Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:43-49

Bacaan I: 1Kor. 10:14-22a; Mazmur: 116:12-13.17-18, R:17a; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Theodardus; St. Nikolaus Tolentino; B. Oglerius; Fransiskus Garate; 

Sekali peristiwa, Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya: “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan- ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.

Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya (6:45). Mulut yang manis ternyata tidak selalu berbuah manis. Ada orang-orang yang begitu halus dan lembut, kata-katanya enak didengar namun ternyata menyimpan maksud-maksud yang tidak baik.

Akan tetapi, ada kalanya kata-kata yang tajam namun jujur, keras namun tulus justru sebenarnya mendatangkan kebaikan.

Lidah memang mudah menipu sementara hati kita mudah tertipu. Yesus tidak sedang menganjurkan suatu sikap serba halus yang penuh tipu daya, namun la hendak menegaskan bahwa orang yang benar itu, antara perkataan dan tindakannya sejalan.

Ia tidak munafik, sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Tidak setiap perkataan yang terdengar enak dan menenteramkan itu berbuah baik.

Kita perlu sadar bahwa justru di banyak kesempatan, teguran, kecaman, kritik, masukan, dan hal-hal yang tidak mengenakkan justru membuat diri kita semakin tangguh dan kuat.

Mari kita rangkul setiap pengalaman itu, baik yang manis maupun yang pahit, asam, ataupun pedas, karena dengan itu kita semakin dewasa dan bijaksana.

.

Ya Tuhan, semoga kami mampu mengungkapkan ketulusan hati kami lewat perkataan dan perbuatan yang baik dan benar, tidak sekadar demi menyenangkan hati orang semata. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:39-42

Bacaan I: 1Kor. 9:16-19.22b-27; Mazmur: 84:3.4.5-6.12; R:2; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Petrus Klaver; B. Frederik Ozanam;

Pada suatu ketika, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil

Nemo dat quod non habet, aku tidak dapat memberi jika tidak memiliki-demikian kata pepatah Latin kuno. Benarkah demikian? Pernyataan tersebut ada benarnya. Kita perlu memiliki sesuatu terlebih dahulu jika hendak memberi kepada orang lain.

Kita tidak dapat menuntun orang lain kepada kebaikan jika kita sendiri tidak ‘memiliki’ kebaikan itu. Kita tidak akan sanggup menghantar orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik jika kita sendiri tidak pertama-tama berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Maka, tepatlah yang dikatakan Yesus, agar kita memperhatikan terlebih dahulu balok di mata kita sendiri sebelum mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah proses berkelanjutan.

Kita memang tidak pernah akan sempurna di dunia ini, namun proses yang dimulai dari pribadi kita itu sendiri sangat berarti. Pengalaman kita dapat menjadi sarana keselamatan bagi orang-orang di sekitar kita.

Mulai dari diri sendiri, itulah jalan untuk mengatasi kebutaan kita sendiri dan dengan begitu membuat kita mampu menuntun orang-orang yang masih dibutakan oleh berbagai macam hal.

.

Tuhan, semoga kami berani untuk memulai dari diri sendiri berbagai macam proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sambil berjalan mengatasi kebutaan sesama kami juga berkat pengalaman yang kami terima dari pada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 September 2022, Bacaan Injil Matius 1:1-16.18-23

Bacaan I: Mi. 5:2-5a atau Rm. 8:28-30; Mazmur: 13:6ab.6cd; R: Yes 61:10; HUT. Kongregasi Suster Misericordia (MISC); PEKAN BIASA XXIII Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P); 

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara saudaranya,

Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason,

Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok,

Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami-istri.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab).

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 September 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja mengenangkan kelahiran St.Perawan Maria. Kelahirannya dirayakan oleh Gereja karena melalui Bunda Maria, Yesus lahir ke dunia dan menawarkan kepada kita jalan keselamatan yang dilandaskan pada kasih.

Dalam bacaan hari ini, Yusuf suami Maria hadir sebagai pasangan yang sepadan dengan Bunda kita itu. Sama pentingnya dengan Bunda Maria, St. Yusuf hadir dan menjadi bapak bagi Yesus.

Pewartaan Yesus tentang Bapa yang Mahapengasih tentu tidak dapat dilepaskan dari peran Yusuf yang hadir sebagai bapak bagi Yesus. Dari Yusuf lah Yesus kecil mengenali Bapa yang Mahapengasih.

St.Yusuf adalah seorang yang tulus hati. Tidakkah kita perhatikan, ketulusan hati St.Yusuf adalah keutamaan pertama yang disebut dalam Perjanjian Baru? Sebelum kisah tersebut, tidak disebutkan sikap-sikap baik lainnya.

Ketulusan hati menjadi permulaan Perjanjian Baru. Ketulusan jawaban Bunda Maria dan ketulusan St.Yusuf membuka kisah penyelamatan Yesus Kristus yang terus berlangsung sampai kepada kita sekarang ini.

.

Tuhan, berkat ketulusan hati Bunda Maria dan St.Yusuf, kami mengenal dan mengimani Yesus. Semoga ketulusan hati mereka juga memampukan kami terbuka pada segala bentuk penyelamatan-Mu terhadap dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:20-26

Bacaan I: 1Kor. 7:25-31; Mazmur: 45:11-12.14-17; R:11a; PEKAN BIASA XXIII (H) Sta.Regina;

Pada waktu itu, Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. 

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. 

Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 September 2022, Bacaan Injil

Bacaan hari ini menampilkan dua buah daftar kontras mengenai orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang celaka. Menariknya kedua daftar ini berisikan hal-hal yang amat bertentangan dengan nilai-nilai yang umumnya diyakini masyarakat.

Bagaimana mungkin kita berbahagia di tengah penderitaan? Bagaimana juga bisa dipahami Yesus mengutuk orang-orang yang hidupnya ‘enak’? Bukankah setiap orang merindukan kebahagiaan lahir-batin?

Tampaknya di balik seruan dan kecaman itu, Yesus hendak menyadarkan umat sezaman-Nya bahwa kebahagiaan itu terletak bukan pada sensasi dan kenikmatan yang dialami dari suatu perbuatan, melainkan karena hal itu bermakna dan berarti, tidak saja bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi kepentingan banyak orang.

Celakalah orang-orang yang hanya mencari kenikmatan dan sensasi dari perbuatannya, karena mereka tidak pernah akan puas. Celakalah orang-orang yang mencari nikmat untuk dirinya sendiri dan lupa untuk membahagiakan orang-orang lain dengan apa yang ada padanya.

Seruan Yesus ini juga masih berlaku untuk kita di zaman ini. Di tengah situasi yang sulit, orang-orang cenderung untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Hal itu tentu tidak keliru.

Akan tetapi, adakah kebahagiaan bagi kita jika hanya kita sendiri yang selamat? Bukankah lebih membahagiakan jika kita selamat bersama-sama? Mari, sesuai kemampuan kita masing-masing, kita saling menyelamatkan.

.

Tuhan, terima kasih karena Engkau menyadarkan kami bahwa kebahagiaan terletak bukan pada pemuasan keinginan kami sendiri, melainkan dalam melakukan hal-hal yang bermakna untuk hidup kami. Semoga kami dengan tekun dan setia memilih hal-hal yang bermakna dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 6 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:12-19

Bacaan I: 1 Kor. 6:1-11; Mazmur: 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R:4a; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Thomas Tzugi;

Pada waktu itu, pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman la berdoa kepada Allah.

Ketika hari siang, la memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon,

Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu la turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuki oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 September 2022, Bacaan Injil

Yesus berdoa semalam-malaman sebelum mengambil keputusan penting dalam perjalanan pelayanan-Nya, yaitu sebelum memilih orang-orang yang akan menjadi kawan seperjalanan sekaligus rekan kerja-Nya mewartakan Kerajaan Allah.

Mengapa Yesus berdoa begitu khusyuk sebelum mengambil keputusan tersebut? Karena la mau agar segala sesuatu yang la putuskan sesuai kehendak Allah.

Betapa mudahnya doa-doa kita berhenti pada sekadar serangkaian laporan atau daftar permohonan, minta ini dan minta itu. Kita sering kali lupa bahwa doa itu bukan sekadar tentang diri kita.

Doa itu juga adalah tentang Tuhan yang hendak memberitahukan kehendak-Nya kepada kita asalkan kita mau mendengarkan-Nya secara seksama.

Bagaimana kita dapat sungguh mendengarkan suara-Nya yang begitu halus dan kerap kali tidak langsung jelas? Memang bukan perkara yang instan. Dibutuhkan latihan dan ketekunan terus-menerus.

Akan tetapi sebagai langkah awal, baiklah kita berdoa dengan jujur mengungkap apa adanya keadaan diri kita, bukan saja kepada Tuhan tetapi kepada diri kita sendiri.

Berani jujur kepada diri sendiri adalah tantangan awal bagi setiap orang yang hendak melibatkan ‘Tuhan’ dalam setiap doanya.

.

Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan. Anugerahkanlah kepada kami keberanian untuk melibatkan Engkau dalam setiap keputusan yang kami ambil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:6-11

Bacaan I: 1 Kor. 5:1-8; Mazmur: 5:5-7.12; R:9a; PEKAN BIASA XXIII (H) Sta.Teresa dr Kalkuta; St.Laurensius Glustiniani;

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau la menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Tetapi la mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!”

Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”

Sesudah itu la memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 September 2022, Bacaan Injil

Bagi bangsa Israel, pada hari Sabat tidak seorang pun yang diperbolehkan melakukan suatu pekerjaan. Mengapa? Karena hari Sabat merupakan hari yang dikhususkan untuk Allah.

Atas dasar hal inilah, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat berlomba-lomba untuk mengawasi orang-orang yang melanggar peraturan pada hari Sabat.

Fokus mereka pada tindak pelanggaran yang terjadi dan lupa akan makna sesungguhnya hari Sabat, yakni perhatian dan cinta kasih Allah kepada segenap umat manusia.

Melalui pertanyaan yang diajukan Yesus, hendak mengundang kembali setiap orang untuk menyadari makna hari Sabat.

Perhatiaan dan cinta Allah yang dirayakan pada hari Sabat hendaknya terwujudnyatakan pula dalam tindakan kasih dan perhatian segenap umatnya pada sesama yang berada di sekitarnya.

Karena Allah perhatian dan berbelas kasih, maka kita pun diundang untuk perhatian dan berbelas kasih kepada sesama kita. Itulah hari Sabat bagi kita.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, semoga kami semakin peka terhadap situasi di sekitar kami, dan tergerak untuk berbuat kasih seperti yang Engkau tunjukkan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 September 2022, Bacaan Injil Lukas 14:25-33

Bacaan I: Keb. 9:13-18; Mazmur: 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1; Bacaan II: Flm. 9b-10.12-17; O PEKAN II PEKAN BIASA XXIII (H) Hari Minggu Kitab Suci Nasional;

Pada suatu kali, banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling la berkata kepada mereka: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya,

isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 September 2022, Bacaan Injil

Salib menjadi identitas bagi kita yang hendak mengikuti Yesus. Salib menjadi tanda keselamatan, penyucian, penebusan, dan terutama tanda kasih Yesus kepada umat manusia.

Melalui salib, Yesus memberikan diri-Nya seutuhnya; menjadi bukti cinta-Nya yang paling dalam untuk kita manusia yang berdosa ini. Salib pun menjadi tanda perutusan Yesus.

Kita, sebagai murid-murid Kristus, pun memiliki salib dan perutusan yang khas. Status peran sosial, dan pekerjaan yang sedang kita jalani merupakan salib yang perlu kita pikul setiap harinya.

Tidak sekadar dipikul, melainkan juga dibawa untuk mengikuti Yesus. Maksudnya adalah mengusahakan bahwa salib kita, yakni status, peran sosial, ataupun pekerjaan kita dapat menjadi tanda cinta dan kasih Allah kepada sesama dan diri kita sendiri.

Sebuah pertanyaan reflektif untuk kita adalah: Bagaimana kita dapat menjadi tanda kasih Allah dalam tindakan, pekerjaan, dan keseharian kita?

Tentunya jawabannya akan beragam karena setiap pribadi memiliki salibnya masing-masing.

.

Bapa Yang Mahabaik, semoga melalui pekerjaan dan tindakan kami, kasih dan cinta-Mu dapat semakin tercurahkan kepada sesama dan diri kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:1-5

Bacaan I: 1 Kor. 4:9-15; Mazmur: 145:17-18.19-20.21; R:18a; PEKAN BIASA XXII Pw St.Gregorius Agung, PausPujG (P) Hari Sabtu Imam;

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.

Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian,

lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”

Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 September 2022, Bacaan Injil

Dalam tradisi Yahudi, hari Sabat adalah hari Tuhan. Hari yang dikhususkan untuk Tuhan. Segala bentuk pekerjaan harus dihentikan pada hari itu.

Tindakan para murid Yesus yang memetik bulir gandum (lih. Luk. 6:1) merupakan tindakan terlarang, karena dikategorikan sebagai pekerjaan oleh para Farisi.

Mereka berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Jawaban Yesus sangat menarik karena mengundang orang-orang Farisi, para murid, dan kita yang membaca serta mendengarkan Injil hari ini untuk kembali bertolak akan makna hari Sabat, yakni hari untuk berdoa dan memuji Allah.

Tindakan orang-orang Farisi memperlihatkan, alih-alih berfokus pada hari Allah, mereka malah berfokus pada kesalahan-kesalahan orang lain yang pada akhirnya pun menciderai hari Sabat itu sendiri.

Jawaban Yesus pun sesungguhnya mengundang kita agar segala sesuatu yang kita perbuat, bahkan dalam tindakan sederhana keseharian, merupakan persembahan kita kepada Allah.

.

Ya Allah, semoga kami semakin menyadari bahwa tindakan-tindakan kami sungguh menjadi persembahan kami kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 September 2022, Bacaan Injil Lukas 5:33-39

Bacaan I: 1Kor. 4:1-5; Mazmur: 37:3-4.5-6.27-28.39-40; R:39a; PEKAN BIASA XXII (H) B. Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer, dan Petrus Renatus Raque;

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berkata kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

la mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua.

Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari
yang baru itu.

Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.

Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 September 2022, Bacaan Injil

Persoalan terkait berpuasa atau tidak sering kali menjadi perdebatan yang tak ada akhirnya, seperti debat kusir. Kita terjebak dalam “keharusan untuk berpuasa”, namun lupa akan “mengapa berpuasa”.

Berpuasa pada dasarnya adalah sebuah tindakan konkret untuk mendekatkan diri pada Allah melalui aksi mati raga, menanggalkan pelbagai “keinginan daging”. Tujuannya adalah untuk mendekatkan diri pada Allah.

Sayangnya, keterjebakan kita dalam “keharusan berpuasa” itulah yang kerap kali menggoda untuk memfokuskan perhatian pada tindak puasanya dan bukan pada kedekatan hati dengan Allah.

Akibatnya, kegagalan dalam berpuasa kerap kali membawa pada rasa bersalah yang sangat besar dalam hati kita.

Injil hari ini mengundang kita untuk melihat dan merenungkan kembali makna berpuasa, yakni: kedekatan hati dengan Allah sebagaimana Allah “Sang Mempelai” sedang bersama-sama dengan teman-teman serta tamu undangannya.

Bahwasanya, kita berpuasa atau bermati raga mesti sampai pengalaman berjumpa dengan Allah atau sampai pada keyakinan yang teguh bahwa kita dirangkul dan diberkati oleh Allah dalam hidup ini.

.

Ya Allah, semoga melalui pelbagai tindakan dan bentuk puasa yang kami usahakan, senantiasa membawa dan menyadarkan kami untuk senantiasa dekat dengan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 September 2022, Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Bacaan I: 1Kor. 3:18-23; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6, R:1a; PEKAN BIASA XXII (H) St.Pedro Armengol; Sta.Verena, Sta.Ruth; Sta.Maria Margareta Redi;

Pada suatu kali, Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. la melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

la naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu la duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, la berkata kepada Simon:”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya.

Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon.

Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 September 2022, Bacaan Injil

Setiap pribadi tentunya memiliki bakat dan kehebatanya masing-masing. Ada yang berbakat atau hebat dalam mengoordinasi kelompok; ada yang berbakat dalam berkomunikasi; ada yang berbakat dalam memainkan alat musik;

ada yang berbakat dalam bernyanyi; ada pula yang berbakat dalam menjadi pendengar yang baik; dan masih ada bakat-bakat lainnya. Menjadi sebuah pertanyaan sederhana bagi masing-masing dari kita: hal apa yang bisa kita perbuat/lakukan dengan bakat-bakat yang kita miliki?

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan “bakat” (jala) kita, sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Berbekal undangan, seruan, dan kepercayaan kepada Yesus, Simon menebarkan jalanya dan berhasil mendapatkan hasil yang berlimpah. Kiranya kita pun diundang untuk berbuat demikian. Menyadari pelbagai bakat atau kehebatan (“jala”) kita dengan iman kepada Allah, semuanya itu kita gunakan untuk pelayanan bagi sesama.

.

Ya Allah, semoga kami dapat menggunakan bakat dan kehebatan kami untuk membantu dan melayani sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page