Renungan Harian Hari Ini 6 April 2025, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Yes. 43:16-21; Mazmur: 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; R:3; Bacaan II: Flp. 3:8-14; O PEKAN I PEKAN PRAPASKAH V (U);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah?mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu?,
firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;
umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
Dan pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”
Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.
Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,
baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.
Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.
Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Dan sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
“Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”
Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Kita hidup di era di mana setiap orang bisa menjadi reporter. Sarana dan otorisasi berada di satu tangan. Pada saat yang sama ada ribuan orang lain yang siap menyantap berita tersebut dengan tafsirnya masing-masing. Maka, kita mengenal pengadilan oleh media.
Dalam situasi seperti itu seseorang ditempatkan sebagai tersangka tanpa daya untuk membela diri. Kalau pun sempat membela diri biasanya orang banyak sudah terlanjur punya persepsi bahkan sudah menjatuhkan vonis bersalah.
Pengalaman perempuan yang kedapatan berbuat zina, yang kita baca dari Injil hari ini, menunjukkan kepada kita betapa tak berdayanya seseorang berhadapan dengan pengadilan massa.
Sementara di pihak lain, ketika sedang merasa berada dalam posisi yang kuat, entah karena berada di kelompok mayoritas secara jumlah maupun pengaruh, orang cenderung menunjukkan kekuasaannya. Status sosial tertentu sering memengaruhi sikap seseorang berhadapan dengan orang lain. Relasi kuasa yang timpang sering menimbulkan korban.
Yesus tahu hal itu, karena Yesus hidup, melihat, mendengar dan bisa berempati dengan kaum marginal. la menunjukkan kepada kita sikap berhadapan dengan pendosa. Belas kasih dan pengampunan yang Yesus tunjukkan adalah momentum ‘kelahiran kembali, sebuah ‘kesempatan kedua’ kepada si wanita.
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi, ” kata Yesus. Kerahiman Allah memberi pengampunan, yang memulihkan kembali martabat kita.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 April 2025
Tuhan Yesus, di dunia yang cepat menghakimi dan lambat memahami, ajarilah kami untuk memiliki hati seperti-Mu. Hati yang tidak terburu-buru menghukum, tetapi sabar untuk mendengarkan dan memberi ruang bagi pertobatan.
Engkau tidak memalingkan wajah dari perempuan yang tertuduh, Engkau tidak ikut dalam kerumunan yang hendak melemparkan batu, tetapi justru memberi harapan, memberi kesempatan baru untuk hidup yang lebih baik.
Kami pun, ya Tuhan, adalah pendosa yang sering jatuh. Terkadang kami seperti perempuan itu—tak berdaya, tetapi di lain waktu, kami juga seperti para penuduh—cepat menghakimi tanpa belas kasih.
Bentuklah hati kami agar tidak mudah menjatuhkan orang lain, melainkan menjadi saluran kasih dan pengampunan-Mu. Tuntun kami untuk selalu mengingat bahwa setiap orang berhak untuk diteguhkan, untuk diangkat kembali, dan untuk memulai kembali. Amin.
.
Tuhan, semoga kami mampu menahan diri untuk tidak menghakimi orang lain. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 April 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu