Renungan Harian 23 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 23 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 1 : 57-66

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

tetapi ibunya berkata:”Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.”

Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Maleakhi menggambarkan kedatangan Mesias seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Artinya, Mesias akan membawa rahmat yang memurnikan, mentahirkan, menyucikan dari dosa-dosa.

Yang dibersihkan bukan hanya dosa tetapi juga hukuman dan akibat dosa, yaitu penyakit-penyakit.

Dengan dibersihkannya dosa, hukuman dan akibat dosa, datanglah kebahagiaan, kesejahteraan, kesembuhan, dan sukacita. Hal ini tampak jelas dalam bacaan Injil.

Setelah mendapatkan pewartaan malaikat, Zakharia menjadi bisu. Hal ini disebabkan oleh keraguan bahkan ketidakpercayaan Zakharia pada kebenaran pewartaan malaikat itu.

Alasan Zakharia tentu karena dirinya sudah tua dan Elisabet, istrinva, juga sudah tua bahkan sudah mati haid. Nyatanya, Allah mampu mengatasi hal-hal yang mustahil bagi manusia.

Elisabet mengandung dan melahirkan seorang anak.

Maka, kelahiran Yohanes Pembaptis (perintis Mesias) merupakan saat pelimpahan rahmat Mesias secara antisipatif yang menyucikan Zakharia dari dosa ketidakpercayaannya, sehingga dia disembuhkan dan dapat berbicara lagi seperti semula.

Sering kali, kita juga tidak percaya pada kuasa Allah, sehingga kita menanggung akibat negatifnya.

Dalam menyambut kedatangan Mesias, mari kita meneguhkan kembali iman kita pada kuat kuasa Allah yang mencipta dan menebus dunia.

Bagi Allah tidak ada yang mustahil.

.

Ya Allah, teguhkanlah iman kami dan jadikanlah kami saluran berkat dan damai-Mu. Datanglah, ya Tuhan! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 22 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 22 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 1 : 46-56

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata,

“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya:

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa,

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Ketika Hana yang mandul itu berdoa kepada Tuhan, doanya dikabulkan yaitu dengan kelahiran Samuel. Allah mengatasi hambatan manusiawinya.

Karena itu, Hana bersujud menyembah dan memuji Tuhan.

Karena kuasa Roh Kudus, Maria mengandung Sang Sabda. Maria dipilih menjadi Ibu Tuhan.

Karena perbuatan-perbuatan besar inilah, Maria melambungkan kidung pujian kepada Allah.

Peristiwa penjelmaan Putra Allah menjadi manusia juga merupakan karya besar Allah untuk mengatasi hambatan manusiawi yaitu ketidakmampuan manusia untuk menang atas dosa.

Dengan berdosa, manusia menjadi budak dosa dan tidak mampu membebaskan diri dari cengkeraman dosa.

Yesus membebaskan manusia dari penjara dosa itu sehingga kita bisa menikmati kebebasan sebagai anak-anak Allah.

Pada persiapan jangka pendek menyambut perayaan kelahiran Yesus ini, mari kita menyadari dan kemudian mensyukuri perbuatan-perbuatan besar yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita, terutama dalam kelahiran Yesus.

Semakin mendalam kesadaran itu, semakin besarlah pujian syukur kita.

Janganlah kegembiraan kita hanya didasarkan pada pesta lahiriah dengan makan dan hadiah Natal. Akan tetapi, kita merayakan kelahiran Kristus dengan bertobat dan berbagi sukacita dengan mereka yang mengalami kesedihan dan terpinggirkan.

.

Ya Allah, semoga kami menghayati dengan penuh syukur rahmat penebusan yang Kau nyatakan dalam kelahiran Putra-Mu. Terimalah syukur kami! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 21 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 21 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 1 : 39-45

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Sesudah menerima pewartaan kabar gembira dari Malaikat Gabriel, Maria membawa bayi Yesus dalam kandungannya.

Bayi itu adalah Allah Putra yang menjadi manusia dalam rahim Maria.

Maka, kehadiran Maria merupakan selubung manusiawi dari kehadiran Tuhan Allah yang ada di tengah-tengah manusia (bdk. Zef. 3:17-18).

Tuhan Allah tidak lagi hadir dalam kemegahan dan kemuliaan-Nya, tetapi ada dalam kehadiran Maria yang sederhana dan kasat mata.

Kemurnian bayi Yohanes Pembaptis dalam rahim Elisabet mampu menangkap kehadiran Tuhan Allah itu sehingga bersorak gembira dan melonjak kegirangan (bdk. Zef. 3:17; Luk. 1:41).

Karena kehadiran Tuhan Allah dalam rahim Maria itu juga, Elisabet dipenuhi dengan Roh Kudus dan memuji Maria: “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu.

Kehadiran kita pun senantiasa mendatangkan sukacita bagi sesama bila kita mau membawa Tuhan ke mana-mana.

Seperti Maria yang menghadirkan sukacita besar bagi keluarga Elisabet, karena ia membawa sang Imanuel dalam rahimnya.

Tuhan rela mendatangi kita bukan dalam kemegahan dan kemuliaan, melainkan dalam rupa Bayi mungil yang akan lahir di kandang domba di Betlehem.

Maka, marilah kita meresapkan hidup kita dengan semangat Injil sehingga kita mampu menghadirkan sukacita bagi siapa saja yang kita jumpai dalam hidup kita sehari-hari.

.

Ya Allah, bukalah mata hati kami agar mampu merayakan kehadiran Putra-Mu. Kobarkanlah sukacita dalam diri kami karena kehadiran-Mu yang sederhana di tengah-tengah kami. Datanglah, ya Imanuel! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 20 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 20 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 1 : 26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.

Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. “

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Kata Maria:”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Ketika Raja Ahas ditawari untuk minta tanda kepada Allah, dia menolak.

Sebenarnya, penolakan Raja Ahas itu bukan karena dia sudah percaya atau tidak mau mencobai Allah melainkan justru karena dia tidak mau terikat pada Allah, tidak mau membuat komitmen dengan segala konsekuensinya.

Sikap sebaliknya ditunjukkan oleh Bunda Maria, yang menjadi pemenuhan dari ramalan Yesaya tentang “seorang perempuan muda mengandung….”(Yes. 7:14).

Tawaran Allah melalui Malaikat Gabriel ditanggapi secara positif oleh Maria, meskipun konsekuensi kesanggupan itu tidak mudah.

Maria percaya akan rencana dan karya besar Allah melalui dirinya. Ia taat dan secara total berpasrah pada Allah.

Mari kita belajar dari Maria. Kita belajar taat dan setia. Kita belajar berpasrah. Sebab, saat hati berani berpasrah kepada Allah, disitulah rahmat tercurah.

.

Ya Allah, terima kasih atas kehadiran Maria yang memberi kami teladan iman untuk berani membuat komitmen dan memikul segala konsekuensinya. Bantulah kami untuk mengikuti teladan Bunda Maria dan melahirkan “Kristus-Kristus” yang lain! Datanglah, ya Tuhan Yesus! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 19 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 19 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 1 : 39-45

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan bergegas menuju sebuah kota di pegunungan Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pada Minggu Adven keempat ini, pribadi Maria tampil sebagai teladan bagaimana sikap batin yang tepat untuk menyambut kedatangan Mesias.

Tawaran Malaikat Gabriel ditanggapi Maria dengan bertanya tentang bagaimana caranya hal itu terjadi.

Kemudian dengan kesiapannya untuk melaksanakan kehendak Allah, Maria menjawab: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk. 1:38).

Kesanggupan Maria ini tidaklah mudah, sebab Maria pasti akan harus menjelaskan semua ini kepada keluarga dan Yusuf, tunangannya.

Belum lagi, pertanyaan masyarakat sekitar tentu tidak bisa dihindarkan.

Dengan berani menempuh semua kesulitan itu, Maria “telah menyediakan tubuh” bagi Sang Sabda (bdk. Ibr. 10:5).

Bekerja sama dengan Yusuf, Maria membuat ramalan Nabi Mikha terpenuhi, yaitu bahwa Sang Juru Selamat dilahirkan di Betlehem, kota Daud (bdk. Mi. 5:1).

Dengan kehadiran Sang Sabda dalam rahimnya, Maria membuat orang lain (Elisabet dan bayinya) dipenuhi juga dengan Roh Kudus.

Maria menjadi saluran keselamatan bagi orang lain.

Iman kita bukanlah sesuatu yang melayang-layang di udara, tetapi melibatkan seluruh diri kita, badan, jiwa, dan roh kita.

Ungkapan iman harus disertai kesiapan menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Tidak ada kemenangan kebangkitan tanpa salib.

Menjadi murid Yesus juga berarti bersedia memikui salib dan bersama-sama yang lain ikut bersolider dengan mereka yang terpinggirkan.

.

Ya Allah, tuntunlah kami untuk meneladan Bunda Maria yang berani menghayati imannya dengan sukacita. Datanglah, ya Tuhan! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 18 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 18 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 1 : 18-24

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Allah tidak pernah membiarkan kita terpuruk dalam kubangan dosa.

Ia mengutus Putra-Nya, Imanuel, untuk hidup bersama-sama dengan kita, merasakan pahit dan manis hidup ini, dan kemudian Ia menebus dosa-dosa kita dengan menderita dan wafat di kayu salib.

Cinta kasih Allah untuk kita luar biasa besar. Ia rela memilih jalan turun, yaitu mau menjadi sama seperti kita.

Apakah kita, anak-anak-Nya, mau turun darí kesombongan kita? Apakah kita mau turun dari rasa paling benar dan paling baik? Jalan turun itu mesti dilalui.

Tidak lain hanya dengan mau terlibat dalam seluruh pergumulan hidup, terutama mereka yang rentan menjadi korban ketidakadilan, mereka yang terpinggirkan, mereka yang hidup di bantaran sungai, di kolong-kolong jembatan, di pinggiran rel kereta, dll.

.

Ya Allah, Engkau rela turun ke dunia dan mau menjadi sama seperti kami. Semoga kami pun mampu turun dari sikap tinggi hati dan sombong. Tuntunlah kami ke jalan turun dalam kehidupan ini! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 17 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 17 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 1 : 1-17

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab,

Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut,

Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas,

Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud,

Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita mendengar silsilah Yesus Kristus. Hal yang menarik dicermati adalah ada empat nama wanita yang bukan “orang baik-baik.”

Tamar adalah wanita yang menikah dengan dua saudara laki-laki tanpa mempunyai anak. Kemudian Tamar melacurkan dirinya dengan bapa mertuanya, Yehuda (bdk. Kej. 38).

Wanita kedua ialah Rahab yang profesinya ialah pelacur (bdk Yos. 2:1-7).

Wanita ketiga ialah Rut (bdk. Rut. 1-4), keturunan Moab, yaitu bangsa yang dibenci dan dipandang hina.

Yang keempat ialah Batsyeba, istri Uria (bdk. 2 Sam. 11), yaitu ibu Salomo.

Dia adalah wanita yang dirayu Daud dan demi mendapatkannya Daud telah melakukan kekejian agar Uria terbunuh.

Masuknya keempat wanita ini dalam silsilah Yesus menunjukkan bahwa Allah mampu melaksanakan rencana keselamatan-Nya dengan menggunakan bukan hanya orang saleh dan tetapi juga orang berdosa.

Allah melukis dengan menggunakan garis lurus dan garis bengkok. Sering kali dalam perkawinan atau pergaulan pada umumnya, kita “dihantui” oleh latar belakang (“bibit”) seseorang, dan mengabaikan kekuatan rahmat Tuhan.

Kedatangan Yesus, Sang Mesias, harus membuat kita lebih terbuka pada sesama dan percaya pada kuasa rahmat Allah yang mampu mengubah apa yang kurang baik dalam pandangan manusia.

.

Ya Yesus, semoga kami mampu menerima sesama apa adanya, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 16 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 16 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 7 : 24-30

Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari?

Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”

Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Perayaan kedatangan Mesias sudah semakin dekat. Karena itu, seruan pertobatan juga semakin gencar disuarakan.

Dengan bertobat, kita menyiapkan hati menjadi palungan bagi Bayi Yesus.

Bagaimana tanggapan kita atas seruan pertobatan itu akan menentukan pula bagaimana kita menyambut Mesias yang akan datang.

Mereka yang memberikan diri untuk bertobat, akan menerima kedatangan Mesias, sedangkan mereka yang menolak untuk bertobat juga akan menolak kedatangan-Nya (bdk. Luk. 7:29-30).

Sering kali, seruan pertobatan dari Allah juga dihadirkan melalui mulut orang-orang yang kita temui, atau melalui bacaan, peristiwa, bahkan juga melalui gagasan-gagasan yang tiba-tiba terlintas dalam pikiran kita.

Allah meneguhkan kita melalui banyak cara.

Namun demikian, keraguan atau ketakutan untuk berdamai dengan Allah bisa muncul dalam diri seseorang karena pengalaman
negatif dengan sosok tertentu dalam hidupnya.

Nabi Yesaya mengingatkan kita akan kepedulian Allah untuk kesejahteraan kita, untuk membebaskan kita dari aib yang memalukan,

dan juga mengingatkan kita akan kasih sayang-Nya yang begitu besar untuk memulihkan kehormatan dan keselamatan kita.

Allah mampu menembus hati dan melihat apa yang baik di dalamnya.

.

Ya Allah, buatlah kami peka akan sapaan-Mu dalam hidup sehari-hari dan beranikanlah kami untuk kembali kepada-Mu karena percaya akan kasih sayang-Mu. Datanglah, ya Tuhan! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 15 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 15 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 7 : 19-23

Yohanes memanggil dua orang muridnya, dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

Dan Yesus menjawab mereka: ” Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar:

Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita bisa mengenali jati diri seseorang melalui karya-karyanya. Nabi Yesaya menegaskan bahwa Allah adalah Sang Pencipta, bukan hanya alam semesta tetapi Dialah juga yang memberikan kebahagiaan, keadilan, keselamatan.

Dalam bacaan pertama yang singkat ini, tujuh kali dikatakan “Akulah.” Hal ini menekankan keilahian Allah sebagai Pencipta alam semesta dan Penguasa sejarah manusia.

Juga empat kali ditegaskan “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.”

Dialah satu-satunya Pencipta dan Penguasa. Dari pekerjaan-Nya kita mengenali jati diri-Nya.

Dua murid Yohanes bertanya tentang jati diri Yesus. Jawaban yang diberikan bukanlah menunjuk pada unsur jati diri, tetapi menunjuk kepada pekerjaan yang telah dilakukan Yesus,

yaitu orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”

Semua pekeriaan itu adalah tanda Mesias yang akan datang.

Kita dingatkan pada kata-kata Yesus: “Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku” (Yoh. 10:25).

Pada masa Adven ini kita diundang untuk percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, dan hanya kepada Dialah kita menyembah.

Jati diri Yesus tampak jelas dari karya yang Dia lakukan.

Ikatan dan ketergantungan pada kuasa-kuasa lain (sistem kerja, efisiensi, produktivitas, teknologi) haruslah diletakkan di bawah kuasa Allah.

.

Ya Bapa, Engkaulah satu-satunya Allah kami. Teguhkanlah iman kami untuk menyambut kedatangan Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 14 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 14 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 21 : 28-32

Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki.

Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata, Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.

Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi
kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Sebab, Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya.

Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Untuk menyiapkan kedatangan Mesias, Allah membentuk sebuah komunitas kecil dan sederhana yang disebut “Sisa Israel”.

Sisa Israel ini berciri rendah hati dan lemah lembut, mencari perlindungan pada nama Tuhan dan setia. Mereka tidak berbicara bohong, tidak mempunyai lidah penipu dan tidak melakukan kelaliman.

Mereka itu menunjukkan ketulusan, kesungguhan dan kesetiaan, juga di tengah kesulitan dan tawaran kekuatan atau kenikmatan lain.

Karakter sisa Israel mencerminkan adanya kesatuan antara kata dan tindakan di hadapan Allah.

Ketulusan, kesungguhan, dan kesetiaan inilah yang menjadi masalah dalam perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini. Anak pertama menyanggupi permintaan bapaknya, tetapi tidak bertindak.

Anak kedua menolak permintaan bapaknya, tetapi kemudian menyesal dan melakukan permintaan bapaknya itu.

Ada anak ketiga yang mengiyakan permintaan bapaknya dan melakukan apa yang disampaikan secara tuntas.

Karakter “sisa Israel” ini menjadi teladan bagi kita bagaimana kita harus mempersiapkan kedatangan Mesias: sikap rendah hati yang mengandalkan Allah, dan terungkap dalam ketulusan, kesungguhan, dan kesetiaan di hadapan Allah.

Dengan mengandalkan Allah, kita berani berkomitmen setia kepada Allah ketika berhadapan dengan kesulitan dan godaan yang menggiurkan.

.

Ya Allah, jadikanlah kami terbuka dan berani untuk menanggapi Sabda-Mu dan semoga kami tekun dan setia menanggung segala konsekuensi dari pilihan menjadi murid-Mu. Datanglah, ya Imanuel! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

You cannot copy content of this page