Renungan Harian Hari Ini 23 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 September 2024, Bacaan Injil Lukas 8:16-18 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ams. 3:27-34; Mazmur: 15:2-3ab. 3cd4ab. 5; R:1b; PEKAN BIASA XXV Pw St.Pius dr Pietrelcina (Padre Pio), Im (P);

BACAAN I

Ams 3:27
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Ams 3:28
Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.

Ams 3:29
Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.

Ams 3:30
Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.

Ams 3:31
Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya,

Ams 3:32
karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

Ams 3:33
Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

Ams 3:34
Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 23 September 2024

Mzm 15:2
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,

Mzm 15:3
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

Mzm 15:3
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

Mzm 15:4
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;

Mzm 15:5
yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 23 September 2024

Luk 8:16
“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

Luk 8:17
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

Luk 8:18
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 September 2024, Bacaan Injil

Pada zaman dahulu, pelita memiliki fungsi yang sangat penting seperti lampu listrik pada zaman sekarang. Pelita memungkinkan orang untuk melihat dan bekerja pada saat gelap dan menghindarkan dari bahaya tersandung.

Orang-orang Yahudi juga memahami “terang” sebagai ekspresi dari keindahan batin, kebenaran, dan kebaikan Allah. “Di dalam terang-Mu kami melihat terang” (Mzm. 36: 10). “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105).

Kasih karunia Allah tidak hanya menerangi kegelapan dalam hidup kita, tetapi juga memenuhi kita dengan terang rohani, sukacita, dan damai sejahtera.

Yesus menggunakan gambaran pelita untuk menjelaskan bagaimana para murid-Nya harus hidup dalam terang kebenaran dan kasih-Nya.

Sama seperti cahaya alami yang menerangi kegelapan dan memampukan seseorang untuk melihat dengan mata, demikian pula terang Kristus bersinar di dalam hati orang-orang percaya dan memampukan kita untuk melihat realitas surgawi Kerajaan Allah.

 

Sesungguhnya, misi kita adalah menjadi pembawa terang Kristus sehingga orang lain dapat melihat kebenaran Injil dan dibebaskan dari kebutaan dosa.

Yesus mengatakan bahwa tidak ada yang dapat disembunyikan atau dirahasiakan. Kita bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain, tetapi tidak bisa kita sembunyikan dari diri kita sendiri dan dari Tuhan.

Kita mudah tergoda untuk menutup mata dari konsekuensi cara hidup kita yang penuh dosa dan kebiasaan buruk, bahkan ketika kita tahu apa saja konsekuensinya.

Namun, bagaimanapun juga, segala sesuatu akan diketahui oleh Allah yang melihat semuanya. Ada kebebasan dan sukacita yang besar bagi mereka yang hidup dalam terang Tuhan dan yang mencari kebenaran ini.

Mereka yang mendengarkan Allah dan mengindahkan suara-Nya akan menerima lebih banyak lagi dari-Nya. Apakah kita telah merasakan sukacita dan kebebasan hidup dalam terang Allah?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024

.

.

Tuhan, bimbinglah kami dengan terang kebenaran-Mu yang menyelamatkan. Penuhilah hati dan pikiran kami dengan terang dan kebenaran-Mu serta bebaskanlah kami dari kebutaan dosa dan tipu daya sehingga kami dapat melihat jalan-Mu dengan jelas dan memahami kehendak-Mu bagi hidup kami. Kiranya kami dapat memancarkan terang dan kebenaran-Mu kepada orang lain dalam perkataan dan perbuatan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024, Bacaan Injil Markus 9:30-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 2:12. 17-20; Mazmur: 54:3-4. 5. 6. 8; R:6b; Bacaan II: Yak. 3:16-4:3; PEKAN BIASA XXV (H);

BACAAN I

Keb 2:12
Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.

Keb 2:17
Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.

Keb 2:18
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.

Keb 2:19
Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.

Keb 2:20
Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024

Mzm 54:3
(54-5) Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah. Sela

Mzm 54:4
(54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.

Mzm 54:5
(54-7) Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!

Mzm 54:6
(54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.

 

BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024

Yak 3:16
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Yak 3:17
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Yak 3:18
Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Yak 4:1
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Yak 4:2
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; juga kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Yak 4:3
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024

Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;

Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

Mrk 9:37
“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024, Bacaan Injil

Para murid Yesus berdebat tentang siapa di antara mereka yang terbesar! Memang agak memalukan. Namun, bukankah kita juga seperti para murid? Kita kerap membandingkan diri kita dengan orang lain dan menginginkan pujian mereka.

Nafsu untuk mendapatkan kemuliaan sepertinya sudah mendarah daging dalam diri kita. Siapa yang tidak suka untuk dikagumi orang lain?

Ketika mereka saling berdebat, Yesus membuat gerakan dramatis dengan memeluk seorang anak kecil untuk menunjukkan kepada murid-murid-Nya siapa yang sebenarnya terbesar dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dapat diajarkan oleh seorang anak kecil kepada kita tentang ‘yang terbesar’? Pada zaman dahulu, anak-anak tidak memiliki hak dan kedudukan. Secara sosial, mereka berada pada “anak tangga paling bawah”.

Mereka melayani orangtua mereka, sama seperti pelayan rumah tangga. Apa makna dari sikap Yesus ini? Yesus mengangkat seorang anak kecil di hadapan para murid-Nya dengan menempatkan anak itu dalam posisi terhormat.

Sudah menjadi kebiasaan, bahkan sampai hari ini, untuk mendudukkan tamu kehormatan di sebelah kanan tuan rụmah. Siapakah yang terbesar di dalam Kerajaan Allah?

Orang yang rendah hati adalah orang yang bukannya menuntut hak-hak mereka, melainkan rela mengosongkan diri mereka dari kesombongan dan mencari kemuliaan dengan mengambil posisi rendah sebagai hamba atau anak.

‘Renungan Harian Hari Ini 22 September 2024, Bacaan Injil’

Yesus adalah model pengosongan diri. Seperti kata Rasul Paulus, Yesus telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba (Flp. 2:7).

Hanya dengan demikian, Dia dapat membangkitkan kita dan mengenakan kepada kita kodrat ilahi-Nya. Allah menentang orang yang sombong, tetapi memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati (Yak, 4:6).

Jika kita ingin dipenuhi dengan kuasa Allah maka kita perlu mengosongkan diri kita dari segala sesuatu yang menghalanginya, seperti kesombongan, kemuliaan diri sendiri, dan sebagainya.

Tuhan menginginkan kita seperti bejana tanah liat yang kosong agar Dia dapat mengisinya dengan kemuliaan, kuasa, dan kasih-Nya (bdk. 2Kor. 4:7).

Tuhan menghendaki kita menjadi pelayan bagi sesama, berani menjadi kecil, meninggalkan kepentingan diri sendiri, bahkan siap menderita serta berkurban demi keselamatan dan kebahagiaan sesama.

Apakah kita siap untuk merendahkan diri dan melayani seperti yang Yesus lakukan?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024

.

.

Tuhan, dengan salib-Mu Engkau telah menebus dunia dan menyatakan kemuliaan dan kemenangan-Mu atas dosa dan maut. Semoga kami tidak pernah gagal untuk melihat kemuliaan dan kemenangan-Mu di kayu salib. Tolonglah kami untuk menyesuaikan hidup kami dengan kehendak-Mu dan mengikuti jalan kekudusan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024, Bacaan Injil Matius 9:9-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ef. 4:1-7. 11-13; Mazmur: 19:2-3. 4-5; R:5a; PEKAN BIASA XXIV Pesta St.Matius, Rasul & Pengarang Injil (M);

BACAAN I

Ef 4:1
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Ef 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Ef 4:3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Ef 4:4
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

Ef 4:5
satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

Ef 4:6
satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Ef 4:7
Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Ef 4:11
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Ef 4:12
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ef 4:13
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024

Mzm 19:2
(19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

Mzm 19:3
(19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;

Mzm 19:4
(19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Mzm 19:5
(19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024

Mat 9:9
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Mat 9:10
Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Mat 9:11
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Mat 9:12
Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Mat 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024

Ef 4:1
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Ef 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Ef 4:3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Ef 4:4
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

Ef 4:5
satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

Ef 4:6
satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Ef 4:7
Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Ef 4:8
Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

 

Ef 4:9
Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Ef 4:10
Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Ef 4:11
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Ef 4:12
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ef 4:13
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Ef 4:14
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Ef 4:15
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Ef 4:16
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, ?yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota?menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024, Bacaan Injil

Pada zaman Yesus, masyarakat Yahudi terbagi dalam dua kelompok. Pertama, orang-orang Yahudi ortodoks yang secara kaku menaati hukum Taurat, termasuk semua peraturan yang kecil.

Kedua, orang yang menaati hukum Taurat, tetapi tidak peduli dengan peraturan yang kecil. Kaum ortodoks memperlakukan kelompok yang terakhir ini seperti warga negara kelas dua:

menghindari pergaulan dengan mereka, menolak berbisnis dengan mereka, menolak memberi atau menerima apa pun dari mereka, menolak kawin campur, dan menghindari segala bentuk hiburan dengan mereka, termasuk perjamuan makan.

Pergaulan Yesus dengan orang-orang seperti ini, terutama dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, mengejutkan perasaan kelompok Yahudi ortodoks.

Ketika memanggil Matius untuk menjadi salah satu murid-Nya, Yesus memilih salah satu dari orang yang paling tidak disukai oleh kelompok Yahudi ortodoks.

‘Renungan Harian Hari Ini 21 September 2024, Bacaan Injil’

Ketika orang-orang Farisi mencela perbuatan Yesus yang tidak umum ketika makan bersama orang-orang berdosa di depan umum, pembelaan Yesus cukup sederhana: seorang dokter tidak perlu mengunjungi orang yang sehat.

Sebaliknya, ia akan mendatangi mereka yang sakit. Yesus mencari mereka yang paling membutuhkan. Seorang tabib sejati menawarkan kesembuhan yang utuh: tubuh, pikiran, dan roh.

Kaum Yahudi ortodoks begitu sibuk mengurusi praktik agama mereka sendiri sehingga mereka lalai untuk menolong orang-orang yang membutuhkan perawatan rohani. Mereka melakukan praktik agama secara egois.

Mereka tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang tidak seperti mereka. Sebaliknya, Yesus menyatakan misi-Nya dengan sangat jelas: datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Apakah kita sudah bersyukur kepada Tuhan atas belas kasihan-Nya yang besar kepada kita? Apakah kita telah mengusahakan kebaikan bagi sesama dan menunjukkan belas kasihan dan kebaikan kepada mereka?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024

.

.

Tuhan Yesus, Juruselamat kami, izinkanlah kami datang kepada-Mu: Hati kami dingin; Tuhan, hangatkanlah hati kami dengan kasih-Mu yang tanpa pamrih. Hati kami berdosa; bersihkanlah dengan darah-Mu yang mahal. Hati kami lemah: kuatkanlah dengan Roh-Mu yang penuh sukacita. Hati kami kosong: penuhilah dengan kehadiran ilahi-Mu. Tuhan Yesus, hati kami adalah milik-Mu; milikilah hati kami selalu dan hanya untuk diri-Mu sendiri. Amin. (Doa Santo Agustinus, 354-430)

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024, Bacaan Injil Lukas 8:1-3 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 15:12-20; Mazmur: 17:1.6-7.8b. 15; R:15b; PEKAN BIASA XXIV; Pw S.Andreas Kim Taegon, Im; dan Paulus Chong Ha-sang, dkkMrt-Korea (M);

BACAAN I

1Kor 15:12
Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?

1Kor 15:13
Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

1Kor 15:14
Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

1Kor 15:15
Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.

1Kor 15:16
Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

1Kor 15:17
Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

1Kor 15:18
Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.

1Kor 15:19
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

1Kor 15:20
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024

Mzm 17:1
Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

Mzm 17:6
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

Mzm 17:7
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

Mzm 17:8
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Mzm 17:15
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024

Luk 8:1
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Luk 8:2
dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Luk 8:3
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024

Bar 1:14
Hendaklah membacakan kitab yang kami kirim ini, untuk diumumkan di dalam Rumah Tuhan pada hari raya dan pada hari-hari perhimpunan.

Bar 1:15
Katakanlah sebagai berikut. Keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan malu muka pada kami, sebagaimana halnya hari ini, yaitu: pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem,

Bar 1:16
pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami.

Bar 1:17
Memang kami telah berdosa kepada Tuhan.

Bar 1:18
Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami.

Bar 1:19
Semenjak hari Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir hingga dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya Tuhan telah kami alpakan karena tidak mendengarkan suara-Nya.

Bar 1:20
Dari sebab itu maka melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahkan-Nya kepada kami suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya hari ini.

Bar 1:21
Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan firman para nabi yang telah Tuhan utus kepada kami.

Bar 1:22
Bahkan kami telah pergi berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

Bar 2:1
Dari sebab itu maka Tuhan memenuhi firman yang telah difirmankan-Nya melawan kami dan melawan para hakim kami yang telah menghakimi Israel, dan melawan segala raja dan pemimpin kami serta melawan semua orang Israel dan Yehuda.

Bar 2:2
Di bawah kolong langit belum pernah terjadi seperti yang terjadi di Yerusalem sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat Musa:

 

Bar 2:3
kami masing-masing sampai makan daging anak-anak kami sendiri.

Bar 2:4
Tuhan telah membuat mereka semua menjadi takluk kepada segala kerajaan di sekeliling kami, sehingga menjadi ternista dan lengang di antara sekalian bangsa sekeliling, di mana mereka telah dicerai-beraikan oleh Tuhan.

Bar 2:5
Mereka menjadi bawahan dan bukan atasan, oleh karena kami telah berdosa kepada Tuhan, Allah kami, dengan tidak mendengarkan suara-Nya.

Bar 3:1
Ya Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, dengan jiwa yang kesesakan dan roh terlantar aku menjerit kepada-Mu.

Bar 3:2
Dengarlah, ya Tuhan, dan kasihanilah. Memang kami telah berdosa kepada-Mu.

Bar 3:3
Engkau bertakhta kekal, sedangkan kami jatuh binasa terus-menerus.

Bar 3:4
Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, dengarkanlah doa dari orang yang nyaris mati di Israel dan doa dari anak-anak orang yang telah berdosa kepada-Mu dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka. Oleh karena itulah maka bencana-bencana melekat pada diri kami.

Bar 3:5
Jangan ingat kepada kefasikan nenek moyang kami, tetapi sudilah kiranya pada saat ini juga ingat kepada tangan-Mu dan nama-Mu sendiri.

Bar 3:6
Oleh karena Engkaulah Tuhan, Allah kami, maka kami hendak memuji Engkau, ya Tuhan.

Bar 3:7
Sebab ketakutan kepada-Mu telah Kautaruh di dalam hati kami, supaya nama-Mu kami serukan. Kamipun akan memuji Engkau di dalam pembuangan kami, oleh karena kami telah menjauhkan dari hati kami segala kefasikan nenek moyang kami yang telah berdosa kepada-Mu.

Bar 3:8
Lihatlah sekarang ini kami di dalam pembuangan kami, di mana kami telah Kauceraiberaikan menjadi orang ternista, terlaknat dan terhukum, setimpal dengan segenap kefasikan nenek moyang kami yang telah berpaling dari Tuhan, Allah kami.

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2024, Bacaan Injil

Selama tiga tahun menjalankan pelayanan di tengah masyarakat Yahudi, perjalanan, yang dilakukan Yesus dari desa ke desa atau dari kota ke kota pastinya sangat luas. Injil mencatat, ada sekelompok perempuan yang menemani Yesus dan kedua belas rasul.

Mereka adalah sekelompok perempuan dengan beragam latar belakang, dari mereka yang dianggap berdosa sampai mereka yang dengan latar keluarga kaya atau terkemuka.

Maria Magdalena pernah menjalani kehidupan yang sangat sulit. Yesus pernah membebaskannya dari tujuh setan. Sementara itu, Yohana, istri dari kepala keuangan raja, jelas memiliki kedudukan sosial dan politik yang penting.

Apa yang mempertemukan dan menyatukan mereka dalam ikatan persahabatan dan pelayanan bersama? Tentu saja, Yesus dan pesan-Nya tentang Kerajaan Allah.

Masing-masing dari para perempuan tersebut membawa kemampuan dan sumber daya mereka untuk Yesus dan pelayanan- Nya. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Roh Kudus memberikan karunia kepada setiap orang demi kebaikan bersama seluruh Gereja yang adalah tubuh Kristus (1 Kor. 12:7).

Meskipun Tuhan kiranya tidak memerlukan siapa pun, Dia memilih untuk bekerja di dalam dan melalui kita masing-masing untuk kemuliaan-Nya. Tidak ada seorang pun yang tidak penting atau tidak diperlukan dalam mewujudkan Kerajaan Allah.

Yang terkecil dalam Kerajaan Allah akan mendapatkan tempat dan tugas di sisi Yesus. Apakah kita merasakan sukacita ketika melayani Yesus bersama orang lain yang mengasihi-Nya?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024

.

.

Tuhan, nyalakanlah hati kami untuk-Mu sehingga kami dapat mempersembahkan dengan sukarela karunia, talenta, dan sumber daya yang Engkau berikan kepada kami, demi Engkau dan untuk mewartakan Injil. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024, Bacaan Injil Lukas 7:36-50 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 15:1-11; Mazmur: 118:1-2. 16ab-17. 28; R:1a; PEKAN BIASA XXIV (H) Pfak St.Yanuarius; St.Fransiskus Maria dr Camporosso;

BACAAN I

1Kor 15:1
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

1Kor 15:2
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu?kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

1Kor 15:3
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

1Kor 15:4
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

1Kor 15:5
bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

1Kor 15:6
Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

1Kor 15:7
Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.

1Kor 15:8
Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.

1Kor 15:9
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

1Kor 15:10
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

1Kor 15:11
Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024

Mzm 118:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Mzm 118:2
Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

Mzm 118:16
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”

Mzm 118:17
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

Mzm 118:28
Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024

Luk 7:36
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

Luk 7:37
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

Luk 7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Luk 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Luk 7:40
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”

Luk 7:41
“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.

Luk 7:42
Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”

Luk 7:43
Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”

‘BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024’

Luk 7:44
Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

Luk 7:45
Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.

Luk 7:46
Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

Luk 7:47
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Luk 7:48
Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”

Luk 7:49
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”

Luk 7:50
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024

Est 5:1
Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.

Est 5:2
Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

Est 5:3
Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.”

Est 5:4
Jawab Ester: “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.”

Est 5:5
Maka titah raja: “Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester.” Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Est 5:6
Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: “Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”

Est 5:7
Maka jawab Ester: “Permintaan dan keinginan hamba ialah:

Est 5:8
Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.”

‘BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024’

Est 5:9
Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai.

Est 5:10
Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, isterinya.

Est 5:11
Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja.

Est 5:12
Lagi kata Haman: “Tambahan pula tiada seorangpun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besokpun aku diundangnya bersama-sama dengan raja.

Est 5:13
Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja.”

Est 5:14
Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: “Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu.” Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.

Est 7:1
Datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu.

Est 7:2
Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: “Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”

‘BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024’

Est 7:3
Maka jawab Ester, sang ratu: “Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.

Est 7:4
Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja.”

Est 7:5
Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: “Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?”

Est 7:6
Lalu jawab Ester: “Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!” Maka Hamanpun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.

Est 7:7
Lalu bangkitlah raja dengan panas hatinya dari pada minum anggur dan keluar ke taman istana; akan tetapi Haman masih tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ester, sang ratu, karena ia melihat, bahwa telah putus niat raja untuk mendatangkan celaka kepadanya.

Est 7:8
Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruangan minum anggur, maka Haman berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Maka titah raja: “Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri?” Tatkala titah raja itu keluar dari mulutnya, maka diselubungi oranglah muka Haman.

Est 7:9
Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: “Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.” Lalu titah raja: “Sulakan dia pada tiang itu.”

Est 7:10
Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2024, Bacaan Injil

Tidak ada seorang pun yang bertemu Yesus, kemudian bersikap acuh tak acuh. Mereka tertarik kepada-Nya atau ditolak oleh-Nya. Mengapa seorang Farisi mengundang Yesus makan malam yang menyenangkan dan kemudian memperlakukan-Nya dengan sedikit rasa hormat?

Simon, orang Farisi ini, mungkin orang yang terkenal. Namun, ia berani mengkritik Yesus yang berlaku penuh kasih terhadap “perempuan yang berdosa” – kemungkinan besar seorang pelacur.

Beberapa orang Farisi menjauhi kelompok “orang yang dianggap berdosa” sehingga mereka lalai untuk memberikan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan kesembuhan dan pemulihan diri.

Yesus kemudian mengajar tentang pengampunan dengan perumpamaan orang yang dihapuskan utangnya. Perumpamaan ini mirip dengan perumpamaan tentang hamba seorang raja yang telah banyak diampuni, tetapi justru bersikap sebagai orang yang tidak kenal belas kasihan (lih. Mat. 18:23-35).

Orang seperti ini benar-benar tidak berperasaan karena ia tidak percaya pada kasih, tidak dapat menerimanya dan tidak dapat memberikannya. Siapakah yang paling patut dikasihani? Mereka yang tidak dapat menerima kasih atau mereka yang tidak dapat memberi kasih?

Yesus menjelaskan bahwa kasih yang besar muncul dari hati yang telah diampuni dan disucikan. Ungkapan kasih yang begitu besar dari perempuan itu adalah bukti bahwa ia telah berkenan kepada Allah.

Simon, yang menganggap dirinya sebagai orang Farisi yang taat, tidak merasa perlu akan belas kasihan. Kemandiriannya membuat dia tidak mengakui kebutuhannya akan kasih karunia Allah. Apakah kita bersyukur atas belas kasihan Allah?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024

.

.

Ya Tuhan, penuhilah hati kami dengan kasih dan rasa syukur atas belas kasihan yang telah Engkau tunjukkan, serta berikanlah kepada kami kebebasan dan sukacita untuk mengasihi dan melayani orang lain seperti yang telah Engkau ajarkan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024, Bacaan Injil Lukas 7:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 12:31-13:13; Mazmur: 33:2-3.4-5. 12. 22; R:12b; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Yosef dr Cupertino; St.Yohanes Makias;

BACAAN I

1Kor 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

1Kor 13:1
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

1Kor 13:2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

1Kor 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

1Kor 13:4
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

1Kor 13:5
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

1Kor 13:6
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

1Kor 13:7
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

1Kor 13:8
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

1Kor 13:9
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

1Kor 13:10
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

1Kor 13:11
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

1Kor 13:12
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

1Kor 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024

Mzm 33:2
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

Mzm 33:3
Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!

Mzm 33:4
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Mzm 33:5
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.

Mzm 33:12
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Mzm 33:22
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024

Luk 7:31
Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?

Luk 7:32
Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

Luk 7:33
Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.

Luk 7:34
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Luk 7:35
Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024

Est 14:1
Ratu Esterpun nerlindung pada Tuhan dalam bahaya maut yang menyerang dia. Pakaian kemuliannya telah ditanggalkannya dan telah dikenakannya pakaian kesesakan dan perkabungan.

Est 14:2
Dari pada dengan wangi-wangian yang ulung telah ditaburinya kepalanya dengan abu dan kotoran. Tubuhnya sangat disiksanya dengan puasa dan jalinan-jalinan rambutnya yang terlepas memenuhi seluruh tempat perhiasan riangnya.

Est 14:3
Maka mohonlah ia kepada Tuhan, Allah Israel, katanya:

Est 14:4
“Tuhanku, Raja kami, Engkaulah yang tunggal, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang padanya tidak ada yang menolong selain dari Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku.

Est 14:5
Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan.

Est 14:6
Tetapi sekarang kami telah berdosa kepada-Mu dan kami Kauserahkan ke dalam tangan musuh kami,

Est 14:7
oleh karena kami menghormati allah-allah mereka. Sungguh adillah Engkau, ya Tuhan.

Est 14:8
Tetapi musuh kami tidaklah puas dengan perbudakan kami yang pahit. Mereka telah meletakkan tangannya di dalam tangan berhalanya untuk menggagalkan sumpah yang Kauucapkan dan melenyapkan milik-Mu serta menyumbat mulut orang-orang yang memuji Engkau dan lagi memadamkan kemuliaan dari Rumah-Mu serta mezbah-Mu;

Est 14:10
mulut bangsa-bangsa mau mereka bukakan untuk memuji kesia-siaan dan mengagumi selamanya raja kedagingan.

‘Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024’

Est 14:11
Tuhan, janganlah menyerahkan tampuk pemerintahan-Mu kepada yang tidak ada sama sekali, jangan orang sampai menertawakan keruntuhan kami. Melainkan timpakanlah makar mereka pada diri mereka sendiri dan contohkanlah orang yang pertama menyerbu kami.

Est 14:12
Ingatlah, ya Tuhan, dan hendaklah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa!

Est 14:13
Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu dan ubahkanlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya.

Est 14:14
Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorangpun selain dari Engkau, ya Tuhan.

Est 14:15
Segala sesuatunya Kaukenal dan Engkaupun tahu bahwa aku membenci kemuliaan dari orang-orang fasik serta merasa keji terhadap tempat tidur orang-orang yang tak bersunat itu dan tiap-tiap orang asing.

Est 14:16
Engkau mengetahui daruratku. Engkau tahu bahwa tanda kecongkakan yang ada di atas kepalaku pada hari-hari aku tampil ke muka kuanggap rendah; aku mengejikannya seperti kain haid dan tidak kupakai pada hari-hari istirahatku.

Est 14:17
Hamba-Mu inipun tidak makan pula pada meja Haman dan perjamuan rajapun tidak kuhargakan; anggur tuangan tidaklah kuminum.

Est 14:18
Lagipula hamba-Mu ini tidak menaruh sukacita semenjak hari aku pindah hingga sekarang, kecuali atas Dikau, ya Tuhan, Allah Abraham.

Est 14:19
Ya Allah, Engkaulah yang terlebih kuat dari sekalian orang, dengarkanlah suara orang-orang yang putus harapannya dan selamatkanlah kami dari kekuasaan para penjahat dan selamatkanlah aku ini dari ketakutanku!”

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2024, Bacaan Injil

Dalam perumpamaan Yesus ini, anak-anak kecewa karena mereka tidak mampu membujuk siapa pun untuk bergabung dalam musik yang mereka mainkan.

Mereka mengeluh bahwa jika mereka memainkan musik di pesta pernikahan, tidak ada yang mau bernyanyi dan menari; dan jika mereka memainkan musik di pemakaman, hasilnya juga sama.

Refrein ini menggemakan kata-kata dari Pengkhotbah 3:4 yang berbunyi, “Ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap dan ada waktu untuk menari.”

Pesan Yesus tentang Kerajaan Allah adalah sebuah pewartaan tentang kabar baik dan sukacita yang besar bagi mereka yang mau mendengarkan; tetapi juga peringatan bagi mereka yang menolak.

Mengapa pesan Yohanes Pembaptis dan pesan Yesus mendapat penolakan dan telinga mereka yang mendengarkannya seolah-olah tuli? Jawabannya, karena iri hati dan buta rohani.

Dua penyakit rohani ini telah menjangkiti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sehingga mereka mengaitkan Yohanes yang berpuasa dengan kerasukan setan dan perjamuan makan bersama Yesus sebagai pesta pora bersama pendosa.

Mereka tidak mampu untuk melihat hal-hal baik yang dilakukan oleh orang lain, bahkan yang dilakukan oleh mereka yang diutus Allah. Apa yang dapat membuat kita menjadi buta secara rohani dan lambat mendengarkan suara Tuhan?

Seperti generasi pada zaman Yesus, zaman kita juga ditandai dengan ketidakpedulian dan kebutaan, terutama dalam perkara-perkara surgawi.

Ketidakpedulian membuat telinga kita tuli terhadap suara Tuhan dan kabar baik dari Allah. Hanya orang yang rendah hati yang dapat menemukan sukacita di dalam kasih karunia dan kemurahan Allah.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024

.

.

Ya Tuhan, bukalah telinga kami untuk mendengar kabar baik tentang kerajaan-Mu dan bebaskanlah hati kami untuk mengasihi dan melayani-Mu dengan penuh sukacita. Semoga tidak ada yang menghalangi kami untuk mengikuti Engkau dengan sepenuh hati, Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024, Bacaan Injil Lukas 7:11-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 12:12-14. 27-31a; Mazmur: 100:2-5; R:3c; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Robertus Bellarminus; Sta.Hildegardis; St.Albertus dr Yerusalem; St.Martinus dr Finojosa; B.Sisilia Eusepi;

BACAAN I

1Kor 12:12
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

1Kor 12:13
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

1Kor 12:14
Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

1Kor 12:27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

1Kor 12:28
Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

1Kor 12:29
Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

1Kor 12:30
atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

1Kor 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024

Mzm 100:2
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

Mzm 100:3
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Mzm 100:4
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Mzm 100:5
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024

Luk 7:11
Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Luk 7:12
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Luk 7:13
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Luk 7:14
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Luk 7:15
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Luk 7:16
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

Luk 7:17
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024

Est 4:1
Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih.

Est 4:2
Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorangpun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung.

Est 4:3
Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya.

Est 4:4
Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya.

Est 4:5
Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu.

Est 4:6
Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja,

Est 4:7
dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi.

‘Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024’

Est 4:8
Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.

Est 4:9
Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.

Est 4:10
Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:

Est 4:11
“Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.”

Est 4:12
Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,

Est 4:13
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.

Est 4:14
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Est 4:15
Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:

Est 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2024, Bacaan Injil

Injil mencatat bahwa Yesus mudah “tergerak hati-Nya” ketika bertemu orang dan sekelompok orang yang mengalami kemalangan. Ini adalah ungkapan “belas kasihan” yang menyentuh hati ketika merasakan kesedihan dan kondisi fisik orang yang menderita.

Mengapa Yesus begitu tersentuh ketika Dia bertemu seorang janda dan iring-iringan jenazah yang penuh sesak dalam perjalanan menuju pemakaman?

Yesus tidak hanya berduka atas kematian seorang pemuda yang terlalu cepat, tetapi juga menunjukkan kepedulian-Nya yang dalam terhadap wanita yang tidak hanya kehilangan suaminya, tetapi juga anak semata wayangnya.

Perempuan ini tidak hanya kehilangan orang-orang yang dicintainya, tetapi juga kehilangan perlindungan dan pekerjaannya pada masa depan.

Selain belas kasihan yang tulus kepada janda tersebut, Yesus juga memiliki kuasa ilahi, yang memampukan Dia untuk memulihkan kehidupan dan membuat seseorang menjadi utuh kembali.

Yesus melakukan tindakan yang mengejutkan janda dan para pengiring jenazah. Dia mendekati jenazah dan melakukan kontak fisik dengan orang yang telah meninggal.

Orang-orang Yahudi tahu bahwa bersentuhan dengan mayat membuat diri seseorang najis atau tidak murni secara ritual, tampaknya Yesus tidak terlalu memedulikan aturan ritual ini.

Kepedulian dan kasih-Nya yang mendalam kepada janda tersebut mengalahkan aturan yang dibuat manusia. Perintah Yesus yang sederhana –”Hai anak muda, bangkitlah” – tidak hanya memulihkannya ke kehidupan fisik, tetapi juga membawa kebebasan dan keutuhan bagi jiwa dan tubuhnya.

Apakah kita percaya kepada Yesus untuk memberi kita hidup yang berkelimpahan dan pengharapan yang kekal dalam menghadapi cobaan, kemalangan, dan saat-saat putus asa?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024

.

.

Tuhan Yesus, kehadiran-Mu menyembuhkan, membawa kehidupan, dan memulihkan kami ke dalam keutuhan pikiran, tubuh, dan jiwa. Berfirmanlah kepada kami dan berikanlah kepada kami pengharapan, kekuatan, dan keberanian yang baru untuk mengikuti Engkau di tengah-tengah kesedihan dan sukacita hidup. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Katolik 15 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 15 September 2024, Bacaan Injil Markus 8:27-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 50:5-9a; Mazmur: 116:1-2. 3-4. 5-6. 8-9; R:9; Bacaan II: Yak. 2:14-18; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XXIV (H);

BACAAN I

Yes 50:5
Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Yes 50:6
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Yes 50:7
Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Yes 50:8
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!

Yes 50:9
Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Katolik 15 September 2024

Mzm 116:1
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.

Mzm 116:2
Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.

Mzm 116:3
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.

Mzm 116:4
Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!”

Mzm 116:5
TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.

Mzm 116:6
TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Mzm 116:8
Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.

Mzm 116:9
Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.

 

BACAAN II  – Renungan Harian Katolik 15 September 2024

Yak 2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Yak 2:15
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

Yak 2:16
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Yak 2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Yak 2:18
Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik 15 September 2024

Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Mrk 8:28
Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Mrk 8:32
Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Mrk 8:33
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Mrk 8:34
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Mrk 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Katolik 15 September 2024

Est 1:1
Pada zaman Ahasyweros?dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia?,

Est 1:2
pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,

Est 1:3
pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Est 1:9
Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

Est 1:10
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

Est 1:11
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

Est 1:12
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

‘Renungan Harian Katolik 15 September 2024’

Est 1:13
Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman?karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum;

Est 1:14
adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan?,tanya raja:

Est 1:15
“Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?”

Est 1:16
Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: “Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros.

Est 1:19
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

Est 2:5
Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin

Est 2:6
yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel.

‘Renungan Harian Katolik 15 September 2024’

Est 2:7
Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.

Est 2:8
Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.

Est 2:9
Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.

Est 2:10
Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai.

Est 2:16
Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh?yakni bulan Tebet?pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.

Est 2:17
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

 

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 15 September 2024, Bacaan Injil

Para murid telah cukup lama mengikuti Yesus. Mereka tinggal dalam kebersamaan. Pada saat yang tepat, Yesus kemudian menguji mereka dengan sebuah pertanyaan yang sangat penting, “Kata orang, siapakah Aku ini” dan “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Yesus dikenal luas di Israel sebagai hamba Allah yang berkuasa. Dia disejajarkan dengan para nabi besar, Yohanes Pembaptis, Elia, dan Yeremia. Berbeda dengan pendapat banyak orang, Petrus, yang bersama Yesus secara dekat, mengakui bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus, yang berarti “Dia-Yang-Diurapi”.

Namun, pengakuan iman Petrus memperoleh ujiannya ketika Yesus menjelaskan bahwa Mesias harus menderita dan mati agar karya penebusan Allah dapat digenapi. Betapa para murid terkejut ketika mereka mendengar kata-kata ini!

Dalam pandangan mereka, seorang Mesias tidak mungkin akan mengalami penderitaan. Tidak mungkin orang yang dipilih Allah harus mati dengan cara yang hina, yaitu disalibkan.

Terlebih lagi, mereka yang mengikuti Mesias seperti ini harus mengalami hal yang sama dengan Dia yang diikuti, yaitu menyangkal diri dan memikul salib.

Dengan menyandang gelar ‘orang Kristen’, kita membawa tugas “Kristus” dalam diri kita. Dengan pembaptisan, kita telah diurapi, kita telah menjadi ‘Kristus’ meskipun belum penuh.

Dalam perjalanan selanjutnya, kita akan menjadi serupa dengan Kristus dengan segala macam penderitaan dalam hidup ini. Sebagaimana melalui penghinaan, penderitaan, dan kematian di kayu salib, Yesus telah mematahkan kuasa dosa dan maut dan memenangkan keselamatan kita, demikian pula dengan kita. Penderitaan dalam hidup mendewasakan kita sebagai manusia Kristiani.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 14 September 2024

.

.

Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami dan tolonglah kami agar hidup dalam kemenangan salib dengan menolak dosa dan menerima kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024, Bacaan Injil Lukas 7:1-10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 11:17-26; Mazmur: 40:7-8a. 8b-9. 10. 17; R: 1Kor. 11:26b; PEKAN BIASA XXIV Pw St.Comelius, Paus & St.Siprianus, UskMrt (M);

BACAAN I

1Kor 11:17
Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan.

1Kor 11:18
Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.

1Kor 11:19
Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

1Kor 11:20
Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.

1Kor 11:21
Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.

1Kor 11:22
Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.

1Kor 11:23
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

1Kor 11:24
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

1Kor 11:25
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

1Kor 11:26
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024

Mzm 40:7
(40-8) Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

Mzm 40:8
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Mzm 40:8
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Mzm 40:9
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Mzm 40:10
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Mzm 40:17
(40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024

Luk 7:1
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.

Luk 7:2
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.

Luk 7:3
Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Luk 7:4
Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,

Luk 7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Luk 7:6
Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;

Luk 7:7
sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Luk 7:8
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang! lalu ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Luk 7:9
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”

Luk 7:10
Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024

Est 3:1
Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

Est 3:2
Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

Est 3:3
Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: “Mengapa engkau melanggar perintah raja?”

Est 3:4
Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

Est 3:5
Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,

Est 3:6
tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

 

Est 3:7
Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur?yakni undi?di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.

Est 3:8
Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: “Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa.

Est 3:9
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja.”

Est 3:10
Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu,

Est 3:11
kemudian titah raja kepada Haman: “Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik.”

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024, Bacaan Injil

Pada zaman Yesus, orang-orang Yahudi membenci orang-orang Romawi. Sebab mereka telah menguasai, menjajah, dan menindas bangsa Yahudi serta menjalankan praktik penyembahan berhala di Tanah Israel.

Ketika seorang perwira Romawi datang untuk meminta pertolongan, Yesus tidak hanya menerima dengan hangat perwira itu, tetapi juga memujinya sebagai teladan iman dan kepercayaan kepada Allah.

Dalam dunia Romawi, posisi perwira sangatlah penting. la adalah seorang yang bertanggung jawab atas seratus orang prajurit. Dalam arti tertentu, ia adalah tulang punggung pasukan Romawi, yang menyatukan seluruh pasukan.

Polybius, seorang penulis kuno, menggambarkan prinsip seorang perwira Romawi, “Mereka bukanlah orang yang terlalu gegabah dan mencari bahaya, mereka adalah orang yang dapat memerintah, teguh dalam bertindak, dan dapat diandalkan; mereka tidak boleh terlalu cemas untuk bergegas ke medan perang, tetapi ketika terdesak, mereka harus siap untuk bertahan, dan mati di tempat tugas.”

‘Renungan Harian Hari Ini 16 September 2024, Bacaan Injil’

Perwira yang mendekati Yesus ini tidak hanya berani, tetapi juga penuh dengan iman. Dia mengambil risiko untuk diejek oleh teman-temannya dengan mencari bantuan dari seorang pengkhotbah keliling dari Galilea. la bahkan harus siap menerima ejekan dari orang-orang Yahudi.

Meskipun demikian, ia mendekati Yesus dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati. Selain itu, ia adalah orang yang luar biasa karena dia mengasihi hambanya. Di dunia Romawi, budak sering diperlakukan seperti binatang, bukan manusia.

Perwira itu juga seorang yang memiliki iman yang luar biasa. la ingin agar Yesus menyembuhkan hamba yang dikasihinya. Sambil memuji dia karena imannya, Yesus segera mengabulkan permintaannya. Apakah kita bersedia untuk menerima ejekan ketika mempraktikkan iman kita? Ketika kita membutuhkan pertolongan, apakah kita mau datang kepada Yesus dengan iman yang penuh pengharapan?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024

.

.

Bapa Surgawi, berikanlah kami keberanian untuk mengasihi dan melayani orang lain dengan kemurahan hati dan belas kasihan seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024, Bacaan Injil Markus 8:27-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 50:5-9a; Mazmur: 116:1-2. 3-4. 5-6. 8-9; R:9; Bacaan II: Yak. 2:14-18; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XXIV (H);

BACAAN I

Yes 50:5
Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Yes 50:6
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Yes 50:7
Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Yes 50:8
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!

Yes 50:9
Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024

Mzm 116:1
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.

Mzm 116:2
Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.

Mzm 116:3
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.

Mzm 116:4
Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!”

Mzm 116:5
TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.

Mzm 116:6
TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Mzm 116:8
Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.

Mzm 116:9
Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.

 

BACAAN II  – Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024

Yak 2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Yak 2:15
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

Yak 2:16
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Yak 2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Yak 2:18
Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024

Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Mrk 8:28
Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Mrk 8:32
Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Mrk 8:33
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Mrk 8:34
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Mrk 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

 

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024

Est 1:1
Pada zaman Ahasyweros?dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia?,

Est 1:2
pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,

Est 1:3
pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Est 1:9
Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

Est 1:10
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

Est 1:11
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

Est 1:12
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

‘Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024’

Est 1:13
Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman?karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum;

Est 1:14
adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan?,tanya raja:

Est 1:15
“Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?”

Est 1:16
Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: “Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros.

Est 1:19
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

Est 2:5
Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin

Est 2:6
yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel.

‘Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024’

Est 2:7
Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.

Est 2:8
Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.

Est 2:9
Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.

Est 2:10
Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai.

Est 2:16
Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh?yakni bulan Tebet?pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.

Est 2:17
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2024, Bacaan Injil

Para murid telah cukup lama mengikuti Yesus. Mereka tinggal dalam kebersamaan. Pada saat yang tepat, Yesus kemudian menguji mereka dengan sebuah pertanyaan yang sangat penting, “Kata orang, siapakah Aku ini” dan “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Yesus dikenal luas di Israel sebagai hamba Allah yang berkuasa. Dia disejajarkan dengan para nabi besar, Yohanes Pembaptis, Elia, dan Yeremia. Berbeda dengan pendapat banyak orang, Petrus, yang bersama Yesus secara dekat, mengakui bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus, yang berarti “Dia-Yang-Diurapi”.

Namun, pengakuan iman Petrus memperoleh ujiannya ketika Yesus menjelaskan bahwa Mesias harus menderita dan mati agar karya penebusan Allah dapat digenapi. Betapa para murid terkejut ketika mereka mendengar kata-kata ini!

Dalam pandangan mereka, seorang Mesias tidak mungkin akan mengalami penderitaan. Tidak mungkin orang yang dipilih Allah harus mati dengan cara yang hina, yaitu disalibkan.

Terlebih lagi, mereka yang mengikuti Mesias seperti ini harus mengalami hal yang sama dengan Dia yang diikuti, yaitu menyangkal diri dan memikul salib.

Dengan menyandang gelar ‘orang Kristen’, kita membawa tugas “Kristus” dalam diri kita. Dengan pembaptisan, kita telah diurapi, kita telah menjadi ‘Kristus’ meskipun belum penuh.

Dalam perjalanan selanjutnya, kita akan menjadi serupa dengan Kristus dengan segala macam penderitaan dalam hidup ini. Sebagaimana melalui penghinaan, penderitaan, dan kematian di kayu salib, Yesus telah mematahkan kuasa dosa dan maut dan memenangkan keselamatan kita, demikian pula dengan kita. Penderitaan dalam hidup mendewasakan kita sebagai manusia Kristiani.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 14 September 2024

.

.

Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami dan tolonglah kami agar hidup dalam kemenangan salib dengan menolak dosa dan menerima kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

You cannot copy content of this page