang gurun, di padang garam yang tidak berpenduduk” (Yer. 17:6).

Dalam Injil, kita mendengar kisah Lazarus miskin yang seluruh hidupnya penuh penderitaan, tetapi menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Dalam bahasa lbrani, nama Lazarus adalah Eleazar yang berarti “Allah telah menolong”.

Dikisahkan bahwa ada seorang kaya tanpa nama yang hidup dalam kelimpahan, namun tidak berempati dengan orang miskin yang disapa sebagai Lazarus. Ciri khas Lazarus adalah ‘badan penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya’. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Lihatlah seorang miskin yang hidup di hadapan orang kaya yang pelit. Kita yang membaca perikop Injil ini merasa sedih karena orang kaya ini tidak memiliki hati nurani dan empati kepada orang-orang miskin. Bagaimana dengan kita?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024

.

.

Tuhan, mampukan kami untuk tetap mengandalkan-Mu dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 20:17-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 18:18-20; Mazmur: 31:5-6. 14. 15-16; R:17b; PEKAN PRAPASKAH II (U); Sta.Antonia, St.Hilarus;

BACAAN I

Yer 18:18
Berkatalah mereka: “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!”

Yer 18:19
Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku!

Yer 18:20
Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024

Mzm 31:5
(31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Mzm 31:6
(31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.

Mzm 31:14
(31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”

Mzm 31:15
(31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!

Mzm 31:16
(31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024

Pada waktu Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem, la memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan, “Sekarang, kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi hukuman mati kepada-Nya. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa lain, supaya la diolok- olok, dicambuk, dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga la akan dibangkitkan.”

Kemudian datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu ia sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu dan seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Namun, Yesus menjawab, kata-Nya. “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum dari cawan yang akan Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya. “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka. “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Tempat itu akan diberikan kepada orang-orang yang ditentukan oleh Bapa-Ku.” Mendengar hal itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab..)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2024, Bacaan Injil

Hari ini kita bertemu dengan Nabi Yeremia yang sangat vokal. la memberikan banyak kritik sosial kepada orang-orang sezamannya agar mereka berlaku adil dan jujur. Karena itu, banyak orang tersinggung dan berniat jahat terhadapnya. Anehnya, mereka yang berencana jahat merupakan orang-orang dekatnya. Mereka bersepakat untuk melawan Nabi Yeremia.

Apa reaksi Nabi Yeremia terhadap persekongkolan ini? la tidak mengandalkan dirinya sendiri. Sebaliknya, ia mengandalkan Tuhan. la memohon supaya Tuhan memerhatikan dan mendengarkan doa serta pengaduannya. la bahkan memohon supaya Tuhan tidak memberikan hukuman kepada mereka yang memusuhinya. Yeremia tidak mau membalas kejahatan dengan kejahatan. la berdoa supaya Tuhan membalas kejahatan mereka dengan kebaikan. Amarah Tuhan pun menjadi surut karena doa-doa Yeremia.

Masa Prapaskah adalah masa kita merenungkan penderitaan Yesus. la berbicara terus terang tentang penderitaan-Nya dalam Bacaan Injil hari ini. Yesus mengatakan dengan terus terang tentang Paskah-Nya, mulai dari penderitaan hingga kebangkitan-Nya yang mulia. Ia mengajak kita untuk bertahan dalam penderitaan dengan meletakkan seluruh harapan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus menderita untuk memberikan keselamatan kepada kita semua. Kita diingatkan untuk meminta kepada Tuhan apa yang dikehendaki-Nya, bukan sebaliknya.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024

.

.

Tuhan, semoga penderitaan yang kami alami semakin menyemangati kami untuk tetap menjadi murid-Mu. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 23:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 1:10.16-20; Mazmur: 50:8-9. 16bc. 17.21. 23; R:23b; PEKAN PRAPASKAH II (U); St.Gabriel Possenti; St.Leander;

BACAAN I

Yes 1:10
Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!

Yes 1:16
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,

Yes 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Yes 1:18
Marilah, baiklah kita berperkara! ?firman TUHAN?Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Yes 1:19
Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.

Yes 1:20
Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024

Mzm 50:8
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?

Mzm 50:9
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,

Mzm 50:16
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

Mzm 50:17
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

Mzm 50:21
Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

Mzm 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu, lakukan dan peliharalah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri sedikit pun tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksudkan untuk dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

mereka suka diberi hormat di pasar dan suka dipanggil orang ‘Rabi’. Tetapi, kamu, janganlah kamu disebut ‘Rabi’. Sebab, hanya satu Gurumu dan kamu semua adalah saudara. Janganlah menyebut siapa pun bapakmu di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga.

Janganlah kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Siapa saja yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Siapa saja yang merninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2024, Bacaan Injil

Untuk bisa berbuat baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama, kita perlu belajar dari pengalaman hidup. Itu dimulai dari dalam keluarga kita masing-masing. Berkaitan dengan itu, orangtua adalah pendidik pertama dan utama. Seorang anak bisa berbuat baik jika ia menyaksikan dan mengalami ayah dan ibunya berbuat baik terhadap satu sama lain.

Hari ini, seruan dan ajakan Nabi Yesaya dalam Bacaan Pertama mengingatkan supaya kita membangun semangat pertobatan dengan berbuat baik. Seruan sekaligus ajakan Nabi Yesaya ini penting untuk direnungkan dalam konteks pertobatan. Bertobat berarti membersihkan diri dari segala perbuatan jahat; dan sebagai gantinya, kita berbuat baik dan membangun keadilan.

Hal penting lainnya adalah pelayanan kasih kepada orang-orang kecil, seperti membela hak hidup anak-anak dan perkara para janda. Yesus sendiri mengatakan bahwa apa yang kita lakukan bagi kaum kecil, kita melakukannya untuk Dia sendiri. Orang-orang kecil adalah Yesus yang kita layani.

Yesus mengetahui situasi hidup kita sehingga la mengajak kita untuk membuang sikap munafik di dalam hidup pribadi kita sehari-hari. Janganlah kita seperti para ahli Taurat dan kaum Farisi yang hanya pandai mengajarkan sesuatu, tetapi tidak mempraktikkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Yesus mengatakan bahwa mereka ini sudah menduduki kursi Musa. Mereka berlaku seolah-olah menjadi Musa yang berbicara atas nama Tuhan kepada umat Israel. padahal hidup mereka jauh dari Musa. Mereka hanya berteori, tetapi tidak melakukannya dalam hidup mereka: Karena itu, Yesus berpesan kepada para murid-Nya supaya mengikuti segala sesuatu yang diajarkan oleh para ahli Taurat dan kaum Farisi itu, tetapi tidak mengikuti apa yang mereka lakukan. Pesan yang sama ditujukan juga kepada kita.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024

.

.

Tuhan, semoga kami selalu tergerak untuk berbuat baik kepada sesama. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024, Bacaan Injil Lukas 6:36-38 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan. 9:4b-10; Mazmur: 79:8. 9, 11. 13; R:103:10a; PEKAN PRAPASKAH II (U); St.Alexandra; St.Didakus Carvalho;

BACAAN I

Dan 9:4
Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Dan 9:5
Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,

an 9:6
dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.

Dan 9:7
Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.

Dan 9:8
Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.

Dan 9:9
Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,

Dan 9:10
dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024

Mzm 79:8
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.

Mzm 79:9
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Mzm 79:11
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!

Mzm 79:13
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024

“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah menghakimi, dan kamu pun tidak akan dihakimi. Janganlah menghukum, dan kamu pun tidak akan dihukum. Ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu. Sebab, ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu,”


.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2024, Bacaan Injil

Kahlil Gibran pernah berkata, “Kemurahan hati berarti memberikan sesuatu lebih dari yang kamu bisa, dan kebanggaan adalah mengambil lebih sedikit dari yang kamu perlukan.” Bermurah hati berarti memberikan sesuatu lebih dari kemampuan kita, memberi dari segala kekurangan kita.”

Hari ini Yesus menasihati kita untuk menghayati masa Prapaskah ini dengan bersikap murah hati kepada semua orang. Yesus berkata, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk. 6:36). Kita belajar bermurah hati dari Allah sendiri yang hadir dalam diri sesama kita yang miskin. Yesus mengingatkan kita untuk selalu bermurah hati, berani berbagi dengan sesama. Kita memberi dari kekurangan.

 

Ada orang yang sangat bermurah hati. Mereka tidak kenal lelah membantu sesama vang sangat membutuhkan, meskipun sesungguhnya mereka juga orang miskin. Mereka tidak memiliki beban sehingga leluasa hidup sebagai orang merdeka yang murah hati. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap orang-orang tertentu yang sangat sulit untuk bermurah hati. Mereka bersikap demikian bukan karena mereka tidak memiliki suatu apa pun, melainkan karena mereka memiliki ketakutan, yakni takut menjadi miskin.

Padahal, kebahagiaan kita bukan terletak pada seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa besar kemampuan kita untuk berbagi, bermurah hati dengan sesama manusia. Tuhan tetap dan senantiasa bermurah hati kepada kita, mengapa kita masih kesulitan dalam bermurah hati? Mengapa masih banyak orang yang pelit dan hanya ingat dirinya sendiri?

Kemurahan Tuhan dapat dirasakan melalui kesadaran diri sebagai orang berdosa dan membuka diri kepada pengampunan Tuhan. Perkataan dalam Kitab Daniel menyadarkan kita sebagai orang berdosa yang membutuhkan Tuhan, “Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu” (Dan 9.5). Tantangan bagi kita masa kini adalah begitu banyak orang sudah kehilangan perasaan sebagai orang berdosa. Mari kita jadikan masa Prapaskah ini sungguh-sungguh menjadi kesempatan bagi kita untuk mengalami kemurahan hati Tuhan.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024

.

.

Tuhan, mampukanlah kami untuk bermurah hati seperti Engkau sendiri, Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024, Bacaan Injil Markus 9:2-10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 22:1-2. 9a. 10-13. 15-18; Mazmur: 116:10. 15. 16-17.18-19. R:9; Bacaan II: Rm. 8:31b-34; PEKAN PRAPASKAH II (U); Sta.Walburga;

BACAAN I

Kej 22:1
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

Kej 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Kej 22:9
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Kej 22:10
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Kej 22:11
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

Kej 22:12
Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Kej 22:13
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Kej 22:15
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

Kej 22:16
kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri?demikianlah firman TUHAN?:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

Kej 22:17
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Kej 22:18
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024

Mzm 116:10
Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.”

Mzm 116:15
Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Mzm 116:16
Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!

Mzm 116:17
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

Mzm 116:18
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

Mzm 116:19
di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024

Rm 8:31
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Rm 8:32
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Rm 8:33
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Rm 8:34
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus berbicara tentang bagaimana la akan menderita sengsara. Sesudah itu la membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama mereka la naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan jubah-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang penatu pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu. Lalu tampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Rabi, sungguh baik kita berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

la tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Lalu datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.” Tiba-tiba sewaktu memandang sekeliling, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus memperingatkan mereka, supaya mereka jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang peringatan itu sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati”.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2024, Bacaan Injil

Kita berada dalam Pekan Kedua Masa Prapaskah. Pekan ini bisa disebut “Pekan Transfigurasi” karena permenungan kita berfokus pada Yesus yang bertransfigurasi atau yang berubah rupa di atas gunung yang tinggi. Peristiwa transfigurasi ini membantu permenungan kita dalam masa Retret Agung ini pada pribadi Yesus yang sebelumnya sudah mengatakan kepada para murid-Nya bahwa la akan pergi ke Yerusalem, menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah hari ketiga (Mrk. 8:31). Kali ini la sekali lagi berbicara tentang “bangkit dari antara orang mati”.

Penginjil Markus mengisahkan bahwa Yesus membawa tiga murid intinya, yakni Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk naik ke atas sebuah gunung yang tinggi. Di atas gunung itu, ketiga murid ini merasakan kebersamaan yang begitu intim dengan Yesus. Mereka mulai merasakan kebangkitan Yesus Kristus, meskipun belum memahaminya dengan sempurna. Untuk memperteguh iman para murid itu, tampil juga dua tokoh lain yang ikut bersaksi, yakni Nabi Elia dan Musa.

Elia mewakili para nabi yang sudah bernubuat tentang Mesias. Sementara Musa mewakili Torah yang pada intinya juga berbicara tentang Mesias, Dia yang akan mengurbankan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia. Peristiwa Yesus menampakkan kemuliaan-Nya membuat ketiga murid ini lebih fokus lagi pada Yesus dan mereka ‘hanya melihat Yesus seorang diri’.

 

Peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung yang tinggi ini merupakan penyingkapan identitas Yesus sebagai Anak Allah. Di sini para murid mendengar suara dari dalam awan, suara Bapa yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia” (Mrk.9:7). Dalam dunia ini ada banyak suara yang menjanjikan kenikmatan dan kesenangan hidup. Berada di tengah hiruk-pikuk suara-suara itu, kita harus mampu mendengarkan suara Tuhan sebagaimana para murid yang mendengarkan suara Bapa di gunung yang tinggi itu. Sebab hanya ada satu suara yang sungguh-sungguh menjamin kebahagiaan dan keselamatan sejati, yaitu suara Tuhan.

Sayangnya, kita sering kali tidak mampu mendengarkan suara Tuhan karena kita lebih memilih menyibukkan diri dengan persoalan-persoalan duniawi. Kita cenderung tinggal dalam zona nyaman seperti yang dialami Petrus, Yakobus, dan Yohanes, “betapa bahagianya kami berada di tempat ini” sehingga mereka enggan turun dari gunung itu.

 

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita perlu memiliki iman seperti Abraham, yang selalu siap memberikan segalanya kepada Tuhan, termasuk ketika Tuhan mencobai dia untuk mempersembahkan lshak, anaknya yang tunggal (Kej. 22:1). Orang beriman tidak akan takut terhadap suatu apa pun karena Tuhan menyertai mereka. Sebagai ganti Ishak, Tuhan menyiapkan seekor domba muda sebagai kurban persembahan. Tuhan juga memberikan berkat yang berlimpah kepada Abraham.

Keturunannya akan berlimpah dan kesejahteraan akan menjadi milik mereka. Kita tidak perlu takut karena Tuhan selalu berada di pihak kita (Rm. 8:31). Pada hari Minggu Prapaskah Kedua ini marilah kita berusaha untuk semakin mencintai dan mendengarkan Yesus. Dia adalah Anak yang dikasihi Bapa, dan Bapa menghendaki supaya kita mendengarkan Dia. Mampukah kita untuk senantiasa mendengarkan Yesus dalam hidup kita sehari-hari?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024

.

.

Tuhan Yesus, Engkau menampakkan kemuliaan-Mu di gunung yang tinggi. Ubahlah hidup kami agar semakin serupa dengan-Mu, semakin mengasihi dan mendengarkan Engkau. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 5:43-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ul. 26:16-19; Mazmur: 119:1-2, 4-5.7-8; R:1; PEKAN PRAPASKAH I (U); St.Montanus dan Lucius, dkk.

BACAAN I

Ul 26:16
“Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.

Ul 26:17
Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.

Ul 26:18
Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,

Ul 26:19
dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024

Mzm 119:1
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

Mzm 119:2
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,

Mzm 119:4
Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh.

Mzm 119:5
Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!

Mzm 119:7
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.

Mzm 119:8
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Kamu telah mendengar yang difirmankan: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Namun, Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka vang menganiaya kamu. Dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, sebab la menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat maupun orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar maupun orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apa lebihnya perbuatanmu? Bukankah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2024, Bacaan Injil

Tuhan memanggil kita semua untuk menjadi kudus. Pada hari ini kita mendengar ajakan Tuhan melalui Musa kepada bangsa Isarel supaya mereka bertumbuh dalam kekudusan. Apa yang harus mereka lakukan? Pertama, mereka harus setia untuk melaksanakan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Kedua, mereka perlu mendengar suara Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai Allah bagi bangsanya. Ketiga, bangsa Israel menjadi umat kesayangan-Nya karena bangsa ini setia melakukan perintah dan ketetapan-Nya. Kata kuncinya adalah jalan kekudusan bangsa ini ditempuh melalui kesetiaan untuk melakukan segala perintah dan ketetapan Tuhan. Kekudusan adalah milik kita juga ketika kita mengikuti jalan-jalan Tuhan, bukan jalan-jalan manusiawi kita.

 

Dalam Bacaan Injil Yesus menantang kita untuk mewujudkan kekudusan hidup dengan melewati ‘pintu yang sempit’. Yang dimaksudkan dengan ‘pintu yang sempit’ adalah kita harus mengasihi Allah dan sesama dengan unik. Yesus membuka jalan-jalan kekudusan kepada kita, misalnya ketika la berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Namun, Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:43-44). Kita mengasihi semua seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kasih kita harus lintas batas. Musuh pun harus kita kasihi. Ini memang sangat berat! Musuh kok dikasihi. Di sini Yesus tidak hanya berbicara, tetapi melakukannya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34).

Beranikah kita melakukan perintah kasih ini di dalam hidup kita sehari-hari? Beranikah setiap pasangan suami-istri tidak hanya menghitung-hitung kesalahan pasangannya, tetapi saling mengampuni dan saling menerima? Apakah para orangtua dapat mengasihi anak-anak dan anak-anak mengasihi orangtua mereka yang rewel dan menjengkelkan atau hanya duduk, lalu masing-masing menyusun litani kesalahan serta melupakan perbuatan kasih mereka?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024

.

.

Tuhan, mampukan kami untuk mengampuni sesama yang menyakiti hati kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 5:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 18:21-28; Mazmur: 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8; R:3; PEKAN PRAPASKAH I (U); Pw St.Polikarpus, UskMrt.; St.Willigis;

BACAAN I

Yeh 18:21
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Yeh 18:22
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

Yeh 18:23
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?


Yeh 18:24
Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik?apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.

Yeh 18:25
Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

Yeh 18:26
Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.

Yeh 18:27
Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.

Yeh 18:28
Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024

Mzm 130:1
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!

Mzm 130:2
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

Mzm 130:3
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

Mzm 130:4
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Mzm 130:4
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Mzm 130:5
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.

Mzm 130:6
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Mzm 130:7
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

Mzm 130:8
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Jika hidupmu tidak lebih benar daripada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kamu telah mendengar bahwa kepada nenek moyang kita dikatakan: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Namun, Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum; siapa yang mencaci maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat bahwa saudaramu sakit hati terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pengawal dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2024, Bacaan Injil

Masa Prapaskah adalah kesempatan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi. Kesempatan untuk menghindari dosa, setia pada perintah-perintah Tuhan, dan melakukan keadilan dan kebenaran dalam hidup.

Nabi Yehezkiel berkata, “Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala hal menjijikkan yang dilakukan orang fasik, apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat lagi. la harus mati karena ia berlaku tidak setia dan karena dosa yang dilakukannya” (Yeh. 18:24). Mengapa Tuhan menghendaki demikian? Karena buah dari kecurangan adalah kematian. Maka, yang lebih baik adalah melakukan keadilan dan kebenaran sehingga membuahkan hidup. Pertobatan sejati berarti melakukan keadilan dan kebenaran serta menghasilkan hidup selamanya di hadirat Tuhan.

Dalam Injil kita mendengar Yesus mengoreksi cara hidup para murid dan pengikut-Nya. Yesus berkata, “]ika hidupmu tidak lebih benar daripada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mengapa? Sebab para ahli Taurat dan orang-orang Farisi selalu berpikir bahwa mereka melakukan kebenaran dan keadilan. Padahal, sesungguhnya tidak demikian.

Hal penting lainnya adalah kemauan untuk bertobat dan berdamai dengan Tuhan dan sesama. Pertobatan sejati adalah membuka diri dan membiarkan diri berdamai dengan Tuhan dan sesama di dalam Kristus. Masa Prapaskah menjadi indah karena perubahan diri yang berkualitas di hadirat Tuhan dan sesama. Perubahan diri itu dapat membuat kita semakin akrab dan serupa dengan Tuhan dan sesama. Santo Paulus berkata, “Berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (2Kor. 5:20)

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024

.

.

Tuhan, semoga kami tetap semangat dalam membangun pertobatan dalam masa Prapaskah ini. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024, Bacaan Injil Matius 16:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Ptr. 5:1-4; Mazmur: 23:1-3a, 3b-4, 5. 6; R:1; PEKAN PRAPASKAH I; Pesta Takhta St.Petrus, Rasul (P); Sta.Margaretha dr Cortona;

BACAAN I

1Ptr 5:1
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

1Ptr 5:2
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

1Ptr 5:3
Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

1Ptr 5:4
Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024

Mzm 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mzm 23:2
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mzm 23:3
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:3
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mzm 23:5
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mzm 23:6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. la bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, dan yang lain lagi mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya,

“Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa pun yang kau ikat di bumi akan terikat di surga dan apa pun yang kau lepaskan di bumi akan terlepas di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2024, Bacaan Injil

Untuk menghormati Santo Petrus sebagai wakil Kristus dan gembala tertinggi Gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota Gereja dan semua Gereja setempat, hari ini kita merayakan Pesta Takhta Santo Petrus. Dengan merayakan Pesta Takhta Santo Petrus, kita merayakan martabat kepausan. Takhta biasa disebut cathedra, tempat duduk bagi uskup untuk melayani, mempersatukan, dan mengajar umat Allah di keuskupannya. Karena itu, kita mengenal gereja katedral, yakni bangunan gereja di mana terdapat kursi atau takhta uskup setempat. Uskup adalah pemersatu dan pelindung seluruh Gereja lokal atau keuskupannya. Paus adalah uskup di Roma. Ketika ia duduk di takhtanya, ia juga melayani, mengajar, dan mempersatukan seluruh Gereja universal. Paus adalah servus servorum Dei (hamba dari para hamba Allah).

 

Sosok Santo Petrus menjadi sangat penting hari ini. Dialah sosok yang mengakui Yesus dengan berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16). Yesus sendiri menyerahkan kuasa-Nya kepada Petrus untuk menjadi gembala. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat. 16:18). Kunci Kerajaan Surga dan kuasa pengampunan dosa juga diberikan kepadanya. Petrus dalam Bacaan Pertama mengingatkan para penatua, khususnya pengganti rasul-rasul untuk menggembalakan kawanan domba Allah yang telah dipercayakan kepada mereka,

bukan dengan terpaksa, melainkan dengan sukarela sesuai kehendak Allah, bukan untuk mencari keuntungan, melainkan dengan pengabdian diri. Pesan Petrus bagi para penatua masih aktual hingga saat ini. Sebuah pesan yang sangat menantang bagi para gembala. Artinya, dalam menjalankan tugas kegembalaan, para gembala haruslah menjalaninya dengan sukarela sesuai kehendak Allah dan tidak mencari keuntungan, popularitas, dan hal-hal duniawi lainnya. Para gembala membawa umat Allah kepada Kristus, bukan bagi dirinya sendiri.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024

.

.

Santo Petrus, doakanlah kami agar memiliki rasa mencintai Gereja serta mencintai dan mematuhi para gembala kami dalam Gereja. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024, Bacaan Injil Lukas 11:29-32 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yun. 3:1-10; Mazmur: 51:3-4.12-13.18-19; R:19b; PEKAN PRAPASKAH I (U) Sta.Irene; St.Petrus Damianus, UskPujG;

BACAAN I

Yun 3:1
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:

Yun 3:2
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”

Yun 3:3
Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.

Yun 3:4
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”

Yun 3:5
Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Yun 3:6
Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Yun 3:7
Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Yun 3:8
Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Yun 3:9
Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”

Yun 3:10
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024

Mzm 51:3
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Mzm 51:4
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Mzm 51:12
(51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Mzm 51:13
(51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Mzm 51:18
(51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Mzm 51:19
(51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Orang-orang zaman ini adalah generasi yang jahat. Mereka meminta suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Yunus. Sebab, seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian juga Anak Manusia-akan menjadi tanda untuk orang-orang zaman ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang-orang generasi ini dan menghukum mereka juga.

Sebab, ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama generasi ini dan mereka akan menghakimi mereka. Sebab, orang-orang Niniwe itu bertobat ketika mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2024, Bacaan Injil

Orang-orang yang sedang berada bersama Yesus menyaksikan sosok-Nya yang berkuasa dan berwibawa dalam segala hal, melebihi siapa pun. Mereka menyaksikan Yesus melakukan tanda-tanda heran dan mengajar dengan kuasa dan wibawa. Anehnya, orang-orang ini masih meminta tanda yang dapat membuktikan asal kuasa dan wibawa yang dimiliki-Nya. Yesus lalu mengatakan bahwa mereka yang meminta tanda termasuk angkatan yang jahat dan bahwa tidak ada tanda lain yang diberikan selain tanda Nabi Yunus.

Mengapa tanda Nabi Yunus? Yunus yang diutus Tuhan menunjukkan ketidakpatuhannya kepada Tuhan sehingga ia masuk ke dalam perut ikan selama tiga hari dan tiga malam. Yunus lalu berubah dan siap untuk mewartakan pertobatan di Kota Niniwe. la tiba di Kota Niniwe dan sambil berjalan di dalam kota itu ia menyerukan agar semua orang bertobat. Ia berkata, “Empat puluh hari lagi Niniwe akan dijungkirbalikkan” (Yun.3:4). Pewartaan Nabi Yunus ini menggugah semua penghuni kota itu. Tanggapan pertobatan pun datang dari sang raja.

 

Sang raja sendiri turun dari singgasana, menanggalkan jubahnya, menyelubungi dirinya dengan kain kabung, lalu duduk di abu (Yun.3:6). Lalu, raja menyerukan pertobatan kepada seluruh Niniwe dengan berkata, “Manusia dan ternak, lembu dan kambing domba, tidak boleh makan apa-apa; tidak boleh makan rumput atau minum air. Semuanya, manusia dan ternak harus berselubungkan kain kabung dan berseru sekuat-kuatnya kepada Allah. Masing-masing harus berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala, sehingga kita tidak binasa” (Yun. 3:7-9)

Sosok Yesus menjadi pemenang dalam kisah ini. Pertama, Yesus itu lebih daripada Salomo dan Yunus. Kedua, Tuhan menyesal atas segala rancangan-Nya bagi Kota Niniwe karena mereka bertobat. Maka, bagi kita, masa Prapaskah bukan merupakan kesempatan untuk meminta tanda melainkan untuk menyerukan pertobatan bagi diri sendiri dan sesama.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2024

.

.

Tuhan, mampukanlah kami menjadi pewarta pertobatan bagi sesama kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

You cannot copy content of this page