Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024, Bacaan Injil Lukas 1:57-66. 80 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 139:1-3. 13-14ab. 14c-15; R:13b; Bacaan II: Kis. 13:22-26; PEKAN BIASA XII HR KELAHIRAN ST. YOHANES PEMBAPTIS (P);

BACAAN I

Yes 49:1
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Yes 49:2
Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Yes 49:3
Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

Yes 49:4
Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

Yes 49:5
Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya?maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku?,firman-Nya:

Yes 49:6
“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024

Mzm 139:1
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Mzm 139:2
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Mzm 139:3
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Mzm 139:13
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Mzm 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Mzm 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Mzm 139:15
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

 

BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024

Kis 13:22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Kis 13:23
Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Kis 13:24
Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Kis 13:25
Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

Kis 13:26
Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024

Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Luk 1:61
Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

Luk 1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

Luk 1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.

Luk 1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Luk 1:65
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Luk 1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Luk 1:80
Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2024, Bacaan Injil

Bagi Zakharia dan Elisabet, kelahiran Yohanes Pembaptis adalah mukjizat. la adalah anugerah terindah dari Allah kepada pasangan suami-istri yang sudah lanjut usia itu.

Hari ini kita merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Kita merayakan ketekunan iman Zakharia dan Elisabet. yang meskipun diwarnai kesukaran dan jatuh-bangun, akhirnya berpegang pada nubuat malaikat.

Dari peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis, kita mengakui bahwa kehadiran seorang anak adalah anugerah Tuhan; buah iman dan perjuangan orangtuanya.

Karena itulah peran orangtua sangat penting dalam hidup seorang anak. Bukan saja ketika proses kehamilan dan kelahiran, melainkan juga dalam perjalanan hidup selanjutnya.

Tidak semua orangtua dianugerahi anak, meskipun sudah berjuang dan terus berharap. Kita diundang untuk memberikan dukungan doa dan moral bagi mereka.

Meyakinkan mereka bahwa meskipun belum dikaruniai anak, sebagaimana kesaksian Yohanes Pembaptis, kesaksian hidup mereka sebagai suami-istri sangat berharga di tengah generasi yang semakin sulit untuk menghargai komitmen hidup perkawinan.

Bagi pasangan suami-istri yang tertimpa musibah sehingga mengalami keguguran, kita pun perlu hadir dan senantiasa mengulurkan tangan, menolong mereka untuk bangkit dan meneruskan hidup.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024

.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk semakin mencintai kehidupan dalam segala bentukya. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024, Bacaan Injil Markus 4:35-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ayb. 38:1. 8-11; Mazmur: 107:23-24, 25-26, 28-29,30-31 R:16; Bacaan II: 2Kor. 5:14-17; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XII (H);

BACAAN I

Ayb 38:1
Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

Ayb 38:8
Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? ?

Ayb 38:9
ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya;

Ayb 38:10
ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu;

Ayb 38:11
ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024

Mzm 107:23
Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas;

Mzm 107:24
mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.

Mzm 107:25
Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya.

Mzm 107:26
Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka;

Mzm 107:28
Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,

Mzm 107:29
dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.

Mzm 107:30
Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Mzm 107:31
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.

 

BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024

2Kor 5:14
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

2Kor 5:15
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

2Kor 5:16
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

2Kor 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024

Sekali peristiwa, menjelang malam. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya. “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak bersama Yesus yang sudah ada dalam perahu, dan perahu-perahu lain menyertai Dia. Lalu mengamuklah topan yang dahsyat sekali dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Yesus sedang tidur di buritan memakai bantal, lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” la pun bangun, menghardik angin itu dengan berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu ketakutan? Belumkah kamu percaya?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2024, Bacaan Injil

Rasul Paulus menyatakan bahwa “Siapa yang ada dalam Kristus ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Orang yang hidup dalam Kristus, berdasarkan Surat Rasul Paulus yang dibacakan hari ini, setidaknya memiliki tiga ciri berikut.

Pertama, ia tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi hidup untuk Kristus. Kedua, ia tidak menilai seseorang menurut ukuran manusia, termasuk tidak memahami Kristus menurut sudut pandangnya sendiri sebagai manusia. Ketiga, ia hidup untuk masa sekarang, bukan untuk masa lalu.

Kerap kali kita keliru atau bahkan gagal mengenali Kristus karena kita terlalu mudah memusatkan perhatian pada diri kita sendiri. Kita mengalami kekecewaan dalam hidup karena apa yang kita lakukan tidak pernah sungguh-sungguh mendatangkan kepuasan: Padahal, kepenuhan batin, menurut Rasul Paulus, diperoleh dari kita hidup bagi Kristus.

Itu berarti, segala hal yang kita perbuat diarahkan sebagai pemberian bagi Kristus, suatu persembahan diri. Seorang yang hidup dalam Kristus juga berusaha memahami segala sesuatu dari sudut pandang Kristus, Sang Putra-bukan dari kacamata manusia belaka. Apa yang dipahami manusia tidak melulu sejalan dengan maksud Allah, bahkan sering kali bertentangan.

 

Hal ini terjadi karena manusia adalah insan yang terbatas, sebagaimana ditunjukkan dalam Kitab Ayub. Ada batas-batas yang tidak pernah akan dapat dilewati jika hanya mengandalkan kemampuan manusia. Itulah sebabnya selalu ada perbedaan pendapat di tengah masyarakat karena manusia memahami segala sesuatu secara terbatas dan tidak lengkap.

Seorang yang hidup dalam Kristus akhirnya hidup untuk masa sekarang. la tidak hanyut diombang-ambingkan oleh badai masa lalu, dan tidak juga terlalu mencemaskan masa depan yang belum tiba. Belajar dari pengalaman para murid di tengah badai, kepanikan membuat mereka lupa bahwa mereka sedang berada bersama Yesus.

Bahkan, setelah badai reda pun, mereka tetap heran dan tidak mengenal siapa Yesus sesungguhnya. “Hidup pada masa sekarang” itu seperti sedang berlayar di tengah perairan yang bisa menjadi ganas, namun sadar bahwa Yesus ada bersama kita. Mari kita menikmati setiap momen hidup ini dengan memberikan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita, terutama mereka yang membutuhkan, bukan justru terus-menerus menutup mata dan berkutat dengan diri kita sendiri.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024

.

.

Ya Yesus, semoga kami mampu melihat Engkau yang hadir dalam diri orang-orang di sekitar kami, sehingga kami mampu menjadi perpanjangan tangan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 6:24-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Taw. 24:17-25; Mazmur: 89:4-5.29-30.31-32.33-34; R:29a; HUT Kongregasi MC; PEKAN BIASA XI (H); St.Paulinus Nola; St.Thomas Moore; Sta.Julia Billiart; St.Yohanes Fischer; B.Maria Ines Teresa Arias;

BACAAN I

2Taw 24:17
Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.

2Taw 24:18
Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.

2Taw 24:19
Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

2Taw 24:20
Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!”

2Taw 24:21
Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.

2Taw 24:22
Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!”

2Taw 24:23
Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.

2Taw 24:24
Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.

2Taw 24:25
Ketika mereka pergi dari padanya, ?mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat?pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024

Mzm 89:4
(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” Sela

Mzm 89:5
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

Mzm 89:29
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Mzm 89:30
(89-31) Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,

Mzm 89:31
(89-32) jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,

Mzm 89:32
(89-33) maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.

Mzm 89:33
(89-34) Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

Mzm 89:34
(89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,

Mat 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Mat 6:25
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Mat 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Mat 6:27
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Mat 6:28
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

Mat 6:29
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Mat 6:30
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Mat 6:31
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Mat 6:32
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Mat 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2024, Bacaan Injil

Beberapa waktu belakangan ini, kesehatan mental menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Jumlah orang yang mengalami depresi maupun stres ditengarai meningkat karena berbagai faktor, termasuk karena tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, serta relasi antar pribadi. Salah satu istilah yang menjadi populer terkait kesehatan mental adalah “overthinking“.

Istilah tersebut menunjuk pada sikap orang yang khawatir secara berlebihan; atau terlalu mudah terserap ke dalam pikirannya sendiri dan terjebak di dalamnya. Akibatnya, pribadi yang demikian dengan mudah terjebak di antara kenyataan dan apa yang sebenarnya hanya sebatas pikirannya sendiri.

Perasaan khawatir muncul ketika kita menyadari keterbatasan kita dan tidak mendapat kepastian mengenai apa yang akan terjadi. Sebenarnya, perasaan tersebut sangat manusiawi. Sayangnya, ada kalanya kekhawatiran tersebut menguasai dan melumpuhkan kita, membuat kita mudah gegabah, dan merenggut kedamaian batin.

Yesus memberikan satu pokok penting yang perlu terus-menerus kita sadari, “Siapakah di antara kalian yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Yang disampaikan Yesus ini adalah kenyataan, bukan perumpamaan. Dengan kata lain, perasaan khawatir dapat dihayati sebagai sebuah undangan untuk menumbuhkan harapan dan iman akan Allah yang berkarya melalui berbagai macam cara.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024

.

.

Tuhan, semoga kekhawatiran tidak melumpuhkan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 6:19-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Raj. 11:1-4.9-18.20; Mazmur: 132:11.12.13-14.17-18; R:13; PEKAN BIASA XI; Pw St.Aloysius Gonzaga, Biarw (P);

BACAAN I

2Raj 11:1
Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.

2Raj 11:2
Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.

2Raj 11:3
Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.

2Raj 11:4
Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka.

2Raj 11:9
Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada.

2Raj 11:10
Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN.

2Raj 11:11
Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.

 

2Raj 11:12
Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: “Hiduplah raja!”

2Raj 11:13
Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.

2Raj 11:14
Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: “Khianat, khianat!”

2Raj 11:15
Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: “Bawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!” Sebab tadinya imam itu telah berkata: “Janganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!”

2Raj 11:16
Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ.

2Raj 11:17
Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat.

2Raj 11:18
Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN.

2Raj 11:20
Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024

Mzm 132:11
TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;

Mzm 132:12
jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”

Mzm 132:13
Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:

Mzm 132:14
“Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Mzm 132:17
Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.

Mzm 132:18
Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.”

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Janganlah kamu mengumpulkan harta bagi dirimu di bumi, di mana ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga, yang tidak dirusak oleh ngengat dan karat, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Sebab, di mana hartamu berada, di sítu juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi, jika terang yang ada padamu itu menjadi gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2024, Bacaan Injil

Santo Aloysius Gonzaga berasal dari keluarga bangsawan. la sendiri merupakan ahli waris dalam keluarganya. Keluarganya senang bertengkar dan bertarung. Akan tetapi, ia sendiri merupakan pribadi yang halus dan rendah hati. Ketika rekan-rekan seusianya asyik membangun karier, bersaing untuk memperoleh kedudukan yang tersohor,

ia memilih menjadi religius (biarawan), membina diri dan dibentuk seturut karya Allah, seumpama besi yang ditempa oleh Allah sendiri. Akhirnya, ia wafat dalam usia yang masih muda, usia 20-an tahun, karena tertular sakit dari orang-orang yang ia layani. Santo Aloysius Gonzaga sungguh-sungguh menjalankan sabda yang disampaikan Yesus dalam Injil hari ini.

la sungguh-sungguh mengumpulkan harta yang tidak bisa dirusak oleh ngengat dan karat. Karena keteladanan hidupnya mengumpulkan harta untuk kehidupan kekal itu, Gereja menetapkan dia sebagai salah satu “pelindung orang muda”. Dari pemuda kudus ini kita diingatkan bahwa di tengah dunia yang sering kali diliputi kegelapan ini,

kita diajak untuk menjaga mata hati kita tetap terang, lewat matiraga dan amal kasih. Dengan begitu, kita, tanpa bermaksud mencari imbalan, perlahan namun pasti sedang mengumpulkan harta surgawi.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024

.

.

Ya Bapa, terangilah selalu mata hati kami agar kami mampu nenemukan harta surgawi di tengah kegelapan dunia ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 6:7-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 48:1-14; Mazmur: 97:1-2. 3-4, 6-6.7, R:12a; PEKAN BIASA XI (H);

BACAAN I

Sir 48:1
Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Sir 48:2
Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Sir 48:3
Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Sir 48:4
Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Sir 48:5
Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.

Sir 48:6
Raja-raja kauturunkan sampai jatuh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.

Sir 48:7
Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.

Sir 48:8
Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.

Sir 48:9
Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.

Sir 48:10
Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.

Sir 48:12
Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorangpun menaklukkannya.

Sir 48:13
Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan dikuburnyapun jenazahnya masih bernubuat.

Sir 48:14
Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan,

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024

Mzm 97:1
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Mzm 97:2
Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Mzm 97:3
Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Mzm 97:4
Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

Mzm 97:5
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Mzm 97:6
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Mzm 97:7
Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, “Lagi pula, ketika kamu berdoa, janganlah bertele-tele seperti kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu, kamu harus berdoa begini:

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.

[Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Namun, jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2024, Bacaan Injil

Apakah ada resep mujarab bahwa rumusan kalimat yang dapat memastikan bahwa doa kita akan dikabulkan sesuai permintaan kita? Rasanya tidak ada, karena doa bukan mantra, melainkan ungkapan hati kepada Tuhan. Yesus sendiri mengatakan bahwa keliru apabila kita menyangka doa kita dikabulkan karena banyaknya kata-kata.

Bahkan, la menyebut bahwa kebiasaan seperti itu adalah milik orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tentu, ketika kita berdoa, kita mengharapkan Tuhan mengabulkannya. Akan tetapi, itu baru satu sisi dari sebuah doa. Dalam doa, diperlukan keberanian untuk berserah pada kehendak Tuhan. Hal itu menjadi sulit diterima ketika kita berada di tengah situasi sulit dan terdesak.

Nabi Elia juga pernah mengalami situasi krisis semacam itu. la mencari Tuhan, namun tak kunjung menemukan-Nya. Akan tetapi, ia tetap setia sampai akhir, dan ada saja jejak-jejak kehadiran Tuhan yang akhirnya menuntun sang nabi dalam berbagai perjuangan hidupnya. Rahmat semacam itu bukan hanya dianugerahkan kepada orang suci atau nabi, melainkan kepada setiap orang yang mau tetap berani menyerahkan seluruh pergumulannya dalam penyertaan Tuhan.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024

.

.

Ya Yesus, betapa sering kami keliru berdoa. Ajarlah kami senantiasa berdoa seturut kehendak-Mu agar kami pun mengenal apa yang Engkau kehendaki bagi kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 6:1-6. 16-18 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Raj. 2:1.6-14; Mazmur: 31:20.21.24; R:25; PEKAN BIASA XI (H) St.Romualdus; Sta.Yuliana Falconieri;

BACAAN I

2Raj 2:1
Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

2Raj 2:6
Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.

2Raj 2:7
Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

2Raj 2:8
Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

2Raj 2:9
Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

2Raj 2:10
Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

2Raj 2:11
Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

2Raj 2:12
Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

2Raj 2:13
Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.

2Raj 2:14
Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024

Mzm 31:20
(31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Mzm 31:21
(31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

Mzm 31:24
(31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Ingatlah, jangan kamu mengamalkan kesalehanmu di depan umum supaya dilihat orang, karena jika melakukan demikian, kamu tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau menggembar-gemborkan hal itu, seperti yang dilakukan onang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya. Namun, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.

Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya. Namun, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya. Namun, apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2024, Bacaan Injil

Rajin berdoa, beribadah, serta melakukan berbagai bentuk kesalehan dan devosi bukanlah jaminan bahwa kita adalah pribadi yang dibenarkan Tuhan. Begitu banyak tawaran bentuk doa dan komunitas yang bagus-bagus. Sayangnya, dalam berbagai komunitas itu, tidak jarang kita jumpai pula perselisihan dan pertengkaran, intrik dan persaingan. Kemunafikan dalam hidup keagamaan ini tidak menghasilkan buah yang baik, tetapi justru menambah masalah dan keresahan dalam Gereja.

Nabi Elisa menjadi contoh pribadi yang sungguh-sungguh mau belajar mengikuti Tuhan dengan tekun dan setia. la mengarahkan seluruh perhatian dan hidupnya untuk belajar menjadi peka pada suara Tuhan. Akhirnya, ia sendiri dipakai Tuhan sebagai nabi untuk meneruskan tugas perutusan gurunya, Nabi Elia.

Di tengah berbagai kegiatan kerohanian yang kita lakukan, entah banyak atau sedikit, entah rutin atau sesekali, baiklah kita selalu ingat bahwa yang paling penting dari semua kegiatan tersebut adalah relasi pribadi kita dengan Tuhan yang semakin bertumbuh dan berbuah dalam hidup sehari-hari. Jika tidak, pantaslah jika kita disebut orang munafik!

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024

.

.

Ya Yesus, Guru kehidupan kami, ingatkanlah kami selalu mengenai apa yang pokok dari praktik keagamaan kami, yaitu persatuan kami yang semakin erat dengan Engkau. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024, Bacaan Injil Mat 5:43-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Raj. 21:17-29; Mazmur: 61:3-4, 5-6a. 11.16; R:lh. 3a; PEKAN BIASA XI (H);

BACAAN I

1Raj 21:17
Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:

1Raj 21:18
“Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

1Raj 21:19
Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu.”

1Raj 21:20
Kata Ahab kepada Elia: “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawabnya: “Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.

1Raj 21:21
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.

1Raj 21:22
Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa.

 

1Raj 21:23
Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.

1Raj 21:24
Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara.”

1Raj 21:25
Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.

1Raj 21:26
Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

Raj 21:27
Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban.

1Raj 21:28
Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:

1Raj 21:29
“Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024

Mzm 51:3
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Mzm 51:4
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Mzm 51:5
(51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Mzm 51:6
(51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Mzm 51:11
(51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Mzm 51:16
(51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Namun, Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, sebab la menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat maupun orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar maupun orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apa lebihnya perbuatanmu? Bukankah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2024, Bacaan Injil

Nabi Elia menyatakan bahwa Ahab memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan. la membiarkan bujuk-rayu dan kenikmatan pribadi mendikte pilihan-pilihannya. Di balik kekuasaan dan kekuatan yang ia tunjukkan, ada kerapuhan yang dengan sangat jelas dipertontonkan.

Ahab bukan pribadi yang bodoh. Namun, ternyata ia mempunyai karakter yang lemah. Pribadi berkarakter lemah dengan mudah terombang-ambing di antara memilih yang sungguh baik dengan apa yang sekadar sesuai dengan seleranya saja.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para murid-Nya untuk mengatasi kelemahan karakter tersebut dengan berani memilih sesuatu yang sukar, namun sungguh berarti bagi keutuhan pribadi manusia. Dengan meminta kita, murid-murid-Nya melakukan hal-hal tersebut, Yesus hendak melatih kita supaya kita tidak diperbudak oleh kelemahan-kelemahan kita sendiri.

la mau kita sungguh-sungguh menjadi pribadi yang merdeka dan bebas dari perbudakan, kelekatan, dan kelemahan agar kita dapat mengikuti Dia dengan hati yang utuh, gembira, sukacita, dan riang, walaupun tantangan datang silih berganti.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024

.

.

Ya Yesus, Engkau menghendaki kami menjadi pribadi yang merdeka. Semoga berkat kekuatan dan penyertaan-Mu, kami berani membebaskan diri dari perbudakan diri kami sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 5:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Raj. 21:1-16; Mazmur: 5:2-3.5-6.7; R:2b; PEKAN BIASA XI (H);

BACAAN I

1Raj 21:1
Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.

1Raj 21:2
Berkatalah Ahab kepada Nabot: “Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang.”

1Raj 21:3
Jawab Nabot kepada Ahab: “Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!”

1Raj 21:4
Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: “Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku.” Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.

1Raj 21:5
Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: “Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?”

1Raj 21:6
Lalu jawabnya kepadanya: “Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu.”

1Raj 21:7
Kata Izebel, isterinya, kepadanya: “Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.”

1Raj 21:8
Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.

 

1Raj 21:9
Dalam surat itu ditulisnya demikian: “Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.

1Raj 21:10
Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati.”

1Raj 21:11
Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka.

1Raj 21:12
Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat.

1Raj 21:13
Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: “Nabot telah mengutuk Allah dan raja.” Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati.

1Raj 21:14
Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: “Nabot sudah dilempari sampai mati.”

1Raj 21:15
Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: “Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati.”

1Raj 21:16
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024

Mzm 5:2
(5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

Mzm 5:3
(5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

Mzm 5:5
(5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

Mzm 5:6
(5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Mzm 5:7
(5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam darimu,”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2024, Bacaan Injil

Lihatlah apa yang telah diperbuat oleh Ahab dan Izebel karena ketamakan mereka! Mereka tega membunuh Nabot, rakyat mereka sendiri, demi mengambil kebun anggur milik Nabot. Peristiwa “Kebun Anggur Nabot” tidak hanya terjadi satu kali dalam sejarah. Pada masa sekarang, peristiwa semacam itu kerap terjadi. Ketamakan menjadi daya dorong bagi banyak orang untuk menghalalkan segala cara, asalkan keinginan mereka tercapai.

Kita pun menyaksikan bahwa karena tamak, manusia tidak pernah merasa puas. Ketamakan merupakan perwujudan nyata dari sikap egois. Ketamakan juga merupakan “self love” yang keliru. Kita akan sulit bersyukur jika terus-menerus menuruti keinginan kita sendiri, yang pasti tidak ada habisnya.

Yesus menegaskan hal yang sebaliknya. Kepuasan batin dan sukacita justru akan dialami oleh orang-orang yang memiliki hati yang rela memberi dan bahkan memberi lebih. la juga menegaskan bahwa pemberian tersebut ada kalanya akan mendatangkan kesukaran dan memerlukan pengorbanan. Berhadapan dengan kenyataan semacam itu, sebagai pengikut Kristus, kita patut bertanya, sejauh mana hidup kita disetir secara buta oleh keinginan-keinginan yang tidak ada habisnya?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024

.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk rela memberikan kepada mereka yang membutuhkan, sebagai wujud syukur kami kepada-Mu, sekaligus upaya kami melawan keserakahan kami sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024, Bacaan Injil Markus 4:26-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 17:22-24; Mazmur: 92:2-3. 13-14. 15-16; R:2a; Bacaan II: 2Kor. 5:6-10; O PEKAN II PEKAN BIASA XI (H);

BACAAN I

Yeh 17:22
Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi dan menanamnya; Aku mematahkannya dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda dan Aku sendiri akan menanamnya di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas;

Yeh 17:23
di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang-cabangnya.

Yeh 17:24
Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya.”

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024

Mzm 92:2
(92-3) untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,

Mzm 92:3
(92-4) dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.

Mzm 92:13
(92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

Mzm 92:14
(92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

Mzm 92:15
(92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

 

BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024

2Kor 5:6
Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

2Kor 5:7
sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat?

2Kor 5:8
tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

2Kor 5:9
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

2Kor 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024

Sekali peristiwa Yesus mengajar di hadapan orang banyak, kata-Nya, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu bertunas dan tumbuh, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya,

kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Kata-Nya lagi, “Dengan apa kita hendak membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya ? Kerajaan itu seumpama biji sesawi ketika ditaburkan di tanah.

Biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih yang ada di bumi. Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu la memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan kemampuan mereka untuk mengerti, dan tanpa perumpamaan la tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya la menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2024, Bacaan Injil

Bacaan hari ini banyak menampilkan perumpamaan seputar tanaman. Bacaan Injil menyampaikan dua perumpamaan seputar benih. Sementara Nabi Yehezkiel dalam Bacaan Pertama menyampaikan firman Tuhan yang berisi perumpamaan tentang pohon aras. Dalam ketiga perumpamaan tersebut ditekankan sebuah proses pertumbuhan yang pada akhirnya menghasilkan buah. Prosesnya sendiri tidak diketahui manusia, namun Allah memastikan bahwa Dialah yang melakukannya.

Yesus, dalam pengajaran-Nya, memang sering kali menyampaikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah, yang tampaknya berbeda satu dengan yang lain. Namun, yang perlu kita sadari bahwa semua perumpamaan itu saling melengkapi agar kita dapat memiliki gambaran yang mendekati utuh. Sayangnya, kemampuan kita untuk menerimanya masih jauh dari harapan. Padahal, hidup abadi adalah tujuan akhir hidup kita.

Perumpamaan-perumpamaan tersebut juga menampilkan bagaimana sesuatu yang kecil dan muda dipakai Allah sebagai sarana yang mendatangkan keselamatan bagi segenap ciptaan. Pucuk pohon aras dan biji sesawi bertumbuh besar dan menjadi tempat bernaung bagi berbagai jenis unggas. Sementara benih yang ditaburkan di tanah kemudian mengeluarkan bulir-bulir dan siap dipanen.

 

Memang, sebagai perumpamaan dapat dikatakan bahwa Tuhan Yesus tidak secara langsung sedang berbicara tentang alam dan kelestarian atau keutuhan ciptaan-Nya. la sedang berbicara tentang Kerajaan Allah. Akan tetapi, kita tetap dapat mengambil inspirasi bahwa Kerajaan Allah itu mencakup seluruh alam semesta. Allah merajai segala sesuatu, termasuk manusia yang merupakan salah satu ciptaan-Nya – dan la merajai segala sesuatu dengan berbagai macam cara.

Kerajaan Allah yang amat besar itu tentu tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh manusia yang sangat kecil bila dibandingkan dengan seluruh alam semesta ini. Rasul Paulus juga menyadari hal tersebut ketika ia menyatakan, “Selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan.” Selama masih berada di dunia, Kerajaan Allah akan tetap menjadi misteri bagi kita – kita belum sepenuhnya mengenal Allah di dunia ini.

Meskipun demikian, ia melanjutkan, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” Rasul Paulus menunjukkan pula kenyataan hidup beriman: percaya meskipun tidak melihat. Jadi, misteri Kerajaan Allah bukan sekadar gagasan yang perlu dipahami, melainkan lebih dari itu, suatu keyakinan yang perlu terus-menerus dipercaya dalam iman.

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024

.

.

Ya Bapa, semoga dengan merawat alam ciptaan-Mu, kami boleh mencicipi misteri kerajaan-Mu yang begitu besar dan tak terselami, dan dari hari ke hari kami semakin rindu untuk bersatu dengan Engkau, kepenuhan hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024 Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024, Bacaan Injil Matius 5:33-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Raj. 19:19-21; Mazmur: 16:1-2a. 5. 7-8. 9-10; R:5a; PEKAN BIASA X (H); St.Vitus; St.Modestus; Sta.Kresensa; Sta.Paola Gambara Cota; Sta.Germana Cousin;

BACAAN I

1Raj 19:19
Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.

1Raj 19:20
Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”

1Raj 19:21
Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024

Mzm 16:1
Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Mzm 16:2
Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”

Mzm 16:5
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Mzm 16:7
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Mzm 16:8
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Mzm 16:9
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

Mzm 16:10
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kamu telah mendengar bahwa kepada nenek moyang kita dikatakan: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Namun, Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya,

ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya. Jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2024, Bacaan Injil

Tuhan mengatakan kepada kita, “Sudahlah …. kenapa sih ga bisa jujur? Kenapa sih tidak omong saja apa yang sungguh terjadi? Mengapa harus malu? Kenapa harus menempatkan harga dirimu terlalu tinggi?” Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak. Sisanya dari si jahat.

Maka, jika akhirnya harus bersumpah, kita bersumpah karena memang kita dalam posisi yang benar. Pada saat bersumpah demi nama Tuhan, hal itu kita lakukan untuk meneguhkan kebenaran kita di hadapan-Nya. Karena itu, jangan mudah bersumpah, apalagi memang kita dalam posisi yang salah. Tidak usah cari-cari alasan untuk membela diri.

Mengapa sih tidak mengatakan, “Iya, saya salah, mohon maaf, dan saya akan berusaha menerima konsekuensinya.” Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang pintar bersilat lidah. Banyak orang mempertahankan reputasi dirinya dengan berbagai macam cara agar tidak jatuh dan malu di hadapan orang lain.

Namun, sebenarnya kita melukai hati Tuhan dan bahkan membuat banyak catatan jelek di hadapan Tuhan. Atau lebih baik tidak malu di hadapan manusia dibandingkan di hadapan Tuhan? Inilah kehidupan kita. Kita sudah tidak menghargai dan menempatkan diri kita lebih berharga di hadapan Tuhan.

Mau sampai kapan kita berbohong terus di hadapan Tuhan? Mau sampai kapan kita berkubang dalam dosa? Alih-alih akhirnya kita tetap ingin masuk surga pada akhir hidup kita. Apakah ini fair bagi Tuhan?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2024

.

.

Tuhan, tuntunlah kami menuju kejujuran hati dan keberanian untuk tetap memilih jalan-Mu walaupun banyak tantangan dan godaan dalam hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.  

You cannot copy content of this page