Renungan Harian Hari Ini 10 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Juli 2022, Bacaan Injil Lukas 10:25-37

Bacaan I: Ul. 30:10-14; Mazmur: 69:14.17.30-31.33-34.36ab.37; R:33; Bacaan II: Kol. 1:15-20; PEKAN BIASA XV (H) Sta.Veronika Yuliani; Sta.Rufina dan Secunda; St.Olaf I; St.Felisitas; St.Eric IX; St.Nikolaus Pick;

Pada suatu kali, berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

la pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Juli 2022, Bacaan Injil

Fenomena migrasi global atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain di seluruh muka bumi ini makin sering terjadi dan berlangsung di mana-mana.

Hal ini menggugat kemampuan manusia modern untuk memperlakukan orang yang berbeda ras, bahasa, agama, dll sebagai sesama manusia.

Dalam sebuah kesempatan berbicara di hadapan para pengungsi di Pulau Lampedusa, Paus Fransiskus menggugat ketakpedulian atau sikap acuh tak acuh yang mengglobal (global indifference).

Manusia modern tahu bahwa kemanusiaan itu bersifat universal karena tak dibatasi oleh kesamaan suku, warna kulit, kedudukan sosial, atau agama.

Tetapi mengapa manusia modern tetap enggan untuk bergerak menolong mereka yang asing dan berbeda darinya?

Mengapa orang masih cenderung bertindak berdasarkan semangat primordialisme?

Dalam Injil hari ini, seorang imam dan seorang Lewi menunjukkan sikap acuh tak acuh di hadapan orang yang terbaring setengah mati di pinggir jalan.

Mereka pasti tahu bahwa orang asing tersebut adalah sesama manusia yang perlu ditolong, karena kitab Taurat mengajarkan hal tersebut (bdk, Ul. 10:19).

Tetapi, mengapa mereka gagal melakukannya? Jawabannya ialah karena mereka keras hati, tak tergerak oleh belas kasihan.

.

Ya Bapa, berilah kami hati yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 10:24-33

Bacaan I: Yes. 6:1-8; Mazmur: 93:1ab.1c-2.5; R:1a; PEKAN BIASA XIV (H) St. Gregorius Grassi; St. Augustin Zhao Rong;

Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya.

Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang, dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Juli 2022, Bacaan Injil

Tidak cukup menjadi orang baik, kita perlu menggaungkan kebaikan itu seluas-luasnya.

Di negeri ini, tidak kurang orang yang moderat dan toleran, tapi kerap kali yang terdengar lebih nyaring ialah suara kaum radikal dan intoleran yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

Internet dan media sosial memudahkan kita menyebarluaskan pesan. Siapa yang lebih lantang bersuara dia yang lebih memengaruhi wacana publik.

Bila kaum radikal dan intoleran lebih aktif dan lantang tak heran pesan-pesan yang menyulut kebencian lebih dominan. Itulah mengapa menjadi orang baik saja tidak cukup.

Yesus telah menasihati kita: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah” (ay.27).

Kadang kita kurang percaya diri atau ragu: mengapa harus aku yang menyuarakan lantang-lantang pesan kebaikan? Kisah panggilan Yesaya pada bacaan pertama bisa menginspirasi kita.

Yesaya merasa tidak mampu dan tidak pantas menjadi corong suara Tuhan. la merasa dirinya masih jauh dari sempurna, “seorang yang najis bibir” (ay. 5).

Namun, Tuhan tidak mencari orang sudah sempurna untuk mewartakan kebaikan. la memanggil siapa pun yang bersedia. Siapa
yang mau menggemakan pesan kebaikan Tuhan?

Jawab Yesaya: “Ini aku, utuslah aku” (ay.8).

Tuhan tidak butuh orang yang sempurna atau orang yang hebat dan mampu untuk ambil bagian dalam karya pelayanan dan pewartaan-Nya. Tuhan hanya butuh orang yang bersedia.

.

Tuhan, semoga kami berani mewartakan kebaikan dan menyuarakan kebenaran secara terbuka dan lantang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 10:16-23

Bacaan I: Hos. 14:2-10; Mazmur: 51:3-4.8-9.12-13.14.17; R:17b; PEKAN BIASA XIV (H) St.Eugenius III, Paus; St.Andrianus II; St.Prokopius; B. Gregorius Grassi, Marie Hermine, dkk.;

Pada suatu hari, Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Tetapi waspadalah terhadap semua orang: karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya, dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Juli 2022, Bacaan Injil

Sering kali, kita ragu apa perlunya mengaku dosa dan bertobat kalau toh masih akan jatuh ke dalam dosa yang sama lagi.

Namun, menunda-nunda pertobatan sama artinya dengan memelihara kebiasaan buruk yang kian lama kian mengakar hingga sulit dicabut kembali.

Tentu tak ada jaminan bahwa sesudah pertobatan kita tak akan tergelincir ke dalam dosa serupa lagi. Tetapi, bila kita sendiri memilih menunda pertobatan dan menutup pintu hati kita terhadap rahmat pengampunan, hidup kita tidak akan berkembang dan berbuah.

Bangsa Israel juga berulang kali tergelincir dengan mengingkari perjanjian dengan Allah. Walau geram, namun Allah selalu di sana, terjaga, dan siap mengampuni bahkan sebelum umat-Nya itu berbuat dosa.

Jika tiap kali jatuh Israel bangkit dan bertobat, mereka akan kembali diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur” (Hos. 14:8).

Kita tak perlu mengeraskan hati dan menutup pintu pengampunan bagi mereka yang memusuhi kita. Dalam Injil, Yesus mengingatkan para murid untuk terus waspada, tulus seperti merpati sekaligus cerdik seperti ular (ay.16).

Tidak selalu kesaksian kita akan kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kesucian itu diterima dan disenangi semua orang. Bahkan, karenanya kita kadang dibenci, dimusuhi, dituduh macam-macam atau diancam.

Kita percaya pada penyertaan Roh Kudus dan memegang erat janjl Allah bahwa kendati “kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (ay. 22).

Teruslah berbuat kebaikan walau dicibir orang atau dicurigai. Lakukanlah apa yang baik karena itu baik. Orang yang bertahan dalam kebaikan sampai pada kesudahannya akan selamat.

.

Tuhan, ampunilah kedegilan hati kami dan ampunilah mereka yang menentang kami. Semoga kami tetap tekun dalam kebaikan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 10:7-15

Bacaan I: Hos. 11:1b.3-4.8c-9; Mazmur: 80:2ac.3b.15-16; R:4b; HUT. Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Putri Maria
dan Yosef (PMY) PEKAN BIASA XIV (H) B. Maria Romero Meneses;

Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Juli 2022, Bacaan Injil

Untuk menjadi rasul yang sukses, tidak cukup memiliki pengetahuan iman dan kemauan untuk pergi menjalankan perutusan. Tetapi, diperlukan pula strategi komunikasi dan sikap taktis.

Ke mana pun pergi, kita perlu bersikap ramah dan mengucap salam. Jika upaya dan niat baik kita ditolak atau kita gagal di suatu tempat atau di suatu bidang pelayanan tertentu, kita tak perlu baper dan tersandera oleh kegagalan tersebut.

Kita perlu segera melakukan refleksi, evaluasi, lalu mencoba lagi di tempat atau bidang pelayanan lain di mana terbuka peluang untuk berhasil.

“Apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah… ” (ay. 14).

Jangan lupa bahwa Yesus sendiri pernah tidak dimengerti dan ditolak di kampung halaman-Nya sendiri. Penolakan boleh jadi membuat kita marah, namun jangan sampai amarah menggelapkan mata hati kita.

Allah marah ketika bangsa Israel tidak merespons kasih-Nya.

Allah telah mengangkat dan menyelamatkan mereka, tetapi “mereka tidak insaf bahwa Aku menyembuhkan mereka… Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan” (ay. 3-4).

Allah kecewa dan marah atas kedegilan hati Israel. Kendati begitu, sabda Allah pada Hosea: “Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku dan belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu” (ay. 8-9).

Kemarahan tidak menggelapkan mata hati Allah. Belas kasih Allah lebih besar daripada kedegilan hati umat-Nya. “Aku tidak datang untuk menghanguskan” (ay. 9).

Allah tak lelah mencari cara guna menyapa dan menyelamatkan umat-Nya.

Untuk kita: kala mata hati dan pikiran kita digelapkan oleh amarah dan kekecewaaan, masuklah ke dalam hati untuk mengingat belas kasih Allah dan biarkanlah hati kita tergerak oleh belas kasihan.

Sebab, belas kasih Allah lebih besar daripada kedegilan hati. Biarkanlah cinta dari hati kita bicara.

.

Ya Bapa, berilah kami kesabaran dan semoga hati kami senantiasa tergerak oleh belas kasih-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 10:1-7

Bacaan I: Hos. 10:1-3.7-8.12; Mazmur: 105:2-3.4-5.6-7; R:4b; PEKAN BIASA XIV (H) Sta.Maria Goretti; Sta.Godeliva;

Pada suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,

Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan la berpesan kepada mereka:

“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Juli 2022, Bacaan Injil

Israel, umat pilihan Allah, sering lupa diri. Mereka telah dianugerahi kemakmuran, namun mereka malah membangun mezbah-mezbah dan beribadah kepada ilah-ilah lain.

Mereka kehilangan fokus dan terbuai oleh hal-hal yang menjanjikan kepastian semu. Lupa akan Allah, mereka sedang membangun keruntuhan mereka sendiri.

Melalui Nabi Hosea tanpa kenal lelah Allah memperingatkan mereka: “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia!” (ay.12).

Kita akan menuai sesuai dengan apa yang kita tabur. “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana” (Ams. 22:8a).

Jika kita menabur ketidakadilan, kita akan menuai kebencian dan permusuhan. Sebaliknya, jika menabur keadilan kita akan menuai kasih setia dari sesama.

Dua belas rasul yang dipanggil dan dipilih Yesus diberi instruksi khusus untuk tetap fokus dan tidak mudah tergoda oleh tawaran lain yang sekilas tampak menjanjikan:

“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain.. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (ay.5-6).

Ini ditegaskan Yesus karena para rasul telah dibekali dengan berbagai kuasa, baik untuk mengusir roh-roh jahat maupun menyembuhkan penyakit.

Jika mereka tidak fokus pada misi yang telah digariskan Yesus, kuasa yang luar biasa itu dapat membuat mereka lupa diri dan melakukan penyimpangan. 

Alih-alih menyapa umat yang membutuhkan, bisa jadi mereka hanya menyapa umat yang memuja mereka.

Alih-alih mewartakan kasih dan kemuliaan Allah (gloria Dei), boleh jadi mereka malah mewartakan kehebatan dan kemegahan diri (gloria sui).

Oleh pembaptisan yang kita terima, kita telah diangkat menjadi anak-anak pilihan Allah. Pesan Yesus juga ditujukan kepada kita, supaya kita pun tidak boleh gampang menyimpang ke jalan bangsa lain.

Tetapi tetap fokus pada jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan sendiri, yang membawa kehidupan dan keselamatan bagi semua orang yang kita jumpai.

.

Bapa, bantulah kami agar tetap fokus dan setia mengikuti petunjuk-Mu dan jangan biarkan kami terlena oleh ajakan dunia ini untuk melakukan apa yang menyimpang dari ajaran-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 9:32-38

Bacaan I: Hos. 84-7.11-13; Mazmur: 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10; R:9a; PEKAN BIASA XIV (H) St.Antonius Maria Zakaria;

Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata.

Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; la mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Juli 2022, Bacaan Injil

Jabatan dan wewenang selalu bersifat sosial, dalam arti ada demi penataan kehidupan bersama dan itu berarti demi kemaslahatan masyarakat.

Dengan kata lain, kesejahteraan umum selalu menjadi alasan mendasar adanya jabatan dan wewenang publik.

Jabatan dan wewenang itu bukan untuk gagah-gagahan, apalagi untuk memenuhi kepentingan diri, melainkan untuk pelayanan.

Orang-orang Farisi yang hanya melihat jabatan dan wewenang dari sudut pandang prestise, selalu iri melihat kuasa Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.

Tak ayal, mereka selalu mempersoalkan kuasa Yesus dan bahkan menuduh Yesus melakukan itu semua dengan kuasa setan (ay.34).

Padahal, Yesus melakukan itu semua “oleh belas kasihan kepada orang banyak, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (ay.36).

Bagi Yesus, wewenang dan kuasa yang diterima-Nya ialah semata-mata demi kemaslahatan umat Allah.

Dalam bacaan pertama, lewat Hosea Allah mengecam bangsa Israel, sebab bangsa Israel yang telah dipercaya dan diperlakukan layaknya seorang istri itu ternyata memberontak melawan Allah.

Israel mengangkat seorang raja bagi mereka tanpa persetujuan Allah, ‘Sang Suami’. Penyalahgunaan kepercayaan dan wewenang muncul dari rasa tak puas diri dan tidak tahu diri.

Orang sering lupa bahwa dengan menyelewengkan wewenang, kuasa, dan kepercayaan yang telah diberikan, ia sedang “menabur angin” dan akan menuai “puting beliung” (ay.7).

Sikap angkuh dan khianat akan membawa petaka. Watak kuasa dan jabatan adalah belas kasih, bukan arogansi.

.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang dapat dipercaya dan diandalkan serta selalu tahu diri dan tahu bersyukur. Semoga kami dapat menggunakan kuasa dan jabatan yang kami miliki untuk kebaikan banyak orang dan kemuliaan nama-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 9:18-26

Bacaan I: Hos. 2:13.14b-15.18-19; Mazmur: 145:2-3.4-5.6-7.8-9; R:8a; PEKAN BIASA XIV (H) Sta.Elisabeth dr Portugal: St.Ulrich; B. Pierre Georges Frassati;

Sekali peristiwa, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah la: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.”

Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Juli 2022, Bacaan Injil

Bacaan pertama diambil dari Kitab Hosea. Nama Hosea sendiri dalam bahasa Ibrani (Höšēa) berarti ‘keselamatan’ atau ‘dia menyelamatkan’.

Nabi Hosea menjadi juru bicara Tuhan di hadapan umat Israel yang ingkar janji dan tidak setia kepada-Nya.

Allah memberikan kesejahteraan pada Israel dalam rupa gandum, anggur, dan minyak, tetapi lsrael justru membangun dan menyembah patung Baal.

Telah berulang kali Allah memberikan pelajaran kepada Israel. Kendati demikian, Allah tidak bermaksud menghancurkan umat-Nya.

Sebaliknya, la tetap ingin menyelamatkan umat-Nya, meski umat-Nya kerap selingkuh (tidak setia) dengan menyembah berhala.

Kesempurnaan memang hanya milik Allah. Melalui Hosea, Allah memperbarui perjanjian dan menyatakan niat-Nya kepada lsrael: “Aku akan menjadikan engkau istri-Ku untuk selama-lamanya… dalam kesetiaan” (ay.18, 19).

Allah ingin membangun relasi dengan umat-Nya seperti relasi suami-istri yang ditandai kesetiaan.

Tindakan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan serta menghidupkan anak perempuan seorang kepala rumah ibadat menandakan kesetiaan dan kepedulian Allah pada umat-Nya.

Kesetiaan-Nya tak mengenal batas. Yesus menjelma karena diutus Bapa untuk menyelamatkan manusia dalam keutuhan jiwa dan badan.

Jika Allah telah sedemikian setia dan melakukan segala hal yang mungkin demi keselamatan kita, bagaimana sikap dan respons kita ternadap-Nya?

Dalam hal apa kita telah mengungkapkan kesetiaan kita kepada-Nya? Hubungan kita dengan Allah itu sedekat relasi dan komunikasi kita dengan-Nya. Semakin sering kita berkontak dengan Dia dalam doa dan perbuatan kasih seturut kehendak-Nya, semakin intim hubungan kita dengan Dia.

Sampai pada level ini, maka walau menjamah jumbai jubah-Nya saja, kekuatan kuasa Allah mengalir ke dalam diri kita.

.

Ya Bapa, bimbinglah kami untuk setia kepada-Mu seperti Engkau selalu setia menjaga dan melindungi kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Juli 2022, Bacaan Injil Lukas 10:1-12.17-20 (singkat: 10:1-9)

Bacaan I: Yes. 66:10-14c; Mazmur: 66:1-3a4-5.6-7a.16.20; R:1; Bacaan II: Gal. 6:14-18; PEKAN BIASA XIV (H)- O PEKAN II Pesta St.Tomas, Rasul; St.Helidorus; St.Horst/Horestes;

Sekali peristiwa, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya.

Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk kedalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,

dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Juli 2022, Bacaan Injil

Filsuf Yunani, Aristoteles, mengatakan, “Akar dari pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis.”

Nabi Yesaya melihat penderitaan dan kepahitan hidup yang dialami bangsa Israel pada masa pembuangan di Babilonia sebagai bagian dari didikan Allah.

Memang, dalam rangka pendidikan kadang Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya” (Ibr. 12:6).

Penderitaan dan kesulitan dalam hidup membuat orang berefleksi dan menarik hikmah darinya. Dengan kata lain, pengalaman pahit justru memicu orang untuk belajar dan berkembang.

la akan menjadi lebih matang dan bijak dalam hidup. Dalam arti inilah buah dari pendidikan dan hajaran itu manis.

Orang Israel yang setia kepada Allah akan dibebaskan dari pembuangan dan akan bersukacita serta bergirang di Yerusalem (ay.10).

Dengan mengutus tujuh puluh murid berdua-dua seperti anak domba ke tengah-tengah Serigala ” tanpa ” membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut” (ay.3-4), Yesus sedang mendidik atau menghajar murid-murid-Nya.

Yesus tidak pernah memanjakan para murid dengan kemudahan dan fasilitas.

Dalam kondisi keterbatasan, mereka sedang dilatih untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri entah itu harta, talenta, kedudukan, popularitas, dll-melainkan berani mempercayakan diri pada bantuan rahmat Allah semata.

Dalam menjalankan perutusan, mereka tak boleh bertumpu pada kecakapan manusiawi belaka, tetapi mengandalkan kuasa Allah.

Terbukti bahwa akhirnya “para murid itu kembali dengan gembira”, sambil bersaksi “bahkan setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu” (ay.17).

.

Ya Allah, tuntunlah kami menjadi utusan-utusan yang berani mewartakan kebenaran dan selalu mengandalkan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 9:14-17

Bacaan I: Am. 9:11-15; Mazmur: 85:9.11-12.13-14; R:lh.9b; PEKAN BIASA XIII (H) St.Bernardino Realino dkk.; St.Fransiskus di Girolamo; St.Yohanes Fransiskus Regi;

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.

Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

.

renungan harian hari ini

 

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Juli 2022, Bacaan Injil

Inti pertobatan ialah perubahan cara pikir dan cara hidup. Jika orang menyesali dan menangisi dosa serta kesalahannya namun pola pikir dan pola hidupnya tidak berubah, dia belum sungguh bertobat.

Tangis dan sesal hanyalah awal pertobatan, tetapi pertobatan baru terealisasi bila orang telah mengubah cara hidupnya ke dalam cara hidup baru yang sesuai semangat injili.

Anggur baru jangan disimpan dalam kantong kulit yang lama (ay.17).

Pandemi Covid-19 ini juga mengajak kita untuk bertobat; artinya, untuk tidak takut berubah dengan meninggalkan cara-cara hidup lama dan berani merangkul serta menyesuaikan diri dengan cara-cara hidup baru.

Cara hidup baru yang lebih ekologis atau ramah lingkungan bisa membantu kita menyelamatkan planet bumi dan menghindarkan diri kita dari pandemi serupa di masa depan.

Dalam bacaan pertama, Amos menggambarkan janji Tuhan terhadap bangsa Israel yang bertobat.

Jika orang Israel tetap hidup dalam dosa, yakni dengan menindas kaum lemah dan miskin, kerajaan mereka akan ambruk dan kebun anggur mereka akan gersang serta mandul.

Namun, jika mereka bertobat dan hidup secara baru, memperlakukan kaum lemah dan miskin secara lebih manusiawi,

bangsa Israel akan melihat “pondok Daud yang telah roboh” didirikan kembali oleh Allah (ay.11) dan mereka akan dapat “menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya” (ay.14).

Allah akan membuat hidup orang yang bertobat berbuah dan menghasilkan berkat bagi sesama. Kata kuncinya adalah bertobat, berubah, mengenakan cara pikir dan cara hidup yang baru dan berbuah.

.

Ya Bapa, berilah kami keberanian agar tidak takut menanggalkan manusia lama kami dan memulai hidup baru dalam Kristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 9:9-13

Bacaan I: Am. 8:4-6.9-12; Mazmur: 119:2.10.20.30.40; R:Mat. 4:4; PEKAN BIASA XIII (H) Harun, Imam Agung: St.Oliver Plunkett; St.Teodorikus;

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu la berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.”

Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil

Pujian syahdu nan agung yang tak dibarengi sikap berkeadilan dan belas kasih adalah ibadah kosong.

Nabi Amos dalam bacaan pertama mengecam keras praktik pengisapan terhadap orang kecil dan miskin lewat berbagai bentuk kecurangan dan manipulasi.

Orang kecil dan miskin seolah tidak punya martabat. Bagi mereka yang lebih kaya dan berkuasa, orang kecil dan miskin tak ubahnya seperti komoditas atau alat saja yang bisa dinilai dengan uang dan diperjualbelikan.

Karena kurangnya pengetahuan dan sumber daya, orang kecil dan miskin memang sering hanya diam saja ketika hak-hak mereka dirampas.

Amos menegaskan bahwa Allah akan menuntut keadilan terhadap mereka yang walau tampak saleh, agamis, dan rajin beribadah, namun dalam kenyataan gemar mencurangi serta menindas orang kecil dan miskin.

Seperti Matius, si pemungut cukai yang kaya dan berkuasa, kita pun diundang untuk bertobat dan mengikuti Yesus.

Jika selama ini kita tak memedulikan orang lemah dan miskin, kini saatnya untuk berubah. Yesus datang bukan untuk orang yang kuat dan sehat, tetapi untuk orang yang lemah dan sakit.

Tegas Yesus, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” (ay.13).

Artinya, ibadah dan persembahan indah kita di atas altar tidak akan berkenan kepada Allah bila tidak disertai dengan sikap belas kasih dan kepedulian terhadap yang lemah, sakit, dan miskin.

Iman tanpa perbuatan itu mati. Semakin kita banyak terlibat, semakin kita dapat mengikuti Yesus lebih dekat.

Iman itu berdampak sosial dan ekologis, menyatu dalam tindakan mengasihi sesama dan melindungi sesama ciptaan Tuhan, termasuk menjaga keutuhan lingkungan hidup kita.

.

Tuhan, semoga kami berani bertobat dengan semakin terlibat memperhatikan yang lemah dan miskin serta merawat lingkungan hidup kami dengan penuh cinta. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page