Renungan Harian Katolik 14 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 11:27-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yl. 3:12-21; Mazmur: 97:1-2.5-6.11-12: R:12a; PEKAN BIASA XXVII (H); St.Kallistus I; St.Yohanes Ogilvie, B.Gonzalo dr Lagos, B.Gundisalvus dr Lagos; 

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu, dan berkata kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!” Tetapi Yesus bersabda, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.

.

renungan harian katolik

 

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 Oktober 2023, Bacaan Injil

Setiap orang ingin bahagia. Apakah kita termasuk orang yang bahagia? Jika ya, apa yang membuat kita bahagia? Apakah itu keluarga, pekerjaan, atau kegiatan ibadah? Atau kita mungkin sedang menanti sesuatu yang menyenangkan, seperti lulus sekolah, mendapat pekerjaan yang baik atau membeli mobil baru? Banyak orang merasa senang saat mereka berhasil melakukan sesuatu atau mendapatkan apa yang mereka inginkan. Akan tetapi, berapa lama mereka merasa senang? Sayangnya, kerap hanya sebentar.

Apa kata Kitab Suci tentang kebahagiaan? Dalam Mazmur 119:1 dikatakan, “Berbahagialah orang yang berjalan tanpa cela, yang berjalan menurut hukum Yahwe.” Dalam Injil Lukas yang kita baca hari ini, Yesus mendefinisikan arti kebahagiaan. Menurut Yesus, yang berbahagia di hadapan Allah adalah “mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Inilah kriteria kebahagiaan menurut Yesus, bukan soal apa yang mereka miliki atau apa yang mereka peroleh dalam hidup, melainkan soal bagaimana mengisi hidup mereka dengan mendengarkan firman Tuhan dan tekun memeliharanya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 13 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Memelihara berarti melakukan apa yang diperintahkan dalam firman Tuhan. Orang yang bahagia di mata Yesus berarti mereka yang mendengarkan dan melakukan firman Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Firman Tuhan menjadi dasar seluruh perkataan dan perbuatannya. Berbahagiakah kita dengan hidup kita saat ini? Jika belum, mari kita belajar dari Bunda Maria. Dia adalah sosok yang berbahagia karena tidak hanya mendengarkan firman Tuhan, tetapi juga melakukannya. Hidupnya memancarkan firman Allah dan bahkan Sang Firman telah menjadi manusia melalui dirinya.

.

Ya Allah, tambahkan iman kami agar kami mampu menjadi pendengar dan pelaku firman sehingga firman-Mu benar-benar hidup dalam perbuatan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 13 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 13 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 11:15-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yl. 1:13-15;2:1-2; Mazmur: 9:2-3.6.16.8-9: R:9a; PEKAN BIASA XXVII (H); St. Yohanes XXI; B.Ellas a Succursu Nieves; 

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan.” Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari Surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika Iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan?

Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barang siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat- tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, ‘Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.’ Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”
.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 13 Oktober 2023, Bacaan Injil

Tuhan Yesus kerap berhadapan dengan badut-badut ‘agama’ yang diwakili oleh kaum Farisi dan ahli Taurat. Yesus dianggap sebagai sosok berbahaya bagi kedudukan mereka, kebusukan mereka yang dibalut dengan sucinya hukum Taurat mulai disingkapkan oleh ketegasan ajaran Yesus. Satu-satunya jalan terbaik menurut kaum Farisi dan ahli Taurat adalah menyerang dan menyingkirkan-Nya. Akan tetapi, reaksi Yesus luar biasa, la tidak mundur selangkah pun.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 12 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Bahkan, Yesus berani konfrontasi dengan mereka, kata-Nya: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.” Beranikah kita bertindak setegas Yesus ketika kita berhadapan dengan ketidakberesan yang terjadi di masyarakat? Beranikah kita berseberangan dengan pihak-yang tidak benar? Mari kita menunjukkan diri sebagai murid Yesus: memberikan kesaksian hidup yang baik dan benar.

.

Ya Allah, kuatkanlah iman kami saat tantangan dan ancaman melanda hidup kami. Jangan sampai kami gentar membela iman kami. Kami percaya janji-Mu takkan membiarkan kami berjuang sendiri. Engkau ada bersama kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 12 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 11:5-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Mal. 3:13-4:2a; Mazmur: 1:1-6; R:40:5a; PEKAN BIASA XXVII (H); St.Serafinus dr Montegranaro; B.Maria Teresa Fasce; 

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’

Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu, Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu.

Bapa manakah di antara kalian, yang mernberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di Surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 Oktober 2023, Bacaan Injil

Dalam masyarakat masih sering kita menjumpai pandangan keliru tentang Tuhan yang kita imani. Tuhan sering digambarkan sebagai sosok yang lemah dan tak berdaya sehingga Tuhan perlu kita bela. Pandangan lain tentang Tuhan sebagai pribadi yang pencemburu, pemarah, dan suka memberi hukuman. Maka, ketika terjadi bencana di mana-mana, muncul pertanyaan: “Tuhan, apa salah dan dosa kami?” Pertanyaan ini menyiratkan seakan Tuhan pribadi yang jahat dan siap menghancurkan kita jika kita tidak setia dan taat kepada-Nya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 11 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Pandangan-pandangan tersebut keliru sebab Tuhan Mahakuasa dan Mahabaik. Tidak ada kejahatan dalam diri-Nya. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menggambarkan sosok Tuhan yang sebenarnya. Dalam Injil Lukas, Tuhan digambarkan sebagai sosok yang sangat mengayomi, peduli, siap mendengarkan dan menjawab doa kita. Mari kita berikan narasi yang benar tentang Tuhan kita dengan perbuatan baik. Jangan jadikan Tuhan sebagai alasan untuk membenarkan tindakan jahat kita, tameng kita untuk menyerang orang atau agama lain. Tuhan menghendaki kita hidup berdampingan sebagai anak-anak-Nya.

.

Ya Allah, bentuklah kami menjadi pribadi yang mempunyai hati untuk sesama, yang siap mengulurkan tangan kepada siapa pun untuk membantu meringankan beban sehingga kehadiran kami menjadi cermin nyata kerahiman hati-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 11 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 11:1-4 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yun. 4:1-11; Mazmur: 86:3-6.9-10: R:15b; PEKAN BIASA XXVII (H); St. Yohanes XXI; B.Ellas a Succursu Nieves; 

Pada waktu itu, Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika la berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya dan ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

.

renungan harian katolik

 

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 Oktober 2023, Bacaan Injil

Dalam salah satu seminar tentang hidup doa, salah satu peserta yang bertanya, “Mana doa Katolik yang paling baik dan powerful?” Narasumber lalu menjawab, “Doa yang keluar dari lubuk hati terdalam. Karena inti dari doa adalah komunikasi hati dengan Tuhan yang adalah sumber kehidupan kita.” Berdoa berarti men-charge kembali kehidupan kita agar tidak lowbatt dan akhirnya mati tanpa daya dan energi.

Doa adalah energi bagi kita, makhluk spiritual. Kita ada dan hidup karena ada napas kehidupan yang diembuskan Tuhan kepada kita. Kita hidup karena adanya spirit Tuhan yang mengisi pribadi kita. Dan spirit itu akan tetap ada dan bernyala ketika kita tetap menjaga relasi kita dengan Sang Pemberi spirit itu. Itulah makna hidup doa. Maka, ketika kita mencabut aliran spirit itu dari diri kita dengan memutus relasi kita dengan Tuhan, kita akan kehilangan segala daya dan akhirnya kita akan kolaps sebagai insan rohani. Secara fisik kelihatan hidup, tetapi sebenarnya secara spirit kita sudah mati.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan bagaimana isi doa yang benar. Cara hidup Yesus sudah memberikan kesaksian bahwa Dia selalu menjaga relasi dengan Bapa-Nya, la berdialog secara konsisten. Energi hidup Yesus benar-benar mengalir dari Sang Pemberi Spirit, yaitu Bapa yang mengutus-Nya. Doa Bapa Kami adalah salah satu contoh doa yang diberikan oleh Yesus, bukan satu-satunya doa yang diajarkan Yesus. Pola doa Bapa Kami itulah yang dikehendaki Bapa: diawali dengan pujian syukur, permohonan, dan ditutup dengan pengampunan. Pola doa seperti inilah yang berkenan di hati Allah. Dalam doa, tidak ada tempat dan ruang menghujat atau menyerang orang lain atau Tuhan sendiri.

Sudahkah hari ini kita bersyukur di hadapan Tuhan? Agar doa kita didengar Tuhan, kita harus menyucikan diri kita terlebih dahulu, jangan biarkan hidup kita dipenuhi dendam dan sakit hati. Ampunilah saudara yang bersalah pada kita agar kita semakin disempurnakan di hadapan-Nya. Inilah hakikat dan inti dari sebuah doa.

.

Ya Allah Yang Mahakasih, semoga doa kami selalu keluar dari lubuk hati terdalam sehingga berbuah energi spiritual yang menguatkan untuk semakin menjadi pribadi yang Kau kehendaki. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 10 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 10 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 10:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yun. 3:1-10; Mazmur: 130:1-4ab.7-8; R:3; PEKAN BIASA XXVII (H); St.Daniel, dkk: St.Thomas dr Villanova; 

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. la mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku. Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 10 Oktober 2023, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini mengulas tentang pertanyaan kaum Farisi kepada Yesus, “Kapan Kerajaan Allah akan datang?” Yesus dengan tegas menjawab, kata-Nya, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan, ‘Lihat, ia ada di sini!’ atau la ada disana!” Yesus menunjuk diri-Nya, “Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Artinya, Kerajaan Allah hadir ketika Yesus ada di tengah kita. Yesuslah yang menjadi tanda Kerajaan Allah itu sendiri. Pada saat Yesus hadir di tengah-tengah kehidupan kita, itulah makna sesungguhnya Kerajaan Allah.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 9 Oktober 2023

Bagaimana dengan hidup kita, apakah kehadiran kita sudah membawa suasana Kerajaan Allah? Kalau hidup kita masih menjadi batu sandungan bagi sesama maka mari kita bertobat. Bacaan Pertama menggambarkan dengan sangat indah bagaimana Nabi Yunus mengajak orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah untuk bertobat atas manusia lama mereka. Pertobatan menjadi pintu masuk setiap pribadi untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Saatnya kita seperti umat di Niniwe, berbalik arah dari kehidupan yang salah dan tersesat menuju hidup yang penuh berkat karena mampu menghadirkan secara nyata Kerajaan Allah.

.

Ya Allah, tuntunlah kami menyampaikan berita gembira tentang kerajaan-Mu, terutama lewat hidup nyata kami sehingga semakin banyak pribadi yang tergerak menjadi perpanjangan tangan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 9 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 10:25-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yun. 1:1-17; 2:10; Mazmur: Yun. 2:2-4.7; PEKAN BIASA XXVII (H); St.Y. Leonardus; St.L.Bertrand; St.Inosensius; St.Antonius Patrizi; St.Dionisius; 

Pada suatu kali, berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu:”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu, dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. la pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 Oktober 2023, Bacaan Injil

Setiap pribadi rindu diakui keberadaannya. Pengakuan itu semakin tampak jelas ketika seseorang diterima dan diberi peran tertentu. Dengan berperan sesuai kemampuannya, orang akan semakin yakin bahwa keberadaannya berguna untuk orang lain. Dengan kata lain, kecenderungan normal dari setiap pribadi adalah agar hidupnya berarti bagi sesama dan Tuhan. Kisah orang Samaria yang baik hati memberikan gambaran konkret tentang makna pemberian diri bagi sesama, tanpa disertai pretensi dan harapan-harapan pencarian diri.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 8 Oktober 2023

Ketulusan dalam memberikan diri akan berbuah kebahagiaan. Kisah orang Samaria juga menjadi cermin nyata dari pemberian diri total Sang Kasih yang tersalib, yang berbuahkan kebahagiaan sempurna, yaitu kebangkitan.

.

Ya Allah, semoga kami tergerak untuk rela berbagi kepada sesama yang membutuhkan sehingga kualitas hidup orang Samaria yang baik hati semakin subur berkembang di tengah-tengah masyarakat. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 8 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 8 Oktober 2023, Bacaan Injil Matius 21:33-43 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 5:1-7; Mazmur: 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Bacaan II: Flp. 4:6-9O; PEKAN III; PEKAN BIASA XXVII (H); 

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, “Dengarkanlah perumpamaan ini. Ada seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. la menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu: yang seorang mereka pukuli, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang semula. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, katanya “Anakku akan mereka segani.” Tetapi ketika para penggarap melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Inilah ahli warisnya, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.’

Mereka menangkap dia dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus,”la akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.”(Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 8 Oktober 2023, Bacaan Injil

Bacaan-bacaan hari Minggu ini berkisar seputar kesetiaan dan ketekunan. Allah yang digambarkan sebagai seorang tuan yang mempunyai kebun anggur dan siap mempekerjakan orang-orang untuk menggarapnya, tentu mempunyai harapan ketika musim panen tiba, yakni kebunnya akan menghasilkan anggur manis yang siap dinikmati. Namun, yang terjadi di luar perkiraan dan harapan: anggur asam yang didapat, para pekerja tega membunuh utusan-utusannya. Maka, sudah pantas dan layak jika Allah marah dan murka: dibabat habis kebun anggur itu dan para pekerja yang tidak tahu diri dibinasakan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 7 Oktober 2023

Apa sebenarnya yang Allah kehendaki atas hidup kita? Allah rindu menemukan ‘pekerja anggur’ yang setia dan tekun, yang mampu menghasilkan anggur manis. Allah ingin kita menjadi pribadi yang setia dengan perutusan masing-masing. Allah masih percaya kepada kita dan memberikan kesempatan untuk bekerja di kebun anggur-Nya. Apakah kita menggunakan kesempatan ini dengan baik? Saatnya kita kembali membuat resolusi pribadi dan mencanangkan komitmen sebagai pekerja kebun anggur-Nya.

.

Ya Allah, ajarlah kami menjadi pribadi yang setia dan tekun bekerja di kebun anggur-Mu sehingga kami mampu menghasilkan anggur manis sebagaimana Engkau kehendaki. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 7 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 7 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 1:26-38 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis. 1:12-14; Mazmur: Luk. 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; PEKAN BIASA XXVI; Pw SP Maria, Ratu Rosario (P); Hari Sabtu Imam; 

Dalam bulan yang keenam, Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. la akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan la akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 7 Oktober 2023, Bacaan Injil

Doa Rosario merupakan salah satu devosi paling populer dalam tradisi Kristiani. Secara historis, digunakannya ‘butir-butir’ sebagai alat bantu doa juga merupakan tradisi sejak zaman Gereja awal, bahkan zaman sebelumnya. Pada Abad Pertengahan, butir-butir ini dipakai  untuk menghitung doa Bapa Kami dan Salam Maria di biara-biara. Struktur doa rosario berkembang antara Abad XII dan XV. Pada Abad XVI, terbentuklah Doa Rosario yang terbagi menjadi lima dekade dalam tiga peristiwa: gembira, sedih, dan mulia.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 6 Oktober 2023

Rosario disebut sebagai salah satu doa tradisi terbaik dan paling berharga karena berisikan doa-doa pokok yang ada di Gereja Katolik, mulai dari Syahadat, Bapa Kami, Salam Maria. Kemuliaan sampai pada permenungan tentang sejarah keselamatan manusia yang tertuang dalam tiga peristiwa. Lewat doa rosario, umat diarahkan untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus. Pertanyaan sederhana: Sudah berdoa rosariokah Anda hari ini? Mari jadikan doa rosario bagian dari tradisi keluarga kita masing-masing.

.

Ya Allah, semoga dengan mendaraskan doa rosario, kami mampu meneladan semangat Bunda Maria dan menghadirkan misteri hidup Kristus dalam keluarga dan komunitas kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 6 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 10:13-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bar. 1:15-22; Mazmur: 79:1 5.3-9; R:9ac; PEKAN BIASA XXVI (H); St.Bruno; B.Isidorus de Loor; Diego de San Vitores; Sta.Maria Fransiska dr Ke-5 luka Yesus; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku: dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Oktober 2023, Bacaan Injil

Pengalaman ditolak oleh siapa pun sangat menyakitkan. Ketika ditolak, biasanya kita akan merasa tidak berarti, tidak berharga, sia-sia segala upaya dan usaha selama ini. Semua rasa yang muncul tersebut berakibat pada self-image negatif dan akhirnya bisa mengakibatkan stres atau depresi. Sebaliknya, jika kita menolak, pasti terungkap pula situasi dan kondisi pribadi kita, entah menolak karena perbedaan pandangan, kemarahan, atau kebencian dan sakit hati. Bacaan Injil hari ini mewakili situasi di atas.

Santo Lukas menampilkan Yesus yang mengecam kota Khorazim, kota Betsaida, dan kota Kapernaum karena warganya menolak pewartaan Yesus dan para murid-Nya. Terjadi banyak mukjizat di kota-kota itu, tetapi mereka tetap bebal dan tidak mau bertobat. Mereka teguh pada prinsip hidup mereka dan merasa benar dengan apa yang sudah mereka hidupi, padahal secara kasat mata, mereka ada pada jalan yang salah. Penolakan mereka terhadap Yesus dan para murid tentu melukai. Maka, tidak ada kata lain yang lebih pantas selain “Celakalah kamu!”

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 5 Oktober 2023

Untuk menenangkan hati sekaligus memberikan motivasi kepada para murid, Yesus menambahkan: “Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku, dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku, dan barang siapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” Yesus menyamakan kedudukan para murid dengan Dia dan Bapa yang mengutus-Nya. Tentu ini sebuah penghormatan dan penghargaan istimewa yang diberikan Yesus kepada para murid. Penghargaan ini memberikan motivasi baru bahwa sekalipun mereka ditolak, Yesus dan Bapa ada di belakang perutusan mereka.

Mungkin kita akan mengalami pengalaman yang sama dengan para murid: ditolak, dibenci bahkan dipersekusi secara fisik. Jangan gentar, jangan takut, Yesus yang mengutus kita akan bersama kita, dan Bapa di surga akan menolong kita, karena Bapa dan Yesus tidak pernah membiarkan domba-domba-Nya sendirian dalam perutusan dan pewartaan.

.

Ya Allah, teguhkan kami sebagai saksi kebangkitan-Mu saat penolakan dan penganiayaan menghadang langkah perutusan kami. Engkaulah kekuatan dan benteng pertahanan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 5 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 10:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Neh. 8:1-5a.6-7.8b-13; Mazmur: 19:8-11; R:9a; PEKAN BIASA XXVI (H); Sta.Faustina Kowalska; B.Albertus Marvalli; B.Raymundus dr Kapua; 

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid. la mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Berkatalah Ia kepada mereka, “Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar la mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah nemberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’ (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Oktober 2023, Bacaan Injil

Di kalangan Gereja Katolik, sempat hidup pandangan bahwa perutusan Gereja di tengah masyarakat sepenuhnya tanggung jawab kaum klerus dan biarawan-biarawati. Akibatnya, pada zaman itu, sangat sulit ditemukan aktivis-aktivis awam yang terlibat dalan perutusan Gereja. Kalau pun ada, mereka masih berprinsip bahwa mereka hanya membantu kaum klerus. Kaum awam benar-benar menggantungkan perutusan Gereja di tangan kaum klerus.

Diawali adanya Konsili Vatikan II, aroma pembaruan Gereja sangat dirasakan. Gairah awam dalam hidup menggereja mulai menggeliat, peran mereka mulai dirasakan di pelbagai komponen dan lapisan masyarakat. Puncaknya memasuki tahun milenial, tahun 2000. Perutusan Gereja benar-benar melibatkan kaum awam. Inilah tahun emas bagi kaum awam untuk terlibat aktif dalam perutusan Gereja Katolik. Perutusan adalah kita.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 4 Oktober 2023

Makna Injil hari ini benar-benar terjadi. Yesus mengutus para murid berdua-dua untuk mewartakan Kerajaan Surga. Akan tetapi, kita harus memegang teguh kata-kata Paus Fransiskus, terlibat dalam perutusan berarti siap menjadi gembala yang berbau domba, terlibat dan hadir
dalam pergumulan dan persoalan masyarakat. Dengan demikian, kita semakin mengenal lebih dalam masyarakat atau umat yang kita layani.

Dengan mengenal, kita akan mencintai mereka. Dan ketika cinta bertumbuh, maka tidak dapat tidak, melayani dalam perutusan Gereja menjadi harga mati. Mari kita memaknai perutusan Gereja dengan tiga langkah ini: mengenal (to know), mencintai (to love), dan melayani (to serve).

.

Ya Allah, kuatkanlah kehendak kami untuk selalu mendengarkan panggilan-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page