Renungan Mingguan 19 Juli 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 19 Juli 2020, Mat 13:24-43

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.

Sekali peristiwa Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak, kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya, “Tuan, bukankah benih baik yang Tuan taburkan di ladang Tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu, ‘Seorang musuh yang melakukannya!’ Lalu berkatalah hamba-hamba itu, ‘Maukah Tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?’ Tetapi ia berkata, ‘Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabuti lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai, ‘Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku!”

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Yesus menceriterakan perumpamaan ini lagi kepada mereka, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi.”

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan. Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah firman yang disampaikan oleh nabi: Aku mau membuka mulutku untuk mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan, dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.

Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya, dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.  Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Sungguh indah kebijaksanaan Tuhan. Salomo menyadari hal itu. Tuhan senantiasa sabar dan berharap manusia mengikuti perintah-Nya. Ia mengharapkan manusia bertobat, bukan bangga dalam keberdosaan. Karena ‘kelemahan manusia’ maka Roh Allahlah yang membantu manusia untuk menyatakan apa yang semestinya diinginkan oleh manusia kepada Allah, yang sesuai kehendak-Nya. Paulus sungguh sadar akan hal ini, kelemahan manusia dan pertolongan Roh Allah diperlukan (bdk. Rm. 8:2627).

Pemazmur dengan yakin menyatakan bahwa firman Tuhan yang menjadi pegangan hidupnya melebihi kualitas ribuan perak dan emas (bdk. Mzm. 119: 57.72). Rahmat Tuhan sungguh diinginkan oleh pemazmur (bdk. Mzm. 119:77). Karena itu pemazmur mau hidup sesuai dengan ‘titah Tuhan’, lalu memilih jalan yang membenci dusta (bdk. Mzm. 119:28).

Penginjil Matius seirama dan seia-sekata dengan apa yang disadari oleh Salomo, Pemazmur, dan Paulus bahwa Tuhan sabar dan berharap keselamatan mengatasi segalanya. Itulah pesan mendasar perumpaman tentang lalang di antara gandum (bdk. Mat. 13:24-30). Sejauh mana kesabaran kita dibuktikan dan diterapkan dalam hidup bersama yang lain?

Tuhan, Engkau sabar dan penuh belas kasih. Ajarlah kami untuk memiliki sikap sabar dan selalu mengadalkan-Mu dalam seluruh perjuangan kami. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Misa Online Hari Ini Minggu Biasa XVI – Tanggal 18-19 Juli 2020

Misa Online Hari Ini Keuskupan Agung Semarang Minggu Biasa XVI – Tanggal 18 & 19 Juli 2020

Sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

Jadwal Misa Online Hari Ini Live Streaming Keuskupan Agung Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 18-19 Juli 2020
Hari Minggu Biasa XVI

Hari Sabtu Pukul 18.00 WIB

KLIK:

Misa Live Streaming KAS
—–

Minggu Pukul 08.00 WIB

KLIK:

Live Streaming KAS
—–

Sebagai pelengkap,  di lingkup Keuskupan Semarang ada beberapa paroki menyiarkan misa mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube mereka, silahkan cek jadwalnya dibawah ini.

Minggu Pukul 19.00 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Live Streaming Baciro

.
.

Jadwal Misa Online Hari Ini Minggu Biasa XVI – Sabtu Minggu 18-19 Juli 2020

misa online keuskupan agung semarang

Jadwal Misa Online Hari Ini Keuskupan Agung Semarang Minggu Biasa XVI – Tanggal 18 & 19 Juli 2020

Jadwal Terbaru : KLIK DISINI

Sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Siapkan paket data Anda sehingga memiliki kuota yang cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi.
  • Dianjurkan agar Anda terlebih dahulu mandi sebelum mengikuti perayaan ekaristi serta memakai pakaian sopan dan pantas. Persiapkan diri Anda seperti layaknya mengikuti ekaristi di gereja.
  • Siapkan ruangan yang pantas untuk mengikuti ekaristi, gunakanlah ruang tamu, ruang keluarga, ruang doa, atau kamar kos. Tidak diperkenankan mengikuti Perayaan Ekaristi sembari tidur atau lebih ekstrim lagi berada dalam kamar mandi.
  • Salib dan lilin hendaklah Anda siapkan untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online hari ini.
  • Paling penting dari kesemuanya Anda juga wajib menyiapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati Anda.
  • Selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi. Ingat-ingatlah selalu.
  • Anda dapat duduk atau bersila saat mengikuti ekaristi, tidak perlu berdiri atau juga berlutut. Supaya nyaman sepanjang ekaristi berlangsung.
  • Doakanlah terlebih dahulu doa komuni spiritual dengan penghayatan sepenuh hati saat hendak menerima Komuni Kudus.
  • Bersyukurlah senantiasa karena masih dapat mengikuti Ekaristi online dan berada dalam keadaan sehat.

DOA KOMUNI SPIRITUAL

Yesusku, aku percaya,  Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.  Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,  dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.  Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,  datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.  Seolah-olah Engkau telah datang,  Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;  jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.


Jadwal Misa Online Hari Ini Live Streaming Keuskupan Agung Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 18-19 Juli 2020
Hari Minggu Biasa XVI

Hari Sabtu Pukul 18.00 WIB

KLIK:

Misa Live Streaming KAS
—–

Minggu Pukul 08.00 WIB

KLIK:

Live Streaming KAS
—–

Sebagai pelengkap,  di lingkup Keuskupan Semarang ada beberapa paroki menyiarkan misa mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube mereka, silahkan cek jadwal misa online hari ini.

Minggu Pukul 19.00 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Live Streaming Baciro

.

Merujuk kepada Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS Nomor: 0536/A/X/20-29 tentang Panduan perayaan liturgi dan peribadatan serta kegiatan pastoral lainnya dalam masa “NEW NORMAL.” Dengan tetap mengikuti ketentuan peribadatan di masa pandemi Covid-19 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020 ditetapkan bahwa pada hari Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2020 mendatang ditetapkan sebagai saat dimulainya kegiatan peribadatan yang melibatkan umat.

Baca juga :

Surat Edaran Gugus Tugas KAS

Walaupun masih harus mengikuti 6 poin utama yang tekandung dalam surat edaran tersebut, setidaknya umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang bisa sedikit berharap menerima tubuh dan darah Kristus kembali secara langsung. Namun, setiap paroki juga dituntut secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan sumber daya manusia (Imam & para petugas ekaristi), sarana-prasarana yang memadai, serta keperluan administratif berupa izin dari pihak berwenang yaitu pemerintah daerah setempat.

Surat edaran di atas ditetapkan oleh Koordinator Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS, Romo YR. Edy Purwanto, Pr. di Semarang pada tanggal 28 Juni 2020.

Lihat Juga :

.
.

Renungan Mingguan 12 Juli 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 12 Juli 2020, Mat 13:1-23

Ada seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.

Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengarkan!”

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau mengajar mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi sampai ia berkelimpahan; tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga.

Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena sekalipun melihat, mereka tidak tahu, dan sekalipun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat untuk mendengar, dan matanya melekat tertutup; agar jangan mereka melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.

Akan tetapi berbahagialah kamu karena melihat, dan berbahagialah telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan tentang penabur itu.

Setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga, tetapi tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu firman itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh kali lipat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Yesaya meyakini bahwa sabda Tuhan sungguh berdaya dan senantiasa membawa hasil, tak akan sia-sia (bdk. Yes. 55:10-11). Demikian juga pengharapan anak-anak Allah. Karena pengharapan itu akan berbuah kemuliaan anak-anak Allah (bdk. Rm. 8:19). Pemazmur sungguh menyadari dan merasakan limpahan berkat Tuhan itu dalam hidupnya: ”Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya” (Mzm. 65: 10). Karena itu ia bersyukur kepada Tuhan.

Sabda Allah sungguh berdaya-guna, kuat-kuasa, namun memerlukan  tanggapan yang tepat dan kondisi-kondisi yang mendukung. Penerimaan dan keterbukaan setiap hati manusia dan kesediaan untuk berkerja sama dan melaksanakan amanat sabda itu dalam setiap situasi hidup manusia sangat menentukan.

Sabda Tuhan mengundang setiap pribadi untuk menyiapkan diri untuk layak menjadi wadah pertumbuhan sabda-Nya. Demikianlah kita dapat memahami perumpamaan tentang seorang penabur dalam Injil Matius (Mat. 13:1-9/23). Si penabur adalah Allah yang bersabda, benih yang ditaburkan itu adalah sabda-Nya, kondisi-kondisi tanah adalah ”manusia yang memiliki hati dan budi” dituntut untuk menanggapinya. Keterbukaan dan kesiapsediaan untuk melaksanakan sabda Allah merupakan kunci yang memungkinkan hasil yang berbeda.

Ya Tuhan, kami sering kali melalaikan amanat sabda-Mu. Bantulahlah kami agar meyakini dengan sungguh perkataan-Mu yang menjadi penerang dan pelita, yang menuntun kami kepada hidup yang berbuah bagi sesama kami dan kemuliaan-Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Jadwal Misa Online Hari Ini Minggu Biasa XV – Sabtu Minggu 11-12 Juli 2020

jadwal misa online hari ini

Jadwal Misa Online Hari Ini Keuskupan Agung Semarang Minggu Biasa XV – Tanggal 11 & 12 Juli 2020

Jadwal Terbaru : KLIK DISINI

Sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Siapkan paket data Anda sehingga memiliki kuota yang cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi.
  • Dianjurkan agar Anda terlebih dahulu mandi sebelum mengikuti perayaan ekaristi serta memakai pakaian sopan dan pantas. Persiapkan diri Anda seperti layaknya mengikuti ekaristi di gereja.
  • Siapkan ruangan yang pantas untuk mengikuti ekaristi, gunakanlah ruang tamu, ruang keluarga, ruang doa, atau kamar kos. Tidak diperkenankan mengikuti Perayaan Ekaristi sembari tidur atau lebih ekstrim lagi berada dalam kamar mandi.
  • Salib dan lilin hendaklah Anda siapkan untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online hari ini.
  • Paling penting dari kesemuanya Anda juga wajib menyiapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati Anda.
  • Selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi. Ingat-ingatlah selalu.
  • Anda dapat duduk atau bersila saat mengikuti ekaristi, tidak perlu berdiri atau juga berlutut. Supaya nyaman sepanjang ekaristi berlangsung.
  • Doakanlah terlebih dahulu doa komuni spiritual dengan penghayatan sepenuh hati saat hendak menerima Komuni Kudus.
  • Bersyukurlah senantiasa karena masih dapat mengikuti Ekaristi online dan berada dalam keadaan sehat.

DOA KOMUNI SPIRITUAL

Yesusku, aku percaya,  Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.  Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,  dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.  Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,  datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.  Seolah-olah Engkau telah datang,  Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;  jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.


Jadwal Misa Online Hari Ini Live Streaming Keuskupan Agung Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 11-12 Juli 2020
Hari Minggu Biasa XV

Hari Sabtu Pukul 18.00 WIB

KLIK:

Misa Live Streaming KAS
—–

Minggu Pukul 08.00 WIB

KLIK:

Live Streaming KAS
—–

Sebagai pelengkap,  di lingkup Keuskupan Semarang ada beberapa paroki menyiarkan misa mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube mereka, silahkan cek jadwal misa online hari ini.

Minggu Pukul 19.00 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Live Streaming Baciro

.

Merujuk kepada Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS Nomor: 0536/A/X/20-29 tentang Panduan perayaan liturgi dan peribadatan serta kegiatan pastoral lainnya dalam masa “NEW NORMAL.” Dengan tetap mengikuti ketentuan peribadatan di masa pandemi Covid-19 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020 ditetapkan bahwa pada hari Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2020 mendatang ditetapkan sebagai saat dimulainya kegiatan peribadatan yang melibatkan umat.

Baca juga :

Surat Edaran Gugus Tugas KAS

Walaupun masih harus mengikuti 6 poin utama yang tekandung dalam surat edaran tersebut, setidaknya umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang bisa sedikit berharap menerima tubuh dan darah Kristus kembali secara langsung. Namun, setiap paroki juga dituntut secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan sumber daya manusia (Imam & para petugas ekaristi), sarana-prasarana yang memadai, serta keperluan administratif berupa izin dari pihak berwenang yaitu pemerintah daerah setempat.

Surat edaran di atas ditetapkan oleh Koordinator Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS, Romo YR. Edy Purwanto, Pr. di Semarang pada tanggal 28 Juni 2020.

Lihat Juga :

.
.

Misa Online Hari Ini Minggu Biasa XV – 12 Juli 2020

misa online hari ini

Misa Online Hari Ini Keuskupan Agung Semarang Minggu Biasa XV – Tanggal 11 & 12 Juli 2020

Jadwal Terbaru : KLIK DISINI

Sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

Jadwal Misa Online Hari Ini Live Streaming Keuskupan Agung Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 11-12 Juli 2020
Hari Minggu Biasa XV

Hari Sabtu Pukul 18.00 WIB

KLIK:

Misa Live Streaming KAS
—–

Minggu Pukul 08.00 WIB

KLIK:

Live Streaming KAS
—–

Sebagai pelengkap,  di lingkup Keuskupan Semarang ada beberapa paroki menyiarkan misa mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube mereka, silahkan cek jadwalnya dibawah ini.

Minggu Pukul 19.00 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Live Streaming Baciro

.
.

Renungan Mingguan 5 Juli 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 5 Juli 2020, Mat 11:25-30

Aku lemah lembut dan rendah hati.

Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Keselamatan umat-Nya adalah hal utama dari janji Tuhan. Keruntuhan ”pondok” Daud akan dibangun kembali. Mereka mendiami tanah kediamannya. Itulah janji yang Tuhan berikan dan digenapi-Nya. Waktu pemenuhan janji itu akan tiba di mana umat-Nya sungguh ”mengelola” secara merdeka tanah yang dijanjikan Tuhan Allah mereka: ”…membangun kota…,  mendiaminya, … menanami kebun-kebun anggur” (bdk. Am. 9: 14).

Kasih dan kesetiaan itu mungkin terjadi bila umat sungguh hidup dalam tuntunah Roh Allah. Roh Allah yang berdiam dalam diri mereka bukan Roh kedagingan (Rm 8:9). Paulus menyadari betul peran Roh Allah yang menjadikan mereka anak-anak Allah dan menghidupkan. Matius menyadari bahwa ”semangat lama”, ugahari (asketis) klasik seperti berpuasa yang dilakukan orang Farisi perlu diletakkan pada konteks yang tepat.

Suatu pembaruan batin yang disemangati oleh Roh Yesus menjadi mutlak perlu untuk keluar dari ”kantong lama” yang sudah usang dan mudah hancur. Karena Yesus Si Mempelai Laki-laki itu ada bersama mereka untuk membawa era baru keselamatan yang tak tinggal pada ”kulit lama”, namun ”wadah baru” yang mampu memuat Roh keselamatan dan ”tampilan” yang baru sesuai konteks zaman.

Ya Tuhan, semoga Roh Kristus Yesus senantiasa menaungi kami agar kami setia dan taat pada-Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Pembentukan Satgas Penanganan Dampak Covid 19 Paroki Albertus Agung Jetis

Tanpa terasa, terhitung hari ini kita telah hidup berdampingan dengan wabah Covid19 selama lebih dari 6 bulan. Sepanjang masa itu tentu ada suka, duka, kebahagiaan, kesedihan dan kesempatan yang datang silih berganti.

Namun saat ini di negara kita tercinta Indonesia, dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang tepatnya telah memasuki era new normal meskipun pandemi masih berlangsung.

Paroki St. Albertus Agung Jetis sejalan dengan himbauan dari Keuskupan Agung Semarang telah menunjuk petugas-petugas terlatih serta membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dampak Covid 19 untuk menanggulangi efek maupun akibat pandemi Covid 19, terutama yang berkaitan erat dengan dampak terhadap umat paroki.

Bertempat di aula paroki tanggal 30 Juni 2020 yang lalu, Romo Vincentius Suparman, Pr. selaku pastor paroki mengesahkan pembentukan satuan tugas ini dengan komando berada di bawah ibu Caecilia Intan Primasari yang juga menjabat sebagai ketua bidang liturgi dan peribadatan Dewan Paroki Jetis Periode 2019-2021.

Baca Juga : Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak Covid19 KAS

Pembentukan satuan tugas ini berdasarkan atas dikeluarkannya Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak Covid19 KAS dengan Nomor: 0536/A/X/20-29 tertanggal 28 Juni 2020 oleh Koordinator Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr.

Dewan Paroki beserta kepala-kepala bidang dan segenap tim-tim pelayanan, juga para ketua wilayah dan ketua lingkungan bahu membahu menyiapkan gereja agar bersih, nyaman dan tetap bebas corona sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan tanpa perlu merasa was-was atau khawatir akan penularan virus corona.

Lihat Video : Penjelasan Lengkap Romo Vikjen Edy Purwanto, Pr. mengenai Pembukaan Tempat Ibadah di Lingkup Keuskupan Semarang

Bersamaan dengan pembentukan satgas tersebut, malam ini kami juga merayakan ulang tahun imamat Romo Vincentius Suparman, Pr. Selaku pastor paroki kami. Romo Parman pada tahun ini merayakan ulang tahun imamat yang ke-15 tahun.

Doa kami semoga Romo Parman selalu diberkati oleh Tuhan dan sabar dalam menghadapi dinamika umat Jetis, semoga kami yang tergabung dalam tim pelayanan dan dewan paroki juga bisa bersinergi dengan romo demi kemajuan gereja serta kenyamanan umat paroki Jetis.

Proficiat Romo Parman ! 😉

Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS No: 0536/A/X/20-29

SURAT EDARAN GUGUS TUGAS PENANGANAN DAMPAK COVID-19 KAS
Nomor: 0536/A/X/20-29

LIHAT VERSI PDF

KETENTUAN-KETENTUAN BARU DAN TAMBAHAN
Atas Surat Edaran Nomor: 0490/A/X/2020-27 tanggal 10 Juni 2020

TENTANG PANDUAN PERAYAAN LITURGI DAN PERIBADATAN SERTA KEGIATAN PASTORAL LAINNYA DALAM MASA “NEW NORMAL”

Rapat Koordinasi Kuria KAS dan para Vikaris Episkopalis pada Selasa, 23 Juni 2020, setelah mendengarkan paparan para Vikep tentang persiapan dan kesiapan paroki-paroki untuk pembukaan peribadatan bersama umat, memutuskan: Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2020 ditetapkan sebagai saat dimulainya kegiatan peribadatan yang melibatkan umat, dengan tetap mengikuti ketentuan peribadatan di masa pandemi Covid-19 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020. Ketetapan penyerta lainnya yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

Poin 1.
(a) Peribadatan yang dibuka untuk Umat hanya peribadatan (perayaan Ekaristi) yang dilaksanakan di gereja atau kapel Paroki.
(b) Perayaan Ekaristi di lingkungan atau wilayah dan di kelompok-kelompok kategorial belum diijinkan.
(c) Biara-biara dapat menyelenggarakan perayaan Ekaristi di kapel biara tanpa melibatkan atau kehadiran umat dan harus sepengetahuan Romo Paroki.

Poin 2.
(a) Demi pelayanan kepada umat dan untuk mengurangi penumpukan agenda perayaan Ekaristi pada Sabtu sore hingga Minggu sore, maka paroki-paroki dapat melaksanakan kegiatan perayaan Liturgi Hari Minggu mulai hari Jumat sore sampai dengan hari Senin sore, bahkan dapat merayakannya sepanjang pekan.
(b) Misa harian dapat dilaksanakan dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan seperti seharusnya pada Ekaristi mingguan.

Poin 3.
Karena tuntutan kebutuhan pastoral sebagaimana dinormakan dalam kanon 905, seorang imam diperkenankan memimpin perayaan Ekaristi dua kali sehari dan bahkan tiga kali pada hari Minggu dan hari-hari pesta wajib (hari raya), dengan tetap memperhatikan persiapan rohani dan disposisi batin yang cukup, serta kondisi fisik yang sehat untuk dapat melayani umat.

Poin 4.
(a) Mengingat batasan usia yang diperkenankan mengikuti perayaan Ekaristi di gereja/kapel maksimal 65 tahun, maka prodiakon yang sudah berusia lebih dari 65 tahun atau memiliki sakit bawaan yang menjadikannya rentan terhadap Covid-19 tidak diperkenankan bertugas.
(b) Guna memenuhi kebutuhan untuk membagi komuni dalam perayaan Ekaristi di gereja/kapel dan untuk melayani komuni bagi umat yang sakit serta para lansia yang mengikuti perayaan Ekaristi online melalui live-streaming di rumah masing-masing atau di panti wredha, maka para Pastor Paroki dapat mengangkat asisten pelayan-pelayan luar biasa pembagi komuni (bdk. Kan. 910 §2, bdk. Kan. 230 §3) untuk jangka waktu tertentu. Para asisten ini hanya bertugas menerimakan komuni.

Poin 5.
(a) Mengingat yang diperkenankan mengikuti perayaan Ekaristi di gereja/kapel adalah mereka yang berumur sekurang-kurangnya 10 tahun (atau sudah menerima komuni) dan maksimal 65 tahun, maka anak-anak di bawah 10 tahun (atau belum menerima komuni) dan para lansia berumur 65 tahun ke atas mengikuti misa secara online melalui livestreaming.
(b) Penerimaan komuni untuk yang sakit dan untuk para lansia akan dilayani di tempat tinggal masing-masing oleh prodiakon atau asisten luar biasa yang membantu menerimakan komuni.

Poin 6.
Pada masa “new normal” ini, umat diwajibkan mengikuti perayaan Ekaristi di paroki masing-masing. Tidak diperkenankan mengikuti Ekaristi di paroki lain. Hal ini dimaksudkan demi kesehatan dan kebaikan bersama, serta demi memudahkan pengecekan dan pengaturan umat sesuai dengan protokol kesehatan yang dituntut oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan ditetapkannya waktu pembukaan ibadat bersama umat ini, maka Paroki-paroki harus benar-benar mempersiapkan diri dalam segala hal yang dituntut. Paroki-paroki harus sungguh-sungguh mempersiapkan hal-hal berikut:

1. Sumber Daya Manusia: Imam, Satuan Tugas / Satgas dan Petugas Tatalaksana Ekaristi, serta seluruh Umat harus memiliki pengetahuan yang cukup, ketrampilan yang cukup, dan kebijaksanaan yang memadai. Dengan kata lain, Sumber Daya Manusia harus dipastikan memiliki kecakapan yang memadai untuk menjalankan tugas dalam kegiatan umat ini.

2. Sarana-prasarana: harus disiapkan secara memadai baik untuk di dalam gedung gereja/kapel, di lingkungan luar gedung gereja/kapel, maupun di gedung/ruang-ruang pendukung kegiatan pastoral.

3. Keperluan administratif: paroki harus membuat surat pernyataan kesiapan untuk ibadat bersama umat dan surat permohonan izin kepada Gugus Covid-19 di Kabupaten/Kota/Kecamatan; dan paroki harus memastikan bahwa mendapatkan surat persetujuan atau surat izin dari pihak berwenang tersebut berupa Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kecamatan untuk melaksanakan peribadatan bersama umat. Paroki yang belum mendapatkan surat keterangan dimaksud dari otoritas sipil yang berwenang (Gugus Covid-19 Kabupaten/Kota/Kecamatan) tidak/belum diperkenankan melaksanakan peribadatan untuk umat.

Keputusan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi terbaru perkembangan pandemi Covid-19.

Ketetapan-ketetapan lain selengkapnya sudah disampaikan dalam edaran terdahulu yaitu Surat Edaran Nomor: 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020. Paroki-paroki dan seluruh umat harus benar-benar menaati semua ketentuan tersebut dan disiplin menjalankan segala ketetapan, baik dari Pemerintah maupun dari Gereja.

Semarang, 28 Juni 2020
Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS
YR. Edy Purwanto Pr
(Koordinator)

Renungan Mingguan 28 Juni 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 28 Juni 2020, Mat 10:37-42

Barangsiapa tidak memikul salibnya, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku.

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali.

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sungguh, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Seorang imam baru diwawancarai setelah perayaan pentahbisan. “Mengapa kamu mau menjadi imam?” Imam baru itu menjawab, “Supaya lebih mudah masuk Surga.” Perikop ini sungguh-sungguh keras dan menantang; rela kehilangan segalanya di dunia ini, untuk memperoleh segalanya kelak di surga.

Kalau kita refleksikan lebih dalam, teks ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang layak bagi Yesus. Pribadi yang layak bagi Yesus adalah lebih mengasihi Yesus daripada ayah-ibunya sendiri; lebih mengasihi Yesus daripada putra-putrinya sendiri; orang yang mau memikul salibnya dan mengikuti Yesus; orang yang rela kehilangan nyawanya; orang yang mau menyambut pengikut Yesus; orang yang mau menyambut para nabi; dan mereka yang memberi sedekah.

Pertanyaan lebih lanjut, apakah  kriteria di atas ada pada kita? Apakah kita termasuk orang yang layak di hadapan Yesus? Jika belum; jangan kuawatir, masih ada kesempatan. Jadilah pribadi-pribadi yang layak bagi Yesus dan sesama.

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih Engkau begitu mencintai kami lebih dari segala sesuatu. Tuntunlah kami dengan Roh-Mu agar kami mampu menjadi pribadi-pribadi yang layak bagi-Mu dan bagi sesama kami. Amin

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

You cannot copy content of this page